Sep 01, 2026
Bali

DENPASAR — Direktur Enterprise & Business Service Telkom Indonesia, Veranita Yosephine, tampil

Forum enterprise ignitePRO sendiri dirancang sebagai wadah diskusi intensif bagi para pemangku kepentingan industri telekomunikasi, teknologi, dan transfor

DENPASAR — Direktur Enterprise & Business Service Telkom Indonesia, Veranita Yosephine, tampil

Forum enterprise ignitePRO sendiri dirancang sebagai wadah diskusi intensif bagi para pemangku kepentingan industri telekomunikasi, teknologi, dan transformasi digital untuk bertukar wawasan mengenai tren terkini yang mengubah lanskap bisnis global. Dalam sesi tersebut, Veranita membahas secara komprehensif mengenai strategi Telkom dalam menghadirkan layanan end-to-end bagi segmen korporasi, mulai dari perusahaan raksasa multinasional hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang kini semakin agresif melakukan digitalisasi operasional.

Sebagai salah satu divisi dengan kontribusi signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan, unit Enterprise & Business Service Telkom terus menggenjot portofolio solusi yang tidak lagi terbatas pada konektivitas konvensional. Saat ini, lini bisnis tersebut telah berkembang mencakup layanan cloud computing, pusat data (data center), keamanan siber, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), serta platform digital kolaboratif yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik setiap industri vertikal.

Transformasi Digital Jadi Fokus Utama

Veranita menegaskan bahwa momentum transformasi digital yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir bukan sekadar tren sesaat, melainkan sebuah pergeseran paradigma fundamental dalam cara berbisnis. Oleh karena itu, Telkom menempatkan segmen enterprise sebagai garda terdepan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang ditargetkan mencapai nilai fantastis pada 2030 mendatang.

"Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi pelaku usaha untuk tetap kompetitif. Kami berkomitmen menghadirkan ekosistem digital yang inklusif, dari korporasi besar hingga UMKM, melalui portofolio solusi enterprise yang terintegrasi dan andal," ujar Veranita Yosephine dalam forum tersebut.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mempercepat adopsi teknologi. Telkom, menurutnya, tidak berupaya membangun segalanya secara mandiri, melainkan membuka kerja sama dengan berbagai mitra global dan lokal untuk memastikan bahwa setiap solusi yang dihadirkan benar-benar sesuai dengan konteks serta tantangan operasional yang dihadapi oleh para pelanggan korporasi di Indonesia.

BATIC 2026 Jadi Panggung Global

Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 merupakan salah satu konferensi telekomunikasi terbesar di kawasan Asia-Pasifik yang secara rutin mengumpulkan ratusan pelaku industri dari berbagai negara. Tahun ini, ajang tersebut tidak hanya membahas perkembangan infrastruktur fisik seperti kabel laut dan jaringan 5G, tetapi juga mempertajam perhatian pada layanan bernilai tambah (value-added services) yang menjadi mesin pertumbuhan baru operator telekomunikasi.

Dalam sesi enterprise ignitePRO, peserta diajak mempelajari berbagai studi kasus implementasi teknologi digital di sektor-sektor krusial seperti perbankan, manufaktur, perdagangan ritel, logistik, serta jasa kesehatan. Veranita menyoroti bahwa setiap sektor memiliki karakteristik unik yang memerlukan pendekatan kustomisasi, sehingga solusi one-size-fits-all tidak lagi relevan dalam konteks persaingan bisnis masa kini.

Selain itu, forum tersebut juga menjadi ajang bagi Telkom untuk memperkenalkan inovasi terbarunya di ranah enterprise digital platform. Di tengah persaingan ketat dengan penyedia layanan global, Telkom memanfaatkan keunggulan jaringan serat optik terluas di Indonesia yang menjangkau hingga pelosok daerah, sebagai fondasi utama dalam menyajikan layanan cloud dan edge computing dengan latensi rendah.

Dukungan untuk Ekosistem Nasional

Di sisi lain, Veranita juga menekankan peran strategis UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Ia mengungkapkan bahwa Telkom telah menyiapkan berbagai paket solusi digital yang terjangkau dan mudah diadopsi oleh pelaku usaha kecil, termasuk aplikasi manajemen bisnis, sistem pembayaran digital, serta platform marketplace yang terhubung langsung dengan ekosistem logistik dan permodalan.

Langkah tersebut sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan produktivitas UMKM melalui pemanfaatan teknologi, sekaligus memperkuat daya saing produk lokal di pasar domestik maupun internasional. Dengan lebih dari 65 juta unit usaha mikro yang tersebar di seluruh Indonesia, potensi pertumbuhan segmen ini dinilai sangat besar apabila didukung oleh infrastruktur digital yang merata dan berkualitas.

Berikut poin-poin kunci yang menjadi fokus pembahasan dalam forum ignitePRO:

  • Integrasi solusi AI dan otomasi untuk meningkatkan efisiensi operasional korporasi dan mengurangi biaya produksi jangka panjang.
  • Pengembangan infrastruktur edge computing guna mendukung aplikasi real-time seperti kecerdasan buatan, analitik data besar, serta kendali jarak jauh pada sektor industri.
  • Penguatan keamanan siber melalui layanan managed security services yang melindungi aset digital perusahaan dari ancaman dunia maya yang semakin canggih.
  • Program adopsi digital UMKM berbasis paket teknologi terjangkau yang mencakup konektivitas, aplikasi bisnis, dan literasi digital.
  • Kolaborasi ekosistem global untuk mempercepat inovasi dan memastikan transfer pengetahuan teknologi ke dalam negeri secara berkelanjutan.

Dengan berbagai inisiatif tersebut, Telkom berharap dapat memperkokoh posisinya sebagai pemain utama dalam pasar solusi enterprise di Asia Tenggara. Kehadiran Veranita Yosephine di BATIC 2026 tidak hanya mencerminkan kepercayaan pasar terhadap kemampuan Telkom, tetapi juga menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan plat merah tersebut terus beradaptasi dengan dinamika teknologi global demi mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.