Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Buruh Pabrik Hampir Tertipu Hoax BSU Rp25 Juta

Siti Rahayu (38) nyaris tak bisa tidur selama dua malam. Buruh pabrik tekstil di Karawang itu menemukan sebuah unggahan di Facebook yang membuat jantungnya

Jul 09, 2026 - 13:50
0 0
Buruh Pabrik Hampir Tertipu Hoax BSU Rp25 Juta

Siti Rahayu (38) nyaris tak bisa tidur selama dua malam. Buruh pabrik tekstil di Karawang itu menemukan sebuah unggahan di Facebook yang membuat jantungnya berdebar kencang. Tertulis dalam unggahan itu, pemerintah membuka pendaftaran Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 25 juta per penerima. Ia pun mulai membayangkan melunasi utang kontrakan yang menunggak tiga bulan.

"Saya langsung klik link-nya. Disuruh isi data diri, NIK, nomor rekening, sampai foto KTP. Saya sudah hampir kirim, tapi anak saya yang kuliah semester akhir bilang, 'Ibu jangan dulu, cek dulu kebenarannya'," kenang Siti, suaranya bergetar. Malam itu, ia batal mengirim data. Esok harinya, ia baru tahu bahwa informasi itu hanyalah tipuan.

Jejak Hoax yang Menyasar Harapan

Klaim pendaftaran BSU sebesar Rp 25 juta per penerima ramai beredar di media sosial. Unggahan itu dilengkapi tangkapan layar seolah berasal dari laman resmi pemerintah, lengkap dengan logo kementerian dan tombol "Daftar Sekarang". Namun penelusuran Liputan6.com memastikan: informasi tersebut palsu.

Berdasarkan kebijakan yang sebenarnya, program BSU hanya menyasar pekerja dengan gaji di bawah Rp 3,5 juta per bulan, dengan nominal bantuan Rp 600.000 yang dicairkan satu kali. Data penyalurannya pun diambil langsung dari BPJS Ketenagakerjaan, bukan melalui pendaftaran mandiri. Artinya, siapa pun yang menerima tautan pendaftaran dengan iming-iming jutaan rupiah, hampir pasti sedang berhadapan dengan modus penipuan.

Ketika Informasi Palsu Menjadi Komoditas

Fenomena ini bukan sekadar soal hoax. Di balik setiap unggahan palsu semacam itu, ada mekanisme phishing yang mengincar data pribadi. Nama, NIK, alamat, hingga nomor rekening bisa disalahgunakan untuk pinjaman online ilegal atau pencurian identitas. Bagi korban, dampaknya bisa jauh lebih panjang daripada sekadar kekecewaan sesaat.

"Banyak korban yang baru sadar ketika tiba-tiba ada tagihan pinjol padahal mereka tidak pernah mengajukan. Data yang mereka serahkan secara sukarela lewat link palsu itu menjadi pintu masuk," ujar Adi Nugroho, seorang peneliti keamanan digital yang mendampingi kasus-kasus penipuan daring.

Yang lebih memprihatinkan, hoax semacam ini justru paling cepat menyebar di kalangan masyarakat dengan literasi digital rendah. Mereka yang paling membutuhkan bantuan justru menjadi sasaran paling rentan.

Fakta Seputar BSU

Untuk mencegah lebih banyak korban, berikut fakta penting yang perlu diketahui:

  • BSU tidak memerlukan pendaftaran. Penerima ditentukan dari data BPJS Ketenagakerjaan yang tervalidasi.
  • Besaran bantuan Rp 600.000 per penerima, bukan puluhan juta rupiah.
  • Syarat penerima adalah pekerja peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dengan gaji di bawah Rp 3,5 juta.
  • Pencairan dilakukan melalui rekening bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) yang sudah terverifikasi.

Dari Siti, untuk Semua Buruh

Hari ini, Siti memilih tidak diam. Ia menceritakan pengalamannya di grup WhatsApp sesama buruh, bahkan menempelkan tangkapan layar hoax itu dengan tulisan tangan: "Hati-hati, ini penipuan."

"Saya malu sempat percaya. Tapi lebih malu lagi kalau diam saja, nanti ada teman yang jadi korban. Uang Rp 25 juta itu besar sekali, tapi kehilangan data diri lebih menakutkan," ujar Siti.

Kisah Siti dan ribuan buruh lain yang hampir tertipu menjadi pengingat bahwa di tengah himpitan ekonomi, harapan bisa menjadi celah bagi kejahatan. Satu klik yang ceroboh bisa berarti kehilangan lebih banyak ketimbang yang dijanjikan.

Jika Anda menemukan informasi serupa, jangan terburu-buru percaya. Periksa kebenarannya melalui kanal resmi pemerintah, atau laporkan tautan mencurigakan ke aduannomor.id dan patrolisiber.id.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User