Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Raih Penghargaan SBBI Award 2026
Semarang — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi resmi menyabet penghargaan Impactful Regional Leadership dalam ajang SBBI Award 2026 yang digelar di Jakarta,
Semarang — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi resmi menyabet penghargaan Impactful Regional Leadership dalam ajang SBBI Award 2026 yang digelar di Jakarta, Jumat (17/7). Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas kepemimpinan Luthfi yang dinilai berhasil memadukan percepatan pembangunan berkelanjutan dengan penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di provinsi berpenduduk lebih dari 36 juta jiwa itu.
Malam Anugerah SBBI Award 2026
SBBI Award merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan oleh lembaga pemeringkat independen bidang tata kelola daerah. Tahun ini, dewan juri menetapkan tiga kategori utama: Impactful Regional Leadership, Inovasi Digital Tata Kelola, dan Pengelolaan Lingkungan Strategis. Ahmad Luthfi muncul sebagai kandidat terkuat di kategori pertama setelah melalui penilaian selama enam bulan yang mencakup analisis data statistik, indeks kepuasan publik, dan wawancara dengan pemangku kepentingan.
Ketua Dewan Juri SBBI Award, Dr. Retno Maharani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Jawa Tengah di bawah komando Luthfi mencatat lonjakan signifikan pada indeks pembangunan berkelanjutan daerah (IPBD) sebesar 17,3% dalam dua tahun terakhir, jauh di atas rata-rata nasional yang hanya 8,1%.
“Gubernur Luthfi tidak hanya pandai merencanakan, tetapi juga piawai mengeksekusi program yang langsung menyentuh kebutuhan warga, terutama di desa-desa. Pendekatannya inklusif dan berbasis data,” ujar Retno.
Pilar Pembangunan Berkelanjutan
Keberhasilan Luthfi bertumpu pada tiga pilar utama yang saling terintegrasi:
- Desa Mandiri Energi (DME): Program elektrifikasi berbasis mikrohidro dan surya di 1.200 desa pelosok, menghemat subsidi listrik hingga Rp 340 miliar per tahun.
- Sistem Pertanian Cerdas Iklim (SPCI): Penerapan teknologi irigasi tetes dan penggunaan varietas tahan kekeringan yang berhasil menaikkan produktivitas padi sebesar 22% meskipun curah hujan menurun akibat El Niño.
- Sampah Jadi Berkah: Insinerator skala kecil di 350 kecamatan yang tidak hanya mengurangi volume sampah ke TPA hingga 40% tetapi juga memproduksi listrik untuk penerangan jalan dan fasilitas umum.
Akumulasi dari ketiga pilar ini mempercepat penurunan emisi karbon sebesar 1,8 juta ton CO₂ ekuivalen sejak 2024, angka yang dicatat dalam laporan inventarisasi gas rumah kaca nasional.
UMKM Naik Kelas, Ekonomi Bergerak
Di sisi ekonomi kerakyatan, Luthfi meluncurkan “UMKM Go Global Jateng” pada triwulan pertama 2025. Program ini meliputi pelatihan ekspor, kurasi produk, dan pembiayaan lunak melalui Badan Kredit Desa (BKD) yang dikelola secara transparan. Hasilnya, pada akhir 2025 tercatat 12.400 pelaku UMKM baru berhasil menembus pasar luar negeri dengan total nilai ekspor mencapai Rp 1,2 triliun.
Tidak hanya ekspor, sinergi dengan marketplace lokal dan nasional juga digenjot. Platform “Pasar Digital Jateng” yang dibangun bersama BUMDes kini menampung lebih dari 350.000 produk dari 28.000 desa di 35 kabupaten/kota. Volume transaksi harian tembus Rp 8,6 miliar, tumbuh 240% dibandingkan tahun sebelumnya.
Muhammad Arif, pemilik usaha batik tulis asal Pekalongan yang berhasil menjual produknya ke pasar Eropa, mengaku sangat terbantu. “Dulu saya hanya bisa mimpi ekspor. Sekarang, dengan pelatihan dan bantuan kemasan dari Pemprov, pesanan dari Jerman datang rutin,” katanya saat ditemui usai acara.
Respon Gubernur dan Agenda ke Depan
Usai menerima penghargaan, Luthfi menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta dukungan penuh dari masyarakat. Ia menegaskan, penghargaan bukanlah tujuan akhir, melainkan momentum untuk mempercepat target peningkatan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) menjadi 74,5 pada 2028.
“Saya persembahkan penghargaan ini untuk seluruh warga Jateng. Tantangan ke depan masih banyak, terutama dalam menghadapi disrupsi digital dan perubahan iklim. Kami akan terus bekerja dengan prinsip no one left behind,” tegas Luthfi.
Ke depan, Pemprov Jateng akan fokus pada pengembangan ekonomi biru di kawasan pantura dan pembangunan kampus vokasi terintegrasi industri di lima kabupaten guna menyiapkan sumber daya manusia yang relevan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja global.
Penghargaan ini menambah daftar panjang prestasi Jateng di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi. Sebelumnya, provinsi ini juga meraih penghargaan “Provinsi Terinovatif” dari Kementerian Dalam Negeri pada 2025 serta predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK selama tiga tahun berturut-turut. Kini, mata publik tertuju pada sejauh mana penghargaan tersebut akan berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan warga menjelang Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2027.
[SOCIAL_TWEET]: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi raih penghargaan Impactful Regional Leadership di SBBI Award 2026! 🏆 Kinerja pembangunan berkelanjutan & penguatan UMKM jadi alasan utama. Apakah ini sinyal kuat menuju Pemilukada 2027? #AhmadLuthfi #SBBI2026 #UMKMJateng[SOCIAL_TG]: 🏅 Ahmad Luthfi, Gubernur Jateng, raih penghargaan “Impactful Regional Leadership” di SBBI Award 2026 berkat lompatan pembangunan berkelanjutan & pembinaan UMKM. Selamat!
Comments (0)