Gelar MPR Goes to Campus ke-50 di Unhan, Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno Soroti Ketahanan Energi sebagai Isu Pertahanan
Jakarta, Beritaseputar.com — Program sosialisasi konstitusi dan kebangsaan MPR Goes to Campus (MPR GTC) mencapai tonggak sejarah baru dengan penyelenggaraan edisi ke-50 di Universitas Pertahanan (U
Jakarta, Beritaseputar.com — Program sosialisasi konstitusi dan kebangsaan MPR Goes to Campus (MPR GTC) mencapai tonggak sejarah baru dengan penyelenggaraan edisi ke-50 di Universitas Pertahanan (Unhan). Wakil Ketua MPR dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, hadir langsung memimpin diskusi yang mengangkat tema krusial mengenai ketahanan energi nasional.
Pemilihan Unhan sebagai lokasi penyelenggaraan ke-50 bukanlah tanpa alasan. Menurut Eddy, momentum ini memiliki makna simbolis sekaligus strategis yang mendalam. Program yang telah berhasil menjangkau puluhan kampus di berbagai pelosok daerah ini, pada puncak perhelatannya justru digelar di institusi pendidikan tinggi yang memang secara spesifik mengkaji isu-isu strategis pertahanan serta keamanan negara.
"Penyelenggaraan MPR Goes to Campus ke-50 di Universitas Pertahanan memiliki nilai makna yang sangat kuat. Ketahanan energi saat ini tidak lagi semata-mata persoalan ekonomi atau pasokan energi, tetapi telah menjadi bagian dari ketahanan nasional. Karena itu, kampus ke-50 ini sangat tepat dilaksanakan di Universitas Pertahanan," ujar Eddy Soeparno dalam keterangan tertulis yang diterima media kami, Kamis (2/7/2026).
Dalam paparannya, Eddy menekankan adanya pergeseran paradigma dalam memandang isu energi. Jika sebelumnya energi hanya dilihat sebagai komoditas ekonomi atau sekadar urusan teknis pasokan, kini sektor tersebut telah bertransformasi menjadi elemen vital dalam arsitektur pertahanan negara. Dinamika geopolitik global, transisi energi hijau, hingga potensi krisis sumber daya menjadikan ketahanan energi sebagai pilar yang tak terpisahkan dari kedaulatan bangsa.
Diskusi ini menjadi penutup rangkaian panjang perjalanan MPR GTC yang telah menyentuh 50 kampus. Kehadiran civitas akademika Unhan dalam diskusi tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antara lembaga legislatif dan akademisi dalam merumuskan kebijakan ketahanan energi yang berorientasi pada keamanan jangka panjang. Dialog interaktif yang terjalin juga menjadi bukti bahwa pembahasan mengenai konstitusi dan ketahanan nasional harus terus disesuaikan dengan tantangan zaman yang semakin kompleks.
Comments (0)