Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Fadli Zon: Ziarah Gunung Kawi Cerminan Keberagaman Tradisi Nusantara

Tradisi ziarah ke Gunung Kawi di Jawa Timur kembali mencuat dan menjadi perbincangan hangat masyarakat. Menteri Kebudayaan Fadli Zon turut memberikan pandangannya terkait fenomena yang telah berlangs

Jul 07, 2026 - 19:55
0 1
Fadli Zon: Ziarah Gunung Kawi Cerminan Keberagaman Tradisi Nusantara

Tradisi ziarah ke Gunung Kawi di Jawa Timur kembali mencuat dan menjadi perbincangan hangat masyarakat. Menteri Kebudayaan Fadli Zon turut memberikan pandangannya terkait fenomena yang telah berlangsung lintas generasi ini. Menurutnya, praktik tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari mozaik tradisi dan budaya lama yang tumbuh dalam keberagaman pemahamaan masyarakat Indonesia. "Gunung Kawi ya, itu kan kita keberagaman kita di dalam memahami termasuk apa yang terjadi tidak hanya di Gunung Kawi dan di berbagai tempat, itu satu hal yang merupakan mozaik dari tradisi dan budaya lama," ujar Fadli Zon dalam keterangan yang diterima Beritaseputar.com, Selasa (7/7/2026).

Pernyataan Menteri Kebudayaan itu disampaikan merespons diskusi publik yang mempertanyakan posisi praktik ziarah dalam bingkai keagamaan dan kebudayaan. Fadli Zon menekankan bahwa keberagaman dalam memahami tradisi merupakan kekayaan yang harus dirawat, selama tidak menimbulkan kerusakan atau gangguan bagi lingkungan sosial. Ia melihat situs-situs seperti Gunung Kawi sebagai cermin nyata bagaimana warisan leluhur tetap hidup dan berdampingan dengan nilai-nilai kontemporer.

Dampak Ekonomi Budaya bagi Masyarakat Sekitar

Selain aspek spiritual dan budaya, Fadli Zon menyoroti peran penting tradisi ziarah dalam menggerakkan ekonomi masyarakat setempat. Kedatangan peziarah dari berbagai daerah menciptakan geliat usaha kecil, mulai dari penyediaan akomodasi, kuliner khas, hingga jasa pemandu wisata. "Saya kira selama itu bisa memberikan kebaikan, terutama mendatangkan ekonomi budaya bagi masyarakat setempat, dan tidak mengganggu dan tidak merusak, tentu itu kita anggap sebagai realitas kehidupan kita," tambahnya.

Gunung Kawi memang dikenal luas bukan saja sebagai kompleks pemakaman tokoh-tokoh penting masa lalu, melainkan juga sebagai destinasi wisata religi yang menyatu dengan alam pegunungan. Aktivitas ziarah di sana memiliki corak khas yang memadukan ritual keagamaan dengan penghormatan terhadap sejarah lokal. Bagi sebagian peziarah, kunjungan ke makam-makam keramat tersebut merupakan bentuk napak tilas dan ungkapan syukur, sementara kelompok lain memandangnya sebagai tradisi yang perlu diluruskan agar selaras dengan ajaran agama mainstream. Di tengah perbedaan pandangan itu, Kementerian Kebudayaan berusaha menempatkan diri sebagai fasilitator dialog agar kekayaan tradisi tetap lestari tanpa menimbulkan perpecahan.

Realitas Kehidupan yang Harus Dikelola

Pandangan Fadli Zon menegaskan bahwa negara tidak bisa menutup mata terhadap realitas sosio-kultural yang telah mengakar. Alih-alih menghakimi atau melarang, pendekatan yang lebih bijak adalah mengelola tradisi tersebut agar memberikan manfaat dan meminimalkan potensi konflik. Dari sudut pandang kebudayaan, ziarah ke Gunung Kawi dan situs sejenisnya adalah ekspresi kepercayaan rakyat yang dibentuk oleh sejarah panjang interaksi antara agama formal, adat, dan kearifan lokal.

Menteri Kebudayaan berharap masyarakat dapat melihat fenomena ini sebagai peluang untuk merekatkan kohesi sosial. Dengan menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya, penghormatan terhadap keyakinan pribadi, serta dampak ekonomi yang positif, tradisi ziarah di Gunung Kawi diharapkan terus menjadi bagian dari narasi besar kebangsaan yang menghargai pluralitas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
galih-pratama

Editor Gaya Hidup. Editor tren, komunitas, dan gaya hidup.

Comments (0)

User