Halo Pembaca Beritaseputar.com! Suasana riuh dan hiruk-pikuk aktivitas jual beli kini kembali menyelimuti Pasar Kumbasari, Kota Denpasar. Tepat setahun setelah diterjang bencana banjir bandang dahsyat yang melumpuhkan perekonomian lokal, para pedagang akhirnya resmi memboyong kembali barang dagangan mereka ke lokasi semula. Kembalinya geliat ekonomi ini menjadi angin segar bagi warga lokal, namun kini dibarengi komitmen ketat terkait mitigasi dan kesiapsiagaan bencana agar musibah serupa tak lagi memakan kerugian besar.
Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, I Wayan Suadi Putra, menegaskan bahwa peristiwa banjir bandang setahun lalu bukanlah sekadar musibah yang dilupakan begitu saja. Peristiwa kelam tersebut justru menjadi bahan evaluasi dan introspeksi diri menyeluruh bagi pengelola pasar maupun para pedagang yang menggantungkan hidupnya di kawasan tersebut.
“Setahun bencana berlalu menjadi pelajaran dan introspeksi diri terhadap persoalan mitigasi bencana. Tidak boleh dianggap sepele,” ujar Suadi Putra.
Kronologi Pemulihan dan Relokasi Pedagang Pasar Kumbasari
Proses pemulihan aktivitas perdagangan di kawasan ini melewati sejumlah tahapan sistematis yang dirancang oleh pengelola pasar dan instansi terkait demi memastikan keamanan dan kerapian area:
- Terjadinya Bencana Banjir Bandang: Setahun lalu, banjir bandang meluap dan merusak sarana prasarana Pasar Kumbasari, sehingga aktivitas perdagangan harus dihentikan demi keselamatan.
- Relokasi Darurat ke Pasar Badung: Untuk menyambung mata pencaharian warga, sebanyak 346 potensi pedagang (baik pedagang pagi maupun sore) dipindahkan sementara ke pelataran sisi barat Pasar Badung.
- Penataan Sarana dan Sistem Peringatan Dini: Pengelola merehabilitasi bangunan Pasar Kumbasari serta memasang alat peringatan dini berupa alarm kebencanaan di titik-titik strategis.
- Pemindahan Kembali Seluruh Pedagang: Setelah area Pasar Kumbasari siap dihuni kembali, pengelola memindahkan seluruh pedagang kembali ke lapak utama mereka.
- Alih Fungsi Area Pelataran Pasar Badung: Kawasan pelataran timur dan barat Pasar Badung yang ditinggalkan pedagang kini dioptimalkan sepenuhnya sebagai area parkir pengunjung.
Penguatan Mitigasi Protap Kebencanaan dan Penyaluran Bantuan
Ketua SPI Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, I Ketut Adiasa, mengonfirmasi bahwa pemindahan mencakup seluruh potensi pedagang yang ada. "Sejumlah 346 potensi. Hari ini semua kita pindahkan," jelas Adiasa saat mendampingi proses penataan kembali lokasi.
Guna meningkatkan tingkat kesiapsiagaan, setiap pedagang yang kembali berjualan di Pasar Kumbasari kini diwajibkan membuat surat pernyataan khusus. Mereka berjanji siap mematuhi prosedur tetap (protap) kebencanaan yang telah ditetapkan pengelola. Tak hanya itu, Perumda Pasar Sewakadarma bekerja sama dengan BPBD Kota Denpasar dijadwalkan bakal menggelar simulasi penanganan bencana massal yang melibatkan seluruh pedagang pada Oktober mendatang.
Rasa haru dan lega terpancar dari raut wajah para pedagang yang bisa kembali ke tempat asal mereka. Emma (43), seorang pedagang telur di Pasar Kumbasari, mengaku sangat bersyukur dan menyambut positif keberadaan fasilitas penunjang keselamatan yang baru.
“Merasa bersyukur sekarang. Mudah-mudahan tidak pindah-pindah lagi. Mudah-mudahan tidak ada musibah,” tutur Emma penuh harap sambil mengapresiasi pemasangan alarm kebencanaan di area pasar.
Komitmen pemerintah daerah dalam menanggulangi dampak bencana ini juga diwujudkan melalui dukungan finansial. Kepala BPBD Kota Denpasar, Ida Bagus Made Purwanasara, menyatakan bahwa pihak pemerintah telah mengucurkan dana bantuan pascabencana dengan nilai mencapai Rp6.954.100.000 (Rp6,95 miliar) bagi masyarakat dan pihak terdampak guna mempercepat pemulihan ekonomi kawasan Denpasar.
- Jumlah Pedagang Dipindahkan: 346 Pedagang (Pagi dan Sore)
- Total Bantuan Pemerintah: Rp6.954.100.000
- Jadwal Simulasi Bencana BPBD: Oktober mendatang
- Optimalisasi Lahan: Pelataran Pasar Badung difokuskan untuk area parkir
Comments (0)