Harga Emas Antam Kembali Terkoreksi, Terendah dalam Sepekan
Jakarta - Pasar emas domestik kembali diuji. Harga emas Antam mencatat penurunan pada perdagangan hari ini, Rabu (1/7/2026), melanjutkan tren pelemahan yang sudah berlangsung sejak akhir pekan kemari
Jakarta - Pasar emas domestik kembali diuji. Harga emas Antam mencatat penurunan pada perdagangan hari ini, Rabu (1/7/2026), melanjutkan tren pelemahan yang sudah berlangsung sejak akhir pekan kemarin. Berdasarkan pantauan langsung media kami dari situs resmi Logam Mulia Antam, harga emas batangan 24 karat turun tipis sebesar Rp5.000 per gram, sehingga kini bertengger di level Rp2.625.000 per gram.
Koreksi ini membuat harga emas Antam menyentuh batas bawah pergerakannya dalam sepekan terakhir. Pada perdagangan sebelumnya, harga sempat bertahan di kisaran Rp2.630.000 per gram sebelum akhirnya tergerus oleh sentimen negatif dari pasar global. Penurunan secara akumulasi dalam dua hari terakhir mencapai Rp6.000 per gram, sebuah sinyal bagi investor ritel untuk bersiap menghadapi potensi kelanjutan koreksi.
Rincian Harga Pecahan Emas Antam
Penurunan tidak hanya terjadi pada satuan 1 gram. Seluruh bobot emas Logam Mulia Antam kompak melemah dengan kelipatan yang senada. Untuk satuan terkecil 0,5 gram, harga hari ini dibanderol Rp1.362.500, turun dari posisi kemarin yang masih menyentuh Rp1.365.000. Sementara itu, untuk pecahan 10 gram, konsumen harus merogoh kocek sebesar Rp25.745.000. Di segmen investasi besar, emas batangan 1.000 gram (1 kilogram) kini dijual dengan harga Rp2.565.600.000, mengalami koreksi cukup signifikan dibandingkan posisi awal minggu yang masih di atas Rp2,57 miliar.
Meski tampak kecil, penurunan bertahap ini berdampak linier pada portofolio para pemegang emas. Bagi investor dengan kepemilikan 100 gram, misalnya, koreksi Rp5.000 per gram berarti ada potensi pelemahan nilai aset sebesar Rp500.000 dalam semalam. Hal ini menjadi perhatian tersendiri mengingat emas sering diandalkan sebagai instrumen lindung nilai.
"Harga emas saat ini cenderung tertekan oleh penguatan dolar AS yang berlanjut dan sikap hawkish bank sentral global yang menahan suku bunga tinggi lebih lama. Ini mendorong peralihan dana dari aset non-bunga seperti emas," ujar laporan tim analis Beritaseputar.com mengutip analisis internal pasar.
Tren Mingguan dan Bulanan
Jika ditarik dalam rentang sepekan terakhir, pergerakan harga emas Antam terombang-ambing di kisaran Rp2.625.000 hingga Rp2.660.000 per gram. Artinya, posisi hari ini sudah menyentuh titik terendah minggu ini. Sementara itu, dalam sebulan terakhir, volatilitas harga lebih lebar, berada pada rentang Rp2.625.000 hingga Rp2.799.000 per gram. Level tertinggi bulanan itu sempat tersentuh pada pertengahan Juni 2026 sebelum akhirnya terkoreksi dalam oleh aksi ambil untung dan tekanan global.
Media kami mencatat, koreksi bulan ini merupakan yang terdalam kedua sejak kuartal pertama 2026. Investor disarankan untuk mencermati data ekonomi global selanjutnya, terutama rilis indeks harga konsumen Amerika Serikat dan pidato pejabat The Fed, yang dapat memicu pergerakan harga emas selanjutnya. Beberapa analis memperkirakan jika harga terus turun ke bawah level psikologis Rp2.600.000, momentum beli (buy on dip) berpotensi kembali muncul.
Comments (0)