Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Bayi Baru Lahir Meninggal di RSUD Bima, Keluarga Sebut Terkendala Administrasi BPJS

Bima, Beritaseputar.com – Duka mendalam menyelimuti pasangan Arif Rahman (28) dan Fitriani (20) asal Desa Tolo Uwi, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima. Bayi laki-laki mereka yang baru berusia dua hari

Jul 06, 2026 - 14:16
0 1
Bayi Baru Lahir Meninggal di RSUD Bima, Keluarga Sebut Terkendala Administrasi BPJS

Bima, Beritaseputar.com – Duka mendalam menyelimuti pasangan Arif Rahman (28) dan Fitriani (20) asal Desa Tolo Uwi, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima. Bayi laki-laki mereka yang baru berusia dua hari harus mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima. Pihak keluarga menduga, lambatnya penanganan medis terjadi karena proses administrasi yang mengharuskan pasien terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan terlebih dahulu.

Kronologi Rujukan dari Puskesmas

Berdasarkan keterangan Ahyar, perwakilan keluarga, bayi tersebut lahir dengan selamat di Puskesmas Monta pada Jumat (19/6) sore. Namun, kondisi kesehatan bayi menurun drastis tidak lama setelah persalinan. Tim medis puskesmas kemudian memberikan penanganan awal dan memutuskan merujuk bayi tersebut ke RSUD Bima untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

Sesampainya di RSUD Bima, bayi itu sempat menerima tindakan darurat dari tim medis. Sayangnya, keberlanjutan penanganan berikutnya menemui hambatan. Masalah muncul karena pasien belum tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan, sehingga proses administrasi menghambat akses terhadap layanan dan obat yang seharusnya segera diberikan.

“Penanganannya terkendala karena pasien belum terdaftar BPJS. Kami mencoba mengurus, tetapi tetap saja waktu berlalu dan kondisi bayi terus memburuk,” ujar Ahyar saat dihubungi Beritaseputar.com, Sabtu (20/6).

Tanggapan Pihak RSUD Bima

Menanggapi kejadian ini, pihak RSUD Bima akhirnya buka suara. Melalui pernyataan resmi yang diterima media kami, rumah sakit mengungkapkan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa keluarga tersebut. Pihak manajemen RSUD Bima menjelaskan bahwa mereka selalu mengedepankan penanganan pasien dalam kondisi darurat tanpa memandang status kepesertaan BPJS.

Seorang pejabat RSUD Bima yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, dalam kasus kegawatdaruratan, semua pasien tetap mendapatkan pelayanan prioritas. Prosedur administrasi bisa dilakukan secara paralel atau setelah kondisi pasien stabil. “Kami akan melakukan evaluasi internal terkait alur koordinasi di lapangan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar pejabat tersebut.

Tim medis RSUD Bima juga menyebutkan bahwa kondisi bayi memang sudah sangat lemah ketika tiba di rumah sakit. Penyebab pasti kematian masih menunggu hasil audit medis dan pemeriksaan lebih lanjut. Meski demikian, isu lambatnya penanganan akibat kendala BPJS tetap menjadi sorotan utama dari pihak keluarga.

Kasus ini memicu diskusi di kalangan masyarakat Bima tentang pentingnya kemudahan akses layanan kesehatan darurat tanpa sekat birokrasi. Banyak pihak berharap agar prosedur administrasi rumah sakit dapat disederhanakan, terutama dalam situasi gawat darurat yang menyangkut nyawa bayi dan anak-anak. Beritaseputar.com akan terus memantau perkembangan hasil investigasi internal RSUD Bima dan kemungkinan langkah mediasi antara pihak rumah sakit dan keluarga korban.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
galih-pratama

Editor Gaya Hidup. Editor tren, komunitas, dan gaya hidup.

Comments (0)

User