BCA Bekali Pengelola Desa Wisata Labuan Bajo Keahlian Gastronomi
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menggelar workshop wisata gastronomi bagi para pengelola Desa Bakti BCA di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini me
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menggelar workshop wisata gastronomi bagi para pengelola Desa Bakti BCA di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat berkelanjutan yang dirancang untuk mengoptimalkan potensi wisata kuliner lokal.
Pendekatan End-to-End Gastronomi
Workshop yang berlangsung selama tiga hari ini mengusung konsep penyajian gastronomi end-to-end. Peserta diajak memahami seluruh rantai nilai kuliner, mulai dari pemilihan bahan baku lokal segar, teknik pengolahan higienis, hingga seni penataan hidangan (plating) yang menarik.
"Kami ingin wisatawan tidak hanya menikmati keindahan Labuan Bajo, tetapi juga pengalaman kuliner autentik yang berkelas,"ujar EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, yang turun langsung dalam pelatihan tersebut.
Empat Pilar Pelatihan
- Identifikasi Bahan Baku Unggulan: Pemetaan komoditas lokal seperti ikan bakar khas, sambal lu'at, dan jagung bose yang bisa diangkat sebagai menu andalan.
- Teknik Memasak Modern: Pelatihan memasak dengan standar kebersihan dan penyajian restoran, tanpa menghilangkan cita rasa tradisional.
- Food Photography & Styling: Cara memotret hidangan untuk promosi media sosial dan marketplace wisata.
- Manajemen Usaha Kuliner: Pembekalan penghitungan harga pokok, pengemasan, dan strategi pemasaran digital.
Kolaborasi dengan Chef Profesional
BCA menggandeng chef profesional dari Bali dan Jakarta untuk memberikan demonstrasi langsung. Salah satu menu yang dikembangkan adalah "Gohu Ikan Labuan"—hidangan mentah khas Maluku Utara yang dimodifikasi dengan ikan tuna lokal dan dressing jeruk nipis. Menu ini mendapat respons positif dari para peserta karena mudah direplikasi dan memiliki tampilan mewah.
Kepala Desa Bakti BCA Batu Cermin, Maria Goreti, mengaku pelatihan ini membuka wawasan baru.
"Selama ini kami hanya menjual makanan seadanya. Sekarang kami tahu cara membuat tampilannya lebih menggugah selera dan bisa dijual dengan harga lebih baik,"katanya. Setiap kelompok desa diwajibkan membuat proposal usaha kuliner pada hari terakhir, dan tiga proposal terbaik akan mendapat pendampingan intensif serta akses permodalan mikro dari BCA.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif Desa Bakti BCA yang telah berjalan di 50 desa di seluruh Indonesia. Di Labuan Bajo sendiri, BCA mendampingi 5 desa binaan dengan fokus ekowisata bahari dan kuliner. Targetnya, pada akhir 2026, setiap desa mampu mengoperasikan usaha gastronomi mandiri yang bisa menyerap 20–30 tenaga kerja lokal dan menjadi pemasok tetap untuk hotel serta restoran di kawasan pariwisata super prioritas.
[SOCIAL_TWEET]: BCA gelar workshop gastronomi end-to-end di Labuan Bajo. Dari bahan lokal sampai plating cantik, siap-siap kuliner desa binaan makin naik kelas! #BCA #BaktiBCA #GastronomiLabuanBajo #UMKMGastronomi[SOCIAL_TG]: 🍽️ BCA bikin gebrakan di Labuan Bajo! Pengelola desa wisata dilatih gastronomi biar masakan lokal makin kece. Plating ala restoran, rasa autentik NTT. Keren!
Comments (0)