ERIA Luncurkan Seri Kuliah AOIP Perkuat Perspektif ASEAN di Indo-Pasifik
Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) resmi meluncurkan ERIA–ASEAN AOIP Lecture Series, sebuah forum dialog strategis yang dirancang u
Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) resmi meluncurkan ERIA–ASEAN AOIP Lecture Series, sebuah forum dialog strategis yang dirancang untuk mempertajam perspektif regional dalam membaca dinamika Indo-Pasifik yang kian kompleks. Seri kuliah ini menjadi tonggak baru upaya kawasan memperkuat ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) sebagai kerangka kerja bersama yang inklusif dan berorientasi pada kerja sama pembangunan.
Inisiatif yang digagas ERIA ini hadir di tengah meningkatnya persaingan geopolitik antara kekuatan besar di kawasan Indo-Pasifik. Para pemangku kepentingan ASEAN menilai perlunya wadah dialog berbasis pengetahuan untuk memastikan suara kolektif Asia Tenggara tetap terdengar dan sentralitas ASEAN tidak tergerus. Peluncuran seri kuliah perdana dilakukan secara hibrida dari Jakarta, dihadiri para diplomat, akademisi, dan perwakilan sektor swasta dari negara anggota ASEAN serta mitra dialog.
Merespons Dinamika dan Tantangan Indo-Pasifik
Presiden ERIA, Prof. Tetsuya Watanabe, dalam sambutannya menekankan urgensi kemandirian intelektual kawasan. Menurutnya, ASEAN tidak boleh sekadar menjadi penonton dalam percaturan kekuatan global, melainkan harus mampu merumuskan narasi dan agenda sendiri yang mencerminkan kepentingan bersama.
“ASEAN Outlook on the Indo-Pacific adalah visi kita untuk kawasan yang terbuka, transparan, dan inklusif. Namun visi itu hanya akan bermakna jika diisi dengan riset, diskusi, dan rekomendasi kebijakan yang konkret. Seri kuliah ini adalah panggung untuk membumikan AOIP ke dalam langkah-langkah strategis,” ujar Watanabe.
Rangkaian kuliah akan menghadirkan pembicara dari beragam latar: pakar hubungan internasional, ekonom, teknolog, hingga pemimpin lembaga think-tank terkemuka. Topik yang diangkat mencakup keamanan maritim, rantai pasok digital, transformasi energi hijau, serta diplomasi ekonomi dan budaya. Harapannya, diskusi lintas sektor ini mampu menghasilkan naskah kebijakan yang aplikatif bagi pemerintah negara-negara ASEAN.
Menjaga Sentralitas ASEAN di Tengah Persaingan
Sentralitas ASEAN menjadi kata kunci yang terus bergaung. Dalam lanskap di mana inisiatif seperti AUKUS, Quad, dan Belt and Road Initiative saling bersinggungan, posisi ASEAN sebagai poros arsitektur kawasan harus dipertahankan. Seri kuliah AOIP ini diharapkan menjadi katalis bagi pemikiran kritis yang menopang diplomasi kolektif.
Dr. Lili Yan Ing, Sekretaris Jenderal Asian Economic Panel sekaligus peneliti senior ERIA, menjelaskan bahwa forum ini bukan sekadar ajang seremonial. “Setiap sesi akan memetakan tantangan nyata yang dihadapi negara anggota dan merumuskan proyek kerja sama potensial, mulai dari pengembangan infrastruktur digital hingga mekanisme pembiayaan hijau bersama,” ungkapnya dalam diskusi panel pembuka.
Selain itu, ERIA juga menggandeng universitas dan lembaga riset di kawasan untuk membangun jaringan beasiswa dan pertukaran peneliti muda. Dengan cara ini, pemahaman tentang AOIP tidak hanya menjadi wacana elit, tetapi menyentuh generasi mendatang yang akan mewarisi kepemimpinan regional.
Dari Dialog ke Aksi: Peta Jalan Kolaborasi
ERIA–ASEAN AOIP Lecture Series dirancang dalam tiga fase selama dua tahun ke depan. Fase pertama berfokus pada identifikasi isu prioritas dan penyusunan baseline study. Fase kedua akan meluncurkan kertas kerja bersama ASEAN yang ditujukan langsung ke Sekretariat ASEAN. Pada fase ketiga, forum akan menyelenggarakan forum investasi untuk menarik minat mitra pembangunan mendanai proyek-proyek strategis yang lahir dari rekomendasi seri kuliah.
“Kita tidak ingin AOIP hanya menjadi dokumen deklaratif. Butuh kendaraan implementasi yang konkret, dan seri kuliah ini adalah salah satunya,” tambah Watanabe. Ia optimistis bahwa dengan pendekatan berbasis bukti, ASEAN mampu menawarkan model kerja sama alternatif yang mengedepankan keterbukaan, hukum internasional, dan kesejahteraan inklusif.
Peluncuran ini mendapat sambutan positif dari para duta besar negara mitra. Duta Besar Jepang untuk ASEAN menyatakan komitmen Tokyo mendukung inisiatif ini melalui dana kerja sama teknis. Sementara itu, perwakilan Uni Eropa dan Australia mengapresiasi langkah ERIA yang konsisten menjembatani riset dan kebijakan di kawasan.
Dengan seri kuliah ini, ERIA menegaskan perannya sebagai think-tank andalan ASEAN yang tidak hanya memproduksi riset, tetapi juga merawat dialog dan membangun konsensus di tengah dunia yang semakin terfragmentasi. Indo-Pasifik yang stabil dan sejahtera, menurut narasi yang dibangun, hanya mungkin tercapai jika ASEAN berdiri tegak di pusatnya, dengan bekal pengetahuan dan jejaring yang solid.
[SOCIAL_TWEET]: ERIA luncurkan Seri Kuliah AOIP untuk perkuat suara ASEAN di kancah Indo-Pasifik. Kolaborasi riset, dialog, dan aksi nyata demi kawasan yang terbuka dan inklusif. #ASEAN #AOIP #IndoPasifik #ERIA[SOCIAL_TG]: 🌐 ERIA luncurkan Seri Kuliah AOIP: wadah dialog baru buat jaga peran ASEAN di Indo-Pasifik. Kapan lagi kawasan kita yang pegang kendali?
Comments (0)