Bali Lagi Dingin Menggigil, Suhu di Bedugul Cuma 10 Derajat Celcius
Fenomena suhu dingin yang tidak biasa tengah melanda Pulau Bali dalam beberapa hari terakhir. Udara terasa lebih menusuk dan menggigil, terutama pada malam hingga dini hari. Catatan suhu di sejumlah
Fenomena suhu dingin yang tidak biasa tengah melanda Pulau Bali dalam beberapa hari terakhir. Udara terasa lebih menusuk dan menggigil, terutama pada malam hingga dini hari. Catatan suhu di sejumlah wilayah menunjukkan penurunan yang cukup signifikan, dengan titik terendah tercatat di kawasan Bedugul, Kabupaten Tabanan, yang menyentuh angka 10 derajat Celcius.
Kondisi ini cukup mengejutkan bagi masyarakat yang biasanya menikmati hawa sejuk khas dataran tinggi, bukan dingin ekstrem seperti sekarang. Perbandingan suhu antara wilayah pesisir dan pegunungan pun memperlihatkan jurang perbedaan yang mencolok. Di Denpasar yang merupakan daerah perkotaan dan pesisir, suhu terendah tercatat berada di kisaran 22 derajat Celcius. Angka ini sebenarnya sudah lebih rendah dari rata-rata suhu normal di ibu kota Provinsi Bali tersebut.
Sementara itu, di Bedugul yang berada di ketinggian, termometer menunjukkan angka yang jauh lebih rendah. Suhu minimum harian di sana mencapai 10 derajat Celcius, menciptakan sensasi dingin yang menusuk tulang bagi warga maupun wisatawan yang berkunjung.
Dzulkifli, salah seorang warga Bedugul, mengungkapkan bahwa suhu udara pada malam hingga menjelang subuh berkisar antara 10 hingga 11 derajat Celcius. "Dinginnya luar biasa, benar-benar menggigil. Ini lebih dingin dari biasanya," tuturnya. Bahkan pada siang hari, suhu hanya mampu naik hingga sekitar 16 derajat Celcius, menjadikan sepanjang hari terasa dingin tanpa jeda matahari yang cukup menghangatkan.
Fenomena suhu dingin ini dipengaruhi oleh beberapa faktor atmosferik yang terjadi secara bersamaan. Angin muson timur yang bertiup dari Australia membawa massa udara kering dan dingin melintasi wilayah Indonesia bagian selatan, termasuk Bali. Ditambah lagi dengan posisi matahari yang sedang berada di belahan bumi utara, membuat belahan bumi selatan menerima paparan sinar matahari yang lebih sedikit. Minimnya tutupan awan pada malam hari juga menyebabkan panas yang tersimpan di permukaan bumi terlepas dengan cepat ke atmosfer, sehingga suhu turun drastis saat malam tiba.
Kombinasi faktor-faktor inilah yang menyebabkan suhu di Bali, khususnya di dataran tinggi seperti Bedugul, bisa menyentuh level yang cukup ekstrem untuk ukuran iklim tropis Indonesia. Masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan, menggunakan pakaian yang lebih tebal terutama saat beraktivitas di malam dan dini hari, serta mewaspadai potensi gangguan pernapasan akibat udara dingin yang menusuk.
Fenomena ini diperkirakan akan berlangsung selama beberapa pekan ke depan, seiring dengan masih berhembusnya angin muson timur di wilayah Indonesia. Warga dan wisatawan yang berkunjung ke kawasan dataran tinggi Bali diharapkan dapat mempersiapkan diri menghadapi suhu yang jauh lebih dingin dari biasanya. Demikian laporan dari Beritaseputar.com.
Comments (0)