Suasana riuh penuh rasa penasaran memenuhi Gedung Wanita Santi Graha, Denpasar, selama dua hari berturut-turut pada 15 hingga 16 September 2026. Ratusan siswa-siswi mengenakan seragam sekolah berkumpul bukan untuk sekadar mendengarkan ceramah formal, melainkan menyelami dunia politik yang selama ini kerap dianggap rumit. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Denpasar mengambil langkah proaktif dengan menyasar generasi muda dari SMKN 1 Denpasar, SMKN 5 Denpasar, dan SLB Negeri 1 Denpasar demi mencetak pemilih pemula yang cerdas dan kritis.
Langkah ini diambil mengingat pemilih muda memiliki proporsi suara yang sangat signifikan dalam helatan demokrasi. Namun, pengetahuan dasar mengenai kapan tanggal pencoblosan atau siapa saja sosok di baliho kampanye dirasa belum cukup. Pelajar perlu dibekali kesadaran mendalam mengenai peran mereka dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia agar tetap berada di jalur yang benar.
Bukan Sekadar Datang ke TPS dan Coblos Gambar
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Anggota Bawaslu Kota Denpasar, Dewa Ayu Agung Manik Oktariani, menegaskan bahwa esensi pendidikan politik (dikpol) bagi generasi muda melampaui teknis pemungutan suara semata. Pemilih pemula dituntut untuk memahami bagaimana sebuah proses demokrasi dapat berjalan secara adil, jujur, dan berintegritas tinggi.
“Adik-adik nantinya akan menjadi pemilih pemula. Karena itu, jangan hanya mengetahui kapan pemilu dilaksanakan dan siapa yang dipilih, tetapi juga memahami bagaimana mereka bisa ikut menjaga proses pemilu agar berjalan dengan baik dan berintegritas,” tegas Ayu Manik saat memberikan pembekalan kepada para peserta.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan aktif generasi muda dalam pengawasan partisipatif adalah kunci untuk meminimalisasi kecurangan. Keberanian anak muda untuk peduli dan bersuara merupakan benteng utama dalam mengawal suara rakyat dari berbagai bentuk pelanggaran politik.
Menangkal Hoaks dan Menjadi Pemilih Kritis di Era Digital
Tantangan utama yang dihadapi generasi Z dan milenial saat ini adalah serbuan informasi di media sosial. Dalam era banjir informasi, arus disinformasi dan hoaks politik sangat mudah mengintervensi pikiran para pemilih muda. Oleh sebab itu, Bawaslu Denpasar menyajikan materi pengawasan partisipatif dengan studi kasus yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari siswa.
Para pelajar diajak untuk melatih daya kritis dan tidak telan mentah-mentah setiap narasi politik yang berseliweran di linimasa mereka. Sikap skeptis yang sehat sangat dibutuhkan sebelum mengambil keputusan di bilik suara kelak.
- Memeriksa Sumber Informasi: Memastikan setiap berita politik berasal dari media massa tepercaya atau lembaga resmi.
- Saring Sebelum Sharing: Menghentikan penyebaran informasi yang belum terverifikasi kebenarannya agar tidak memperkeruh suasana.
- Mengenali Bentuk Pelanggaran: Memahami praktis politik uang (money politics) dan ujaran kebencian di sekitar lingkungan sekolah maupun digital.
“Anak muda harus menjadi pemilih yang kritis. Jangan mudah percaya dengan informasi yang diterima, apalagi langsung ikut menyebarkannya. Cek dulu informasinya, lihat sumbernya, dan pastikan kebenarannya,” tambah Ayu Manik berpesan.
Ringkasan Kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik
Berikut adalah tabel perincian pelaksanaan kegiatan pendidikan politik yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kota Denpasar:
| Indikator | Detail Kegiatan |
|---|---|
| Penyelenggara | Bawaslu Kota Denpasar |
| Waktu Pelaksanaan | 15 – 16 September 2026 |
| Lokasi Utama | Gedung Wanita Santi Graha, Denpasar |
| Sekolah Peserta | SMKN 1 Denpasar, SMKN 5 Denpasar, & SLB Negeri 1 Denpasar |
| Fokus Materi | Pengawasan Partisipatif, Literasi Digital, & Integritas Pemilu |
Demokrasi Inklusif yang Merangkul Semua Golongan
Keterlibatan SLB Negeri 1 Denpasar dalam agenda ini juga menegaskan komitmen Bawaslu Denpasar dalam mewujudkan demokrasi yang inklusif. Hak politik adalah milik setiap warga negara tanpa kecuali, termasuk para penyandang disabilitas. Dengan pemahaman politik yang tepat, seluruh elemen pemilih pemula di Bali diharapkan mampu memanfaatkan hak pilih mereka secara mandiri, berani, dan bertanggung jawab demi masa depan bangsa.
Bawaslu Kota Denpasar menggelar sosialisasi pendidikan politik bagi pemilih pemula dari SMKN 1, SMKN 5, dan SLB Negeri 1 Denpasar pada 15-16 September 2026. Anggota Bawaslu Denpasar, Dewa Ayu Agung Manik Oktariani, menegaskan pentingnya pemilih muda yang kritis dalam menyaring berita bohong (hoaks) serta berani berpartisipasi menjaga integritas pemilu. Baca selengkapnya di artikel Beritaseputar.com!
Comments (0)