Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Bocah di Batam Dianiaya Ibu Tiri hingga Luka dan Mata Lebam

Batam - Kasus dugaan kekerasan terhadap anak kembali mencuat di wilayah Batam, Kepulauan Riau. Seorang anak perempuan berinisial A yang baru berusia 9 tahun diduga menjadi korban penganiayaan oleh ib

Jul 08, 2026 - 05:49
0 0
Bocah di Batam Dianiaya Ibu Tiri hingga Luka dan Mata Lebam

Batam - Kasus dugaan kekerasan terhadap anak kembali mencuat di wilayah Batam, Kepulauan Riau. Seorang anak perempuan berinisial A yang baru berusia 9 tahun diduga menjadi korban penganiayaan oleh ibu tirinya sendiri. Peristiwa memilukan ini terungkap setelah sejumlah kejanggalan pada luka korban terlihat oleh rekan sesama komunitas driver ayah korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media kami, awal mula terungkapnya kasus ini berawal dari unggahan foto sang ayah di grup WhatsApp komunitas driver di Batam. Dalam unggahan tersebut, ayah korban menginformasikan bahwa anaknya sedang sakit akibat terjatuh di area dekat kamar mandi. Ia pun meminta doa untuk kesembuhan anaknya yang saat itu terlihat lemah dengan sejumlah luka di wajah.

Namun, salah satu anggota komunitas yang melihat foto tersebut merasakan ada keanehan. Luka dan lebam yang terlihat di bagian mata serta wajah korban dinilai tidak wajar jika hanya disebabkan oleh insiden jatuh biasa. Rasa curiga itu pun mendorong rekan ayah korban untuk melakukan pengecekan langsung ke rumah yang bersangkutan.

Orang Tua Sempat Membantah

Saat pertama kali didatangi oleh pihak yang menaruh curiga, baik ayah kandung maupun ibu sambung korban kompak memberikan pernyataan yang sama. Keduanya bersikeras menyebut bahwa luka-luka yang dialami anak tersebut murni akibat kecelakaan. Keduanya menepis segala tuduhan dan membantah telah melakukan tindak kekerasan dalam bentuk apa pun terhadap A.

"Awalnya mereka tidak mengakui telah terjadi kekerasan di dalam rumah tersebut, dan tetap bersikukuh bahwa korban hanya jatuh," jelas keterangan yang diterima media kami dari pihak yang mengetahui kejadian tersebut.

Kecurigaan tetap berlanjut. Pihak yang datang kemudian mencoba mengambil langkah persuasif dengan mengajak korban berbicara secara terpisah, jauh dari jangkauan ayah dan ibu tirinya. Strategi ini membuahkan hasil. Saat diajak keluar dan merasa lebih leluasa, bocah perempuan berusia 9 tahun itu akhirnya membuka suara. Secara polos, A mengaku bahwa luka-luka yang membekas di tubuh dan matanya tersebut bukan disebabkan oleh jatuh, melainkan akibat pukulan yang dilakukan oleh ibu sambungnya.

Kondisi Korban dan Penanganan Kasus

Pengakuan mengejutkan dari mulut korban langsung membuka tabir kebenaran di balik laporan sakit yang selama ini ditutupi. Mata korban yang lebam dan sejumlah luka di bagian tubuhnya menjadi bukti bisu tindakan kejam yang dialaminya di lingkungan yang seharusnya menjadi tempat paling aman untuk tumbuh besar. Kini, peran aparat penegak hukum serta pihak perlindungan anak sangat dinantikan untuk segera turun tangan menangani kasus ini.

Kasus kekerasan domestik terhadap anak di bawah umur seperti ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat luas akan pentingnya kepekaan lingkungan sekitar. Intervensi cepat dari rekan komunitas sang ayah patut diapresiasi karena berhasil menyelamatkan A dari potensi penganiayaan lanjutan yang mungkin bisa berakibat lebih fatal. Saat ini, media kami masih terus menggali lebih dalam mengenai langkah hukum yang akan diambil serta kondisi pemulihan psikologis korban yang tentu saja memerlukan pendampingan intensif pasca-trauma.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
galih-pratama

Editor Gaya Hidup. Editor tren, komunitas, dan gaya hidup.

Comments (0)

User