Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Banyak Pikiran Bikin Ingin Marah? Psikolog Sarankan Redam Stres dengan Olahraga Sederhana Ini

Jul 06, 2026 - 03:44
0 1
Banyak Pikiran Bikin Ingin Marah? Psikolog Sarankan Redam Stres dengan Olahraga Sederhana Ini

Jakarta - Akumulasi stres dan kecemasan yang tidak terkelola dengan baik seringkali meledak menjadi perilaku agresif, seperti mudah marah atau tersinggung. Ketika pikiran terasa penuh dan emosi tidak stabil, tubuh sebenarnya menyimpan ketegangan yang dapat dilepaskan melalui metode fisik tertentu. Hal ini diungkapkan oleh Psikolog Klinis Sriana Sihombing, S.Psi, M.M, M.Psi, yang menyarankan sebuah teknik relaksasi sederhana namun efektif untuk meredam gejolak emosi tersebut.

Mengenal Progressive Muscle Relaxation (PMR)

Dalam sebuah perbincangan di kawasan Cinere, Depok, akhir pekan lalu, Anna—sapaan akrab psikolog tersebut—memaparkan bahwa cara ampuh untuk mengatasi luapan emosi adalah dengan Progressive Muscle Relaxation (PMR). Teknik ini berfokus pada pelepasan ketegangan atau 'tension' yang terakumulasi di berbagai kelompok otot tubuh.

"Itu untuk merilis tension, makanya tadi dia harus mengepalkan tangan, angkat bahu. Karena semua tension itu biasanya di bagian tubuh itu tadi," jelasnya kepada awak media.

Anna menjelaskan bahwa PMR bukan sekadar peregangan biasa. Metode ini dilakukan dengan secara sadar menegangkan kelompok otot tertentu seperti di area bahu, lengan, perut, hingga otot-otot wajah, kemudian melepaskannya secara perlahan. Proses menegangkan dan melepaskan inilah yang membantu tubuh mengirimkan sinyal rileks ke otak, sehingga kondisi psikologis yang tadinya tidak stabil atau meledak-ledak bisa segera mereda.

Menghubungkan Fisik dan Psikis

Stres yang dibiarkan menumpuk tidak hanya berdampak pada mental, tetapi juga memicu kontraksi otot yang tidak disadari. Bahu yang kaku, rahang yang mengatup rapat, hingga tangan yang gemetar adalah beberapa manifestasi fisik dari tekanan psikologis. Melalui PMR, individu diajak untuk lebih peka terhadap sensasi tegang dan rileks pada tubuh mereka sendiri. Dengan latihan rutin, teknik ini dapat menjadi 'tombol darurat' saat amarah mulai memuncak atau pikiran terasa sangat ruwet.

Di tengah kesibukan kerja dan tekanan hidup perkotaan, PMR sangat praktis karena bisa dilakukan di mana saja tanpa alat bantu. Anda hanya perlu meluangkan waktu beberapa menit untuk fokus pada tubuh. Mulailah dari kaki, tegangkan otot kaki sekuat mungkin selama lima detik, lalu lepaskan dan rasakan sensasi rileksnya. Lanjutkan ke perut, tangan, bahu (dengan mengangkatnya mendekati telinga), dan akhiri di wajah dengan mengerutkan dahi atau mengepalkan rahang sebelum kemudian dilepaskan sepenuhnya.

Strategi Hadapi Stres di Tempat Kerja

Saran ini relevan mengingat tekanan di lingkungan kerja menjadi salah satu penyumbang utama gangguan kesehatan mental dan fisik. Berdasarkan data yang dirangkum tim redaksi, stres di tempat kerja yang tidak tertangani tidak hanya memicu kemarahan, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit jantung hingga dua kali lipat. Oleh karena itu, kemampuan untuk mengelola 'tension' secara mandiri di tengah aktivitas padat menjadi keterampilan yang sangat berharga.

Anna menekankan bahwa sebelum kemarahan meledak menjadi teriakan atau konflik, tubuh biasanya telah memberikan sinyal. Dengan mempraktikkan PMR, individu dapat memutus siklus stres sebelum berubah menjadi agresi. Ini merupakan langkah preventif yang direkomendasikan untuk menjaga kesehatan mental dan hubungan sosial. Jadi, jika Anda sedang banyak pikiran dan merasa ingin marah-marah, cobalah untuk tidak langsung meluapkannya. Luangkan waktu sejenak untuk mengepal dan melepaskan tangan, atau mengangkat dan menjatuhkan bahu. Dengan tubuh yang lebih rileks, pikiran pun akan terasa lebih jernih untuk mencari solusi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User