Napas lega para petugas pemadam kebakaran usai menjinakkan si jago merah di Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, mendadak berubah menjadi kepanikan. Bukan karena munculnya titik api baru, melainkan armada tempur andalan mereka justru mendadak lumpuh total di tengah jalan saat melintas di depan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Buleleng, Jalan Dahlia.
Insiden nahas ini menimpa truk pemadam kebakaran jenis Borneo. Di tengah perjalanan pulang menuju markas komando, komponen mekanis penggerak kendaraan mendadak terlepas dan jatuh ke aspal. Akibatnya, roda belakang terkunci rapat hingga membuat kendaraan bertonase besar itu tak berdaya dan harus dievakuasi dengan cara didorong oleh armada lain.
Kronologi Lepasnya Poros Penggerak Pompa
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Buleleng, I Gede Arya Suardana, menjelaskan bahwa kerusakan fatal terjadi pada bagian poros as panjang yang terhubung langsung dengan sistem Power Take-Off (PTO). Sistem ini merupakan jantung mekanis yang bertugas mengalirkan tenaga dari putaran mesin utama menuju pompa semprot air.
"Ini as panjang yang berhubungan dengan PTO. Alat untuk menyemprotkan air itu dari mesin," ungkap Arya saat memberikan keterangan kepada awak media.
Tanpa keberadaan poros penghubung tersebut, truk pemadam tidak hanya kehilangan daya dorong pada roda belakangnya, tetapi juga kehilangan fungsi utamanya sebagai unit penyemprot air bertekanan tinggi dalam operasi pemadaman.
Drama Komponen Langka yang Diduga Dibawa Kabur
Kondisi darurat ini kian runyam ketika petugas menyadari komponen logam berbentuk tabung dengan panjang sekitar 50 sentimeter itu raib dari lokasi kejadian. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata di sekitar Jalan Dahlia, besi penggerak tersebut diduga kuat telah dipungut oleh seorang pemuda tak dikenal yang melintas mengendarai sepeda motor.
Pencarian suku cadang ini menjadi misi yang sangat krusial sekaligus pelik bagi Damkarmat Buleleng. Pasalnya, armada Borneo tersebut merupakan kendaraan operasional uzur keluaran tahun 1992. Mencari suku cadang orisinal untuk kendaraan berusia lebih dari tiga dekade bukanlah perkara gampang di pasaran otomotif saat ini.
| Identifikasi Masalah | Detail Teknis Armada |
|---|---|
| Jenis Kendaraan | Truk Pemadam Borneo (Tahun 1992) |
| Komponen Rusak/Hilang | Poros As Panjang Penghubung Sistem PTO (~50 cm) |
| Dampak Kerusakan | Roda belakang lumpuh, pompa semprot air mati total |
| Tingkat Kesulitan Suku Cadang | Sangat Tinggi (Langka di pasar domestik) |
Imbauan Kemanusiaan untuk Warga
Hilangnya armada uzur ini tentu menjadi pukulan berat bagi kesiapsiagaan bencana di wilayah Buleleng. Keterbatasan jumlah unit yang laik jalan menuntut setiap armada yang ada harus selalu dalam kondisi prima melayani masyarakat. Pihak Damkarmat pun secara terbuka mengetuk pintu hati warga yang mungkin secara sengaja atau tidak sengaja telah mengambil komponen penting tersebut.
"Kalau ada warga yang menemukan atau sempat mengambilnya, kami sangat memohon agar dapat dikembalikan ke markas komando kami. Komponen itu sangat vital untuk keselamatan publik," pungkas Arya dengan nada penuh harap.
Kejadian ini sekaligus menjadi cermin nyata mengenai urgensi peremajaan armada operasional penyelamatan di berbagai daerah, di mana keselamatan warga sering kali masih bertumpu pada mesin-mesin tua peninggalan era 90-an.
Armada pemadam kebakaran jenis Borneo (1992) milik Damkarmat Buleleng mengalami kerusakan fatal usai poros penggerak PTO lepas di jalan. Komponen vital berukuran 50 cm itu kini raib dan sangat sulit dicari penggantinya di pasaran. Petugas mengimbau warga yang mengambil untuk segera mengembalikannya demi kelancaran tugas kemanusiaan.
Comments (0)