Dua Korban Tewas Bentrok Adonara Flores Timur Telah Dimakamkan

Flores Timur, NTT — Dua dari tiga korban tewas akibat bentrokan berdarah yang terjadi di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Tim

Jul 19, 2026 - 08:08
0 0
Dua Korban Tewas Bentrok Adonara Flores Timur Telah Dimakamkan

Flores Timur, NTT — Dua dari tiga korban tewas akibat bentrokan berdarah yang terjadi di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah dimakamkan pada Sabtu (18/7). Proses pemakaman berlangsung secara khidmat di kampung halaman masing-masing korban, dihadiri oleh keluarga besar, tokoh adat, serta warga sekitar yang turut memberikan penghormatan terakhir.

Bentrokan yang menelan tiga korban jiwa tersebut dipicu oleh sengketa lahan yang telah berlangsung cukup lama di wilayah Adonara Timur. Perselisihan antarwarga yang semula hanya berupa perbedaan pendapat soal batas tanah, akhirnya memuncak menjadi aksi kekerasan fisik yang merenggut nyawa. Peristiwa tragis ini meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat setempat sekaligus menjadi perhatian serius bagi aparat keamanan dan Pemerintah Kabupaten Flores Timur.

Kronologi Pemakaman Korban

  1. Kedua jenazah terlebih dahulu disemayamkan di rumah duka masing-masing keluarga selama beberapa jam.
  2. Upacara adat khas Larantuka digelar sebagai bentuk penghormatan terakhir sesuai tradisi lokal.
  3. Ratusan warga dan keluarga besar hadir mengiringi prosesi pemakaman menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat.
  4. Tokoh agama memimpin doa bersama demi ketenangan arwah para korban.
  5. Aparat keamanan dari Polsek Adonara dan Koramil setempat melakukan penjagaan ketat di lokasi pemakaman untuk mencegah gesekan susulan.

Seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa proses pemakaman berlangsung tertib meskipun suasana duka masih menyelimuti warga.

"Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Tidak ada gunanya saling bermusuhan, apalagi sampai merenggut nyawa orang lain," ujar salah satu tokoh adat yang hadir dalam prosesi pemakaman.

Latar Belakang Sengketa Lahan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sengketa lahan di wilayah Adonara Timur bukan merupakan permasalahan baru. Perselisihan ini telah berlangsung selama bertahun-tahun antara dua kelompok masyarakat yang mengklaim kepemilikan atas sebidang tanah pertanian. Berbagai upaya mediasi telah dilakukan, baik oleh pemerintah desa, kecamatan, hingga tokoh agama, namun belum menemukan titik terang yang disepakati kedua belah pihak.

Insiden bentrokan terjadi ketika salah satu kelompok mencoba melakukan aktivitas pembukaan lahan yang dianggap kelompok lain sebagai wilayah klaim mereka. Situasi yang semula hanya berupa adu mulut, dengan cepat berubah menjadi aksi saling serang menggunakan senjata tajam. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat luka serius yang mereka derita, sementara beberapa lainnya mengalami luka ringan dan sedang.

Respons Aparat dan Pemerintah Daerah

Polsek Adonara bersama jajaran Polres Flores Timur segera melakukan penanganan di lokasi kejadian setelah menerima laporan dari warga. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan sejumlah barang bukti, serta memeriksa saksi-saksi mata untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara detail.

  • Penanganan medis: Korban luka langsung dievakuasi ke Puskesmas terdekat dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Larantuka untuk mendapatkan perawatan intensif.
  • Pengamanan lokasi: Personel gabungan TNI-Polri disiagakan di titik-titik rawan guna mencegah eskalasi bentrokan susulan.
  • Mediasi darurat: Pemerintah kecamatan bersama tokoh adat dan tokoh agama menggelar pertemuan dengan kedua kelompok untuk meredam ketegangan.
  • Penyelidikan aktif: Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan tengah menyelidiki kemungkinan adanya provokator di balik bentrokan tersebut.

Bupati Flores Timur melalui pernyataan singkatnya menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengusut tuntas kasus ini.

"Kami tidak akan mentolerir tindakan kekerasan yang mengganggu ketentraman masyarakat. Aparat akan bekerja secara profesional dalam menangani kasus ini," tegas salah satu pejabat pemerintah daerah dalam keterangan persnya.

Imbauan kepada Masyarakat

Kepolisian Resort Flores Timur mengeluarkan imbauan resmi agar seluruh masyarakat dapat menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Warga diminta untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya, terlebih di media sosial yang berpotensi memperkeruh suasana. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mempercayakan sepenuhnya proses penyelesaian sengketa kepada aparat berwenang melalui jalur hukum yang berlaku.

Sementara itu, salah satu korban tewas yang belum dimakamkan rencananya akan dimakamkan pada Minggu (19/7) setelah seluruh proses administrasi dan koordinasi dengan keluarga korban rampung. Keluarga besar korban masih menunggu kedatangan kerabat dari luar daerah untuk dapat mengikuti prosesi pemakaman secara bersama-sama.

Peristiwa bentrokan di Adonara Timur ini menambah daftar panjang konflik sosial yang terjadi di wilayah NTT sepanjang tahun ini. Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak bahwa penyelesaian sengketa secara damai melalui musyawarah mufakat harus selalu diutamakan demi menjaga keharmonisan hidup bermasyarakat.

[SOCIAL_TWEET]: Dua dari tiga korban tewas bentrokan Adonara Timur, Flores Timur, NTT telah dimakamkan Sabtu kemarin. Bentrokan dipicu sengketa lahan yang berlangsung bertahun-tahun. #Adonara #FloresTimur #Bentrokan [SOCIAL_TG]: ⚰️ Duka Adonara Timur: 2 korban bentrokan sengketa lahan telah dimakamkan. Polisi masih menyelidiki kasus ini. #AdonaraTimur #FloresTimur

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User