Dedi Mulyadi Serahkan Bonus Rp1 Miliar untuk Persib Bandung
Rabu siang di Gedung DPRD Jawa Barat terasa berbeda. Di tengah kubah beton yang biasanya hanya bergema suara para wakil rakyat, kali ini ada gemuruh tepuk
Rabu siang di Gedung DPRD Jawa Barat terasa berbeda. Di tengah kubah beton yang biasanya hanya bergema suara para wakil rakyat, kali ini ada gemuruh tepuk tangan dan sorak kecil dari puluhan tamu undangan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyerahkan langsung bonus senilai Rp1 miliar kepada Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Glenn Sugita. Bukan sekadar seremoni penyerahan cek raksasa—ini adalah momen emosional yang merangkum kebanggaan, air mata, dan harapan satu provinsi akan sepak bola.
Dedi tiba dengan setelan kemeja putih, senyum mengembang. Di tangannya, sebuah cek simulasi berwarna hijau yang bertuliskan angka sembilan digit. Glenn Sugita yang berdiri di sampingnya, sesekali menghapus sudut mata. Mata berkaca-kaca itu bukan karena silau lampu kamera, melainkan karena perjalanan panjang yang baru saja Persib taklukkan: Juara Liga 1 musim 2025/2026.
Bonus yang Ditunggu, Janji yang Ditepati
Sebelumnya, saat Persib masih berjuang di fase grup hingga final, Dedi Mulyadi pernah berjanji: jika Maung Bandung keluar sebagai kampiun, pemerintah provinsi akan memberikan apresiasi besar. Kini janji itu dilunasi. “Saya tidak hadir cuma sebagai gubernur, tapi sebagai warga Jabar yang bangga,” ujar Dedi setelah penyerahan.
“Ini bukan sekadar uang. Ini adalah pengakuan bahwa perjuangan anak-anak tidak sia-sia. Mereka membawa nama Jawa Barat ke puncak, dan bonus Rp1 miliar ini hanyalah simbol kecil dari rasa terima kasih kami,” kata Dedi Mulyadi, suaranya sedikit bergetar.
Glenn Sugita menerima cek itu dengan hormat. Ia tahu, di balik lembaran itu ada janji pembangunan fasilitas latihan yang lebih baik dan kompensasi untuk staf serta pemain yang telah berjuang. “Bagi kami, ini lebih dari angka. Ini bukti bahwa pemerintah hadir, peduli, dan menganggap sepak bola bukan sekadar hiburan, tapi identitas,” katanya lirih.
Simbol Kebangkitan Ekonomi dan Sosial
Bonus Rp1 miliar memang bukan jumlah fantastis di era sepak bola modern, tapi dampaknya jauh melampaui nominal. Penjualan jersey, produksi merchandise, hingga perputaran uang di warung-warung sekitar stadion ikut terungkit sepanjang musim. Bagi Edi, seorang pedagang suvenir di sekitar Stadion Si Jalak Harupat, bonus ini seperti dilempar ke ekosistem kecil mereka.
“Saya yakin bonus ini bakal bikin tim makin semangat. Kalau Persib menang terus, dagangan saya laku. Pemerintah ngasih bonus, artinya mereka percaya sepak bola bisa jadi penggerak ekonomi rakyat,” ujar Edi, yang telah 10 tahun berjualan atribut Persib.
Pernyataan Edi mengonfirmasi bahwa uang Rp1 miliar yang diserahkan di lantai gedung DPRD itu punya arti luas: ia adalah benih kepercayaan yang diharapkan tumbuh menjadi geliat ekonomi kerakyatan. Gubernur Dedi Mulyadi sendiri menyebut bahwa pemberian ini adalah bagian dari strategi memuliakan prestasi agar lahir lebih banyak juara dari daerah.
Janji Manis untuk Masa Depan
Penyerahan bonus ini bukan sekadar seremoni sekali jalan. Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan menggandeng pihak swasta untuk membangun pusat pelatihan modern bagi Persib dan tim-tim muda Jawa Barat. Glenn Sugita pun menyambut dengan mata berbinar: “Kami ingin ini menjadi titik balik, bukan hanya untuk Persib tapi juga sepak bola Jabar. Mudah-mudahan ke depan, tak hanya pemain senior yang bersinar, tapi juga anak-anak dari pelosok Garut, Tasik, atau Pangandaran bisa punya mimpi yang sama.”
Satu bait janji baru telah tertulis. Dan bagi ribuan bobotoh yang menyaksikan via layar kaca maupun yang memadati jalan sekitar gedung DPRD, hari itu bukan hanya tentang uang—tapi tentang cinta satu daerah yang diwujudkan dalam sebuah cek besar, sebuah jabat tangan hangat, dan harapan yang tak lagi abstrak.
Comments (0)