Harimau Putih Pasha Dieutanasia karena Kanker
Kondisi Memburuk dan Keputusan Medis Pasha, harimau putih bengal berusia 13 tahun yang menjadi salah satu ikon Night Safari Singapura, mengembuskan napas terakhir melalui prosedur eutanasia pada 1
Kondisi Memburuk dan Keputusan Medis
Pasha, harimau putih bengal berusia 13 tahun yang menjadi salah satu ikon Night Safari Singapura, mengembuskan napas terakhir melalui prosedur eutanasia pada 1 Juli 2026. Keputusan berat ini diambil setelah tim medis hewan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi kesehatannya yang terus menurun akibat kanker agresif yang dideritanya.
Mandai Wildlife Group, pengelola Night Safari, mengonfirmasi bahwa Pasha telah menjalani berbagai perawatan intensif sebelum akhirnya tim dokter hewan merekomendasikan eutanasia. Pengobatan yang diberikan selama beberapa waktu terakhir tidak lagi memberikan respons positif, dan harimau tersebut menunjukkan tanda-tanda penderitaan yang signifikan. Kualitas hidupnya menurun drastis, menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan ini.
"Setelah melalui pemeriksaan medis secara menyeluruh, tim memutuskan melakukan eutanasia secara manusiawi untuk mencegah penderitaan yang lebih besar," kata dokter hewan Mandai Wildlife Group, Trent Van Zanten, dalam keterangan yang dikutip dari laporan The Straits Times.
Perjalanan Hidup Pasha di Night Safari
Harimau putih bengal merupakan salah satu subspesies harimau yang keberadaannya di alam liar sangat langka. Bulu putih dengan garis hitam khas menjadikan mereka daya tarik tersendiri di kalangan pecinta satwa. Pasha telah menjadi bagian dari Night Safari selama lebih dari satu dekade, menjadi salah satu bintang yang selalu dinantikan oleh pengunjung dari berbagai belahan dunia.
Selama masa hidupnya, Pasha turut berperan dalam program edukasi konservasi yang dijalankan Night Safari. Kehadirannya menjadi duta bagi spesies harimau yang terancam punah, membantu meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya pelestarian satwa liar. Tim perawat menggambarkan Pasha sebagai harimau dengan kepribadian tenang namun berwibawa, yang selalu menarik perhatian saat melintas di habitat malam yang dirancang khusus untuknya.
Di usianya yang menginjak 13 tahun, Pasha sebenarnya telah memasuki kategori usia lanjut untuk harimau di penangkaran. Harimau putih bengal umumnya memiliki rentang hidup antara 10 hingga 16 tahun di lingkungan yang terkontrol, jauh lebih panjang dibandingkan di alam liar yang hanya sekitar 8 hingga 10 tahun.
Kanker pada Satwa Besar dan Penanganannya
Diagnosis kanker pada harimau putih seperti yang dialami Pasha bukanlah kasus yang sepenuhnya jarang dalam dunia konservasi satwa. Satwa karnivora besar di penangkaran memiliki risiko tersendiri terhadap berbagai penyakit degeneratif, termasuk kanker, terutama saat mereka memasuki usia lanjut. Tim medis Night Safari telah melakukan berbagai upaya, mulai dari kemoterapi yang disesuaikan hingga perawatan paliatif, untuk memberikan kenyamanan terbaik bagi Pasha di masa-masa akhir hidupnya.
Eutanasia pada satwa merupakan keputusan etis yang hanya diambil ketika tidak ada lagi harapan untuk pemulihan yang bermakna. Prosedur ini dilakukan dengan standar medis tertinggi untuk memastikan hewan tidak merasakan sakit atau ketakutan. Dalam kasus Pasha, tim medis menegaskan bahwa keputusan ini diambil dengan penuh pertimbangan, mengedepankan prinsip kesejahteraan hewan di atas segalanya.
Kehilangan Pasha menjadi pukulan emosional bagi para staf Night Safari yang telah merawatnya selama bertahun-tahun. Namun, di sisi lain, kematiannya juga menjadi pengingat akan pentingnya program konservasi yang berkelanjutan. Setiap individu satwa memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan spesiesnya, baik melalui kehadiran fisik maupun warisan genetik yang mungkin telah disumbangkan dalam program perkembangbiakan.
Masyarakat yang telah mengunjungi Pasha di Night Safari turut menyampaikan duka cita melalui berbagai platform. Banyak yang mengenang sosok harimau putih tersebut sebagai simbol keanggunan dan kekuatan alam liar yang berhasil menyentuh hati siapa pun yang melihatnya. Pasha akan selalu dikenang sebagai bagian dari sejarah konservasi Singapura, meninggalkan jejak yang mendalam bagi upaya pelestarian harimau di seluruh dunia. Informasi selengkapnya mengenai program konservasi dan satwa-satwa di Night Safari dapat diikuti melalui laporan dari Beritaseputar.com.
Comments (0)