Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Gunung Gede Berubah Jadi Medan Operasi Penyelamatan, Evakuasi Dramatis Pendaki 145 Kg yang Alami Keram

Jakarta – Sebuah insiden di ketinggian menyita perhatian publik setelah seorang pria dengan bobot tubuh 145 kilogram harus dievakuasi dengan cara yang sangat dramatis dari Gunung Gede Pangrango. Pri

Jul 07, 2026 - 23:07
0 0
Gunung Gede Berubah Jadi Medan Operasi Penyelamatan, Evakuasi Dramatis Pendaki 145 Kg yang Alami Keram
Jakarta – Sebuah insiden di ketinggian menyita perhatian publik setelah seorang pria dengan bobot tubuh 145 kilogram harus dievakuasi dengan cara yang sangat dramatis dari Gunung Gede Pangrango. Pria asal Bekasi bernama Roby itu dilaporkan mengalami keram kaki hebat di tengah pendakian, membuatnya tak mampu lagi melanjutkan perjalanan. Rekaman video yang beredar memperlihatkan detik-detik menegangkan para relawan bahu-membahu memapah dan menandunya di medan terjal yang basah. Dalam video pertama yang diterima oleh media kami, tampak seorang relawan dengan sigap mengambil posisi di belakang Roby. Pria berperawakan gempal itu kemudian digendong layaknya seorang anak kecil, dengan menggunakan sarung yang dilingkarkan di leher relawan sebagai penyangga beban. Sang relawan terlihat membungkuk dalam, menggambarkan betapa besar tekanan yang harus ia tanggung. Wajahnya memerah menahan beban sementara ia melangkah pelan menuruni anak tangga tanah. Proses evakuasi ini tidak bisa dilakukan dengan cepat; setiap langkah terlihat begitu hati-hati agar pendaki yang kelelahan itu tidak sampai terpeleset dan memperparah situasi. Rekan-rekan satu rombongan serta relawan lainnya dengan cekatan memegangi lengan dan punggung Roby dari sisi kiri dan kanan, berusaha menjaga keseimbangan tubuh besarnya. Mereka semua menyadari bahwa bobot 145 kg adalah tantangan besar dalam evakuasi vertikal. Keringat bercucuran di wajah para penolong, namun tak satu pun dari mereka yang tampak goyah atau mengeluh. Suasana hening, hanya terdengar suara langkah kaki menapaki tanah bercampur instrupsi pelan para relawan yang terus menyemangati Roby. Pada video berikutnya, terlihat tim penyelamat menerapkan metode tandu darurat yang lebih memungkinkan untuk membawa Roby menempuh jarak lebih jauh. Mereka menggunakan dua bilah kayu panjang kokoh yang diikat dengan sarung-sarung sebagai alas duduk, menciptakan sebuah tandu tradisional yang menguji kekuatan fisik dan kekompakan tim. Proses menurunkan tandu ini ibarat operasi militer. Medan Gunung Gede yang terkenal dengan akar pohon melintang dan jalur sempit memaksa pengusung tandu untuk terus berkomunikasi. Ketika melewati turunan curam, tali tambang diikatkan pada kayu penandu untuk menahan laju turun agar tidak meluncur bebas. Raut wajah Roby sendiri tampak meringis menahan sakit, namun ia tetap sadar dan sesekali berterima kasih kepada para penolongnya. Evakuasi yang seharusnya hanya memakan waktu beberapa jam ini pun berubah menjadi operasi panjang yang menguras fisik dan mental. Kronologi kejadian ini bermula saat Roby melakukan pendakian bersama rekan-rekannya. Diduga, kelelahan dan jarangnya melakukan pemanasan membuat otot kakinya tiba-tiba mengunci. Keram yang ia alami sangat parah, membuatnya tidak bisa berdiri apalagi menapak lebih jauh ke puncak maupun turun secara mandiri. Pilihan untuk meminta bantuan relawan menjadi satu-satunya jalan keluar. Aksi heroik para relawan yang viral itu menuai beragam respons haru dari warganet. Banyak yang memuji kekuatan luar biasa sang relawan yang rela menggendong beban hampir dua kali lipat tubuhnya sendiri di jalur pendakian. Namun di sisi lain, peristiwa ini membuka diskusi serius mengenai pentingnya persiapan fisik dan kesadaran akan batas kemampuan diri sebelum memutuskan untuk menaklukkan gunung. Seorang anggota tim SAR lokal yang diwawancarai secara terpisah menyebutkan bahwa membawa beban seberat itu di ketinggian bukanlah perkara mudah dan berisiko menyebabkan cedera serius bagi relawan, mulai dari pergeseran tulang belakang hingga kerusakan ligamen. Beruntung, setelah proses evakuasi panjang yang mendebarkan tersebut, Roby berhasil tiba di pos pendakian dengan selamat. Tim medis yang telah siaga langsung memberikan pertolongan pertama untuk meredakan ketegangan ototnya. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun cerita tentang tandu darurat di lereng Gede itu kini menjadi pengingat keras bagi para pencinta alam. Gunung bukan hanya soal menaklukkan ketinggian, melainkan tentang tanggung jawab penuh terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain yang berada di sekitar kita.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
salsa-bintari

Reporter Komunitas. Reporter cerita komunitas dan tren lokal.

Comments (0)

User