Bareskrim Polri Tegaskan Komitmen Berantas Judol sampai Akar-akarnya
Jakarta, Beritaseputar.com – Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal (Wakabareskrim) Polri Inspektur Jenderal Nunung Syaifudin menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti sebelum jaringan perjudian d
Jakarta, Beritaseputar.com – Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal (Wakabareskrim) Polri Inspektur Jenderal Nunung Syaifudin menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti sebelum jaringan perjudian daring (judol) di Indonesia benar-benar tuntas diberantas. Dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026), ia menyampaikan komitmen tersebut dengan tegas.
"Polri menegaskan komitmen untuk terus memberantas praktik perjudian online hingga ke akar-akarnya, termasuk membongkar jaringan internasional yang beroperasi di wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Nunung.
Pernyataan ini menegaskan kembali sikap tegas Polri di tengah maraknya praktik judol yang meresahkan masyarakat. Nunung menekankan bahwa pemberantasan tidak hanya menyasar bandar kecil, tetapi juga jaringan besar, termasuk sindikat yang melibatkan aktor internasional. "Kami akan terus memburu dan membongkar jaringan judol sampai ke akar-akarnya," ujarnya menambahkan.
Menurut data yang dihimpun Beritaseputar.com, Bareskrim Polri dalam beberapa bulan terakhir telah membongkar sejumlah sindikat besar. Salah satu yang paling menonjol adalah pengungkapan sindikat Hayam Wuruk. Sindikat ini diketahui mengelola sedikitnya 145 situs judi online dengan perputaran dana yang sangat besar.
Sindikat Hayam Wuruk dan Kerugian Triliunan Rupiah
Laporan tim Beritaseputar.com sebelumnya mengungkap bahwa sindikat Hayam Wuruk berhasil mengumpulkan deposit hingga Rp13,9 triliun dari para pemain yang menjadi korban. Jumlah tersebut menunjukkan betapa masifnya operasi judi daring yang telah merugikan masyarakat secara ekonomi dan sosial. Jaringan ini beroperasi secara terstruktur dengan memanfaatkan server di luar negeri dan metode pembayaran yang sulit dilacak.
Pengungkapan kasus Hayam Wuruk menjadi bukti nyata keseriusan Polri dalam membongkar hingga ke level tertinggi. Nunung menyatakan bahwa pihaknya terus mengembangkan penyelidikan untuk menangkap pelaku lain yang masih buron, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak asing.
Kerja Sama Internasional dan Tantangan
Judol kini tidak lagi hanya dimainkan secara lokal. Banyak situs menggunakan server di negara-negara yang melegalkan perjudian untuk menghindari jerat hukum Indonesia. Oleh karena itu, Polri menggandeng berbagai lembaga internasional, seperti Interpol dan otoritas penegak hukum di negara lain, untuk memutus rantai jaringan ini. "Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kerja sama dengan kepolisian luar negeri menjadi kunci untuk membongkar jaringan internasional," jelas Nunung.
Meski demikian, tantangan tetap besar. Para pelaku kerap menggunakan teknologi enkripsi, dompet digital, dan jaringan tersembunyi untuk menyamarkan transaksi. Modus seperti ini membutuhkan peningkatan kapasitas digital di tubuh Polri. Nunung mengakui bahwa Bareskrim terus meningkatkan kemampuan siber anggotanya untuk menghadapi kejahatan yang semakin canggih.
Edukasi Masyarakat dan Pencekalan
Selain penindakan, Polri juga berfokus pada pencegahan. Edukasi kepada masyarakat tentang bahaya judol terus digalakkan. Nunung berpesan agar masyarakat tidak tergiur iming-iming keuntungan mudah karena judol justru membawa kehancuran finansial. "Kami meminta peran serta masyarakat untuk melaporkan jika menemukan indikasi judol di lingkungan sekitar," imbuhnya.
Langkah pencekalan juga dilakukan melalui pemblokiran situs oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Namun, Nunung mengakui bahwa pemblokiran saja tidak cukup karena pelaku selalu mencari cara baru. Oleh karena itu, pendekatan multidimensi, dari penindakan hukum, kerja sama internasional, hingga edukasi, menjadi strategi utama.
Dengan pengungkapan sindikat besar seperti Hayam Wuruk, Bareskrim Polri menunjukkan bahwa tidak ada tempat aman bagi pelaku judol di Indonesia. Irjen Nunung Syaifudin menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa upaya tanpa henti ini akan membawa hasil positif. "Kami pastikan bahwa setiap rupiah yang hilang dari masyarakat akibat judol akan kami bawa kembali ke jalur hukum. Kami tidak akan mundur sampai akar masalah ini tercabut," tegasnya.
Beritaseputar.com akan terus memantau perkembangan pemberantasan judol dan memberikan informasi terkini kepada pembaca.
Comments (0)