Dua Malam, Dua Cerita: Seafood Friday dan BBQ Saturday di Royal Palm
Langkah kaki itu berhenti sejenak di depan pintu restoran. Aroma laut yang gurih dan asap panggangan seolah menyambut dengan pelukan hangat. Di dalam, lampu temaram menari-nari memantul dari piring-pi...
Langkah kaki itu berhenti sejenak di depan pintu restoran. Aroma laut yang gurih dan asap panggangan seolah menyambut dengan pelukan hangat. Di dalam, lampu temaram menari-nari memantul dari piring-piring putih yang tertata rapi. Malam Jumat di Royal Palm Hotel Jakarta bukan sekadar malam biasa. Ia adalah awal dari perjalanan rasa yang akan membawa setiap tamu menyusuri kenangan.
Jumat: Pesta Seafood yang Menyentuh Kenangan
Di sudut ruangan, seorang ayah dengan sabar mengupitkan udang untuk putrinya yang berusia enam tahun. Matanya berbinar, seolah ikut merayakan momen kecil yang kelak akan menjadi cerita bagi si kecil saat dewasa. “Setiap kali mencium bau udang bakar begini, saya jadi ingat masa kecil di kampung nelayan,” ujarnya lirih, lebih kepada dirinya sendiri. Di atas meja, deretan seafood segar berjajar, mulai dari lobster berdaging tebal, cumi-cumi bertabur bumbu kuning, hingga kepiting saus Padang yang merah menyala. Semua adalah bagian dari pesta All You Can Eat Seafood Friday yang kembali hadir mulai 17 Juli 2026.
Para juru masak dengan cekatan mengangkat keranjang kerang dari panci kukus yang mengepul. Suara cangkang yang saling beradu berpadu dengan gelak tawa para tamu. Bagi mereka yang duduk di meja panjang, malam ini bukan tentang seberapa banyak yang bisa dimakan, melainkan tentang bagaimana setiap gigitan membangkitkan cerita lama. “Saya selalu bilang ke tim, masaklah sepenuh hati, sebab di setiap hidangan ada orang yang mungkin sedang merayakan sesuatu,” ungkap kepala dapur yang enggan disebut namanya, namun senyumnya merekah bangga. Ia percaya, seafood bukan sekadar santapan, melainkan pengikat antara manusia dan laut, antara kota dan rindunya pada pesisir.
Tak hanya udang dan kepiting, tiram segar yang disiram lemon menjadi primadona malam itu. Seorang tamu wanita separuh baya menutup mata sesaat setelah menyesapnya. “Rasanya seperti kembali ke masa muda, saat pertama kali mencicipi tiram di restoran kecil dekat pelabuhan,” katanya pada sang suami. Di sinilah magis Seafood Friday bekerja: ia tak hanya mengenyangkan, melainkan juga menghidupkan kembali potongan-potongan kisah yang mungkin sudah lama terkubur kesibukan.
Sabtu: Daging Panggang dan Kehangatan Kebersamaan
Pagi itu, bara api sudah menyala sejak matahari sepenggalah naik. Dapur sibuk sejak dini hari, mempersiapkan pesta BBQ Meat Saturday yang akan memanjakan para pencinta daging. Berbeda dengan malam sebelumnya, Sabtu menghadirkan aroma asap yang tebal, menusuk, dan sedikit liar. Di sini, yang berkuasa adalah potongan daging sapi pilihan, iga pendek yang direndam bumbu rahasia, serta sosis-sosis homemade yang meletup-letup di atas panggangan.
Seorang pria dengan celemek hitam berdiri di depan pemanggang besar. Ia bukan chef profesional, melainkan tamu yang mendapat kehormatan untuk membalik sendiri dagingnya, didampingi pemanggang andal hotel. “Ini pengalaman pertama saya memanggang langsung di restoran. Rasanya seperti sedang berkemah bersama keluarga di halaman belakang, tapi jauh lebih mewah,” tuturnya dengan tangan masih memegang capitan. Inilah yang dihadirkan BBQ Saturday: kehangatan do-it-yourself yang mendekatkan orang-orang, baik yang sudah saling kenal maupun yang baru bertemu di meja prasmanan.
Di meja sayuran sisi timur, seorang anak muda dengan telaten menyusun irisan paprika dan jamur di atas hot plate pribadinya. Di seberangnya, ibunya asyik mencocol daging panggang ke dalam saus chimichurri hijau yang segar. Momen itu sederhana, namun bagi mereka yang sibuk bergulat dengan rutinitas, Sabtu di Royal Palm adalah ruang untuk benar-benar hadir bagi satu sama lain. “Akhir pekan kami selalu habis di mal atau bioskop. Kali ini sengaja coba suasana baru. Ternyata memanggang bersama bisa jadi quality time yang menyenangkan,” ujar sang ibu.
Harga Spesial, Momen Tak Terlupakan
Mulai 17 Juli 2026, keduanya bisa dinikmati dengan harga spesial yang dirancang untuk menjangkau lebih banyak hati. Pihak hotel menyebut bahwa ini adalah bagian dari komitmen untuk menjadi tuan rumah bagi cerita-cerita hangat, bukan sekadar penyedia makanan. “Kami ingin setiap tamu pulang dengan membawa lebih dari sekadar perut kenyang. Ada tawa, ada kenangan, dan mungkin sedikit air mata haru,” ungkap manajer pelayanan, merujuk pada pasangan tua yang malam itu merayakan ulang tahun pernikahan ke-50 dengan piring seafood di hadapan mereka.
Pesta Seafood Friday dan BBQ Meat Saturday bukanlah sekadar promo musiman. Ia adalah panggung bagi perjalanan manusiawi, tempat para perantau menenangkan rindu akan masakan laut, ajang para sahabat melepas penat, dan ruang bagi para kekasih untuk menciptakan babak baru dalam buku cinta mereka. Di bawah lampu-lampu hangat Royal Palm Hotel, setiap Jumat dan Sabtu akan terus melahirkan kisah-kisah sederhana yang menyentuh hati.
Baca juga:
Comments (0)