BBM Subsidi Langka, Antrean SPBU di Medan Meluas
Warga Kota Medan dan sekitarnya dihebohkan dengan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar yang terjadi sejak Senin, 19 Juni 2
Warga Kota Medan dan sekitarnya dihebohkan dengan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar yang terjadi sejak Senin, 19 Juni 2026. Hingga Rabu, 21 Juni 2026, antrean panjang masih terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di berbagai titik, seperti Jalan Sisingamangaraja, Jalan Asrama, dan Jalan Kapten Muslim. Pertamina menegaskan stok BBM subsidi aman dan tengah mengebut distribusi, namun warga merasakan dampak langsung: keterlambatan aktivitas dan kenaikan tuntutan transportasi.
Kronologi Kelangkaan
Peristiwa kelangkaan mulai terdeteksi pada Senin pagi ketika pengemudi ojek online laporan SPBU terdekat tidak melayani pembelian Pertalite. Dalam waktu 24 jam, antrean mencapai panjang hingga 500 meter. Berikut urutan kejadian penting:
- Senin, 19 Juni 2026, pukul 07.00 WIB: Pengendara sepeda motor di SPBU Titi Kuning mulai kesulitan mendapatkan Pertalite. Petugas SPBU menyebutkan keterlambatan pasokan dari depot.
- Senin, 19 Juni 2026, pukul 13.00 WIB: Keluhan meluas ke grup WhatsApp komunitas ojek online. Solar juga langka di SPBU di kawasan Medan Marelan.
- Selasa, 20 Juni 2026, pukul 09.00 WIB: Antrean kendaraan roda empat di SPBU Jalan Asrama mencapai 2 kilometer. Polisi lalu lintas dikerahkan untuk mengurai kemacetan.
- Selasa, 20 Juni 2026, pukul 16.00 WIB: Pertamina merilis pernyataan resmi yang membantah stok langka dan menjanjikan penambahan truk tangki pengiriman.
- Rabu, 21 Juni 2026, pukul 07.00 WIB: Sebagian SPBU masih sepi pasokan. Warga kampung di Deli Serdang mengaku harus pergi ke SPBU di kota hingga 10 km.
Pernyataan Pertamina
“Kuota BBM subsidi untuk wilayah Sumatera Utara masih sesuai alokasi. Kami tidak melakukan pengurangan. Hanya ada keterlambatan distribusi akibat perbaikan infrastruktur di depot Medan Group. Saat ini kami mengebut dengan menambah 20 truk tangki pengiriman,” ujar Agus Setiawan, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara.
Pertamina juga merilis data operasional: total stok Pertalite di Terminal BBM Medan Group mencapai 14.000 kiloliter per 20 Juni 2026, atau setara dengan kebutuhan 10 hari ke depan. Namun, warga di lapangan belum merasakan pemulihan.
Dampak di Lapangan
Kelangkaan BBM subsidi memicu efek berantai. Tarif ojek online naik karena pengemudi harus mengantre berjam-jam. Minimarket terpaksa membatasi jam operasional. Seorang pengemudi angkot, Sukiman (45), mengeluh:
“Saya harus berangkat jam 4 subuh supaya kebagian BBM. Kalau telat, pendapatan sehari habis untuk antre. Parahnya, SPBU malah sering tutup saat saya sampai.”
Data dari Dinas Perhubungan Kota Medan mencatat 122 kasus keterlambatan bus sekolah pada Selasa akibat antrean BBM. Beberapa sekolah bahkan menghentikan sementara kegiatan luar ruangan.
Upaya Pemerintah Daerah
Wali Kota Medan, Zainal Arifin, memanggil Pertamina dan menggelar rapat koordinasi pada Rabu siang. Pemerintah kota mengusulkan penambahan titik SPBU khusus angkutan umum. Namun, pelaksanaan masih menunggu izin Pertamina.
Kesimpulan Sementara
Meskipun Pertamina memastikan stok aman, kelangkaan di lapangan menunjukkan adanya masalah pada rantai distribusi. Warga berharap antrean segera terurai. Pertamina menargetkan normalisasi pasokan dalam 48 jam ke depan.
[SOCIAL_TWEET]: Kelangkaan BBM subsidi di Medan makin parah! Antrean panjang hingga 2 km. Pertamina klaim stok aman, warga rasakan beda. #BBMsubsidi #Medan #AntreanBBM[SOCIAL_TG]: ⛽ Kelangkaan BBM subsidi di Medan makin parah! Antrean panjang hingga 2 km. Pertamina klaim stok aman, warga tetap waswas. Baca selengkapnya di Beritaseputar.com
Comments (0)