Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Gegara Trump, Anggota Parlemen Inggris Desak Penundaan Kartu Merah Quansah

Jakarta - Kontroversi seputar penundaan kartu merah yang melibatkan penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, di Piala Dunia 2026 terus merembet hingga ke ranah politik Inggris. Desakan kera

Jul 07, 2026 - 22:54
0 0
Gegara Trump, Anggota Parlemen Inggris Desak Penundaan Kartu Merah Quansah

Jakarta - Kontroversi seputar penundaan kartu merah yang melibatkan penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, di Piala Dunia 2026 terus merembet hingga ke ranah politik Inggris. Desakan keras kini datang dari anggota parlemen Inggris yang mendesak FIFA untuk memberikan perlakuan yang sama kepada bek Timnas Inggris, Jarell Quansah.

Laporan dari media kami mengonfirmasi bahwa kasus ini telah menjadi polemik paling panas dalam turnamen sepak bola terakbar tersebut. Hal ini bermula setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara blak-blakan mengakui bahwa dirinya telah menghubungi langsung Presiden FIFA, Gianni Infantino. Tujuannya tak lain untuk melobi agar sanksi skorsing terhadap Balogun ditunda pelaksanaannya, sebuah skenario yang kini benar-benar terjadi.

"Kasus ini menciptakan preseden yang sangat berbahaya bagi integritas olahraga. Jika lobi politik seorang presiden bisa membuat FIFA menekuk aturan, maka kita harus mempertanyakan apakah sepak bola masih menjadi permainan yang adil," ujar salah satu sumber di parlemen Inggris yang geram dengan situasi ini.

FIFA Bungkam, FA Pertimbangkan Banding

Menurut sumber yang mengetahui permasalahan ini, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) kini sedang mempertimbangkan langkah hukum dan opsi terkait pengajuan banding. Pihak FA melihat adanya celah ketidakadilan yang mencolok; di satu sisi, Amerika Serikat mendapatkan keringanan berkat tekanan politik, sementara di sisi lain, Inggris berpotensi kehilangan pemain kuncinya di laga krusial tanpa kejelasan dispensasi.

Hingga berita ini diturunkan, FIFA belum memberikan tanggapan resmi atas berbagai permintaan klarifikasi. Sikap tertutup ini justru semakin memanaskan suasana, terutama terkait pertanyaan apakah kasus Jarell Quansah akan dipertimbangkan berdasarkan ketentuan Pasal 27 yang sama seperti yang mungkin diterapkan pada kasus Balogun.

Desakan dari parlemen Inggris ini menambah daftar panjang kritik terhadap independensi FIFA. Publik sepak bola global kini menanti dengan cemas, apakah 'Kartu Merah' terhadap Quansah akan ditunda, atau justru Inggris harus menjadi 'korban' dari manuver politik tingkat tinggi yang dilakukan oleh orang nomor satu di Gedung Putih itu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
salsa-bintari

Reporter Komunitas. Reporter cerita komunitas dan tren lokal.

Comments (0)

User