Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

BI Rate Naik Lagi, Bos Bank Mandiri Buka Suara soal Bunga Kredit

BERITASEPUTAR.COM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. Langkah ini diambil untuk mendorong penguatan nilai tukar r

Jul 08, 2026 - 00:46
0 0
BI Rate Naik Lagi, Bos Bank Mandiri Buka Suara soal Bunga Kredit

BERITASEPUTAR.COM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. Langkah ini diambil untuk mendorong penguatan nilai tukar rupiah yang masih menghadapi tekanan eksternal. Kenaikan suku bunga acuan tersebut merupakan yang kedua dalam tahun ini setelah sebelumnya pada Agustus 2025 BI Rate juga dinaikkan 25 bps ke level 5,50%.

Respons Awal Bank Mandiri

Menanggapi keputusan otoritas moneter itu, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Riduan angkat bicara. Riduan menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan pasar sebelum memutuskan penyesuaian suku bunga kredit. "Kami masih mencermati dinamika pasar dan likuiditas perbankan sebelum mengambil langkah," kata Riduan di sela acara Investor Daily Summit 2025.

"Kami masih mencermati perkembangan pasar."

Menurut Riduan, penentuan bunga kredit tidak bisa dilakukan secara reaktif terhadap kenaikan BI Rate. Bank harus memperhitungkan struktur dana yang dihimpun dari masyarakat serta dampaknya terhadap permintaan kredit. Bank Mandiri saat ini masih mempertahankan suku bunga kredit di level yang relatif stabil, tetapi bukan berarti tidak akan berubah.

Ketergantungan pada Dana Masyarakat

Riduan kemudian mengungkapkan faktor kunci yang akan menentukan kebijakan suku bunga kredit ke depan. Ia mengatakan, menaikkan bunga kredit sangat bergantung pada upaya bank dalam mendapatkan dana dari masyarakat. Jika biaya dana atau cost of fund meningkat signifikan, maka penyesuaian suku bunga kredit menjadi tak terelakkan.

"Menaikkan bunga kredit akan bergantung pada upaya bank mendapatkan dana dari masyarakat."

Saat ini, nasabah deposan mulai merasakan angin segar dengan imbal hasil yang sedikit lebih tinggi. Sejumlah bank, termasuk Bank Mandiri, telah menaikkan suku bunga deposito sekitar 10–15 bps dalam beberapa pekan terakhir. Likuiditas bank masih terbilang cukup, namun jika tren kenaikan suku bunga acuan berlanjut, margin bunga bersih (NIM) perbankan berpotensi tergerus.

Potensi Dampak bagi Kreditur

Dengan BI Rate di level 5,75%, nasabah kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor bersiap menghadapi potensi lonjakan cicilan. Para analis memperkirakan perbankan akan menaikkan suku bunga kredit secara bertahap dalam 1–2 bulan ke depan. "Biasanya perbankan menunggu sekitar 4–6 minggu untuk menyesuaikan bunga kredit demi menjaga permintaan," ujar ekonom senior David Sumual yang dihubungi terpisah.

Bank Mandiri mengaku telah menyiapkan berbagai skenario untuk merespons kenaikan BI Rate. Hingga kuartal III-2025, portofolio kredit Bank Mandiri tumbuh 10,5% menjadi sekitar Rp1.200 triliun. Kenaikan suku bunga acuan tidak lantas membuat bank mengerem ekspansi kredit, namun kehati-hatian dalam penyaluran kredit akan ditingkatkan.

Pasar kini menanti langkah konkret dari Bank Mandiri sebagai salah satu bank BUMN terbesar. Keputusan mereka akan menjadi acuan bagi pelaku industri lainnya. Sementara itu, Gubernur BI Perry Warjiyo berulang kali menekankan bahwa kenaikan BI Rate semata-mata untuk menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan ekspektasi inflasi. "Rupiah yang stabil adalah fondasi bagi pertumbuhan kredit berkelanjutan," tegasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
galih-pratama

Editor Gaya Hidup. Editor tren, komunitas, dan gaya hidup.

Comments (0)

User