Fans Keluhkan Mahalnya Harga Makanan-Minuman di Stadion Piala Dunia 2026
Jakarta - Harga makanan dan minuman di sejumlah stadion penyelenggara Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat menuai kritik. Banyak suporter mengeluhkan biaya yang dinilai mencekik, terutama untuk kebutu
Jakarta - Harga makanan dan minuman di sejumlah stadion penyelenggara Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat menuai kritik. Banyak suporter mengeluhkan biaya yang dinilai mencekik, terutama untuk kebutuhan dasar seperti air minum dan minuman ringan. Keluhan ini mencuat setelah seorang suporter Amerika Serikat mengunggah video yang memperlihatkan daftar harga di salah satu stan konsesi dalam stadion ke platform TikTok. Hingga berita ini ditulis, video tersebut telah ditonton lebih dari 100.000 kali dan memicu perdebatan luas di kalangan pencinta sepak bola.
Harga Selangit di Tengah Euforia Piala Dunia
Dalam rekaman yang beredar, terlihat dengan jelas bahwa sebotol minuman ringan merek Coca-Cola berukuran 500 ml dijual dengan harga USD 9 atau setara dengan sekitar Rp 161.000. Sementara itu, sebotol air mineral kemasan ukuran serupa dibanderol USD 7, yang jika dikonversikan mencapai Rp 125.000. Sejumlah suporter yang hadir langsung di stadion menyatakan kekecewaan mereka melalui media sosial, menyebut harga tersebut tidak masuk akal dan memberatkan, terutama bagi keluarga yang ingin menikmati pertandingan tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
“Membayar hampir Rp 300.000 hanya untuk sebotol air dan cola, sungguh di luar batas kewajaran. Ini bukan harga pertandingan olahraga, tapi seperti harga di restoran mewah,” tulis seorang pengguna TikTok dalam komentarnya.
Tanggapan Pihak Penyelenggara
Hingga saat ini, pihak penyelenggara Piala Dunia 2026 dan pengelola stadion belum memberikan pernyataan resmi terkait penetapan harga tersebut. Namun, praktik penetapan harga tinggi di venue olahraga bukanlah hal baru di Amerika Serikat. Beberapa pengamat menilai bahwa tingginya biaya operasional, termasuk sewa ruang dan sistem keamanan berlapis, turut mendorong vendor untuk mematok harga di atas rata-rata. Meski demikian, suporter berharap ada intervensi dari otoritas terkait agar pengalaman menonton langsung tidak berubah menjadi beban finansial yang berlebihan.
Pantauan Beritaseputar.com dari berbagai kanal diskusi daring menunjukkan bahwa sebagian penggemar mulai menyerukan boikot terhadap pembelian makanan dan minuman di dalam stadion. Mereka mengimbau sesama suporter untuk membawa bekal dari luar jika aturan stadion mengizinkan, atau membeli di luar area venue sebelum pertandingan dimulai. Inisiatif ini diharapkan dapat menekan pihak konsesi untuk meninjau kembali strategi harga mereka.
Kenaikan harga ini juga memicu diskusi tentang aksesibilitas acara olahraga global. Piala Dunia seharusnya menjadi perayaan bagi semua kalangan, namun jika biaya pendukung seperti konsumsi dasar tidak terkendali, dikhawatirkan hanya segelintir orang dengan daya beli tinggi yang dapat menikmati atmosfer pertandingan secara langsung. Para analis menilai bahwa diperlukan keseimbangan antara pendapatan komersial dan kenyamanan penonton agar ajang sepak bola terbesar di dunia ini tetap inklusif.
Kontroversi ini masih terus bergulir dan diperkirakan akan menjadi perhatian serius jika tidak segera direspons oleh pihak-pihak terkait. Beritaseputar.com akan terus memantau perkembangan reaksi suporter dan langkah penyelenggara dalam beberapa hari ke depan.
Comments (0)