Atalia Jenguk Wanita Disekap Pacar di Bandung: Wajah Korban Rusak Berat
Kasus penyekapan dan penganiayaan yang menimpa seorang perempuan berinisial YTR (29) di Bandung mengguncang perhatian publik. Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, menyempatkan waktu untuk men
Kasus penyekapan dan penganiayaan yang menimpa seorang perempuan berinisial YTR (29) di Bandung mengguncang perhatian publik. Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, menyempatkan waktu untuk mengunjungi korban yang tengah menjalani perawatan intensif. Kunjungan ini mengungkap betapa kejamnya perlakuan yang diterima YTR selama tiga tahun dikurung oleh kekasihnya sendiri, TH (30).
Berdasarkan informasi yang dihimpun media kami, YTR tidak hanya disekap secara fisik, tetapi juga mengalami kekerasan yang mengakibatkan kerusakan parah pada bagian wajah. Bahkan, penglihatan korban dikabarkan hilang total akibat luka berat yang dideritanya. Atalia mengaku hancur hati saat melihat langsung kondisi korban yang begitu memprihatinkan.
“Struktur wajah korban rusak berat, ia kehilangan penglihatan, dan menderita luka berat akibat kekerasan keji selama tiga tahun penyekapan,” ujar Atalia kepada awak media di sela kunjungannya.
Meski demikian, di tengah penderitaan itu, Atalia menangkap secercah harapan. Semangat YTR untuk sembuh dan bangkit kembali justru menjadi obat bagi siapa pun yang menyaksikannya. “Yang menjadi sedikit pengobat adalah semangat korban untuk sembuh dan bangkit,” imbuhnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa korban tidak ingin tenggelam dalam trauma, melainkan ingin memulihkan diri dan menuntut keadilan.
Laporan awal menyebutkan bahwa TH telah menahan YTR di sebuah rumah di kawasan Bandung tanpa akses ke dunia luar. Selama tiga tahun, korban tak bisa menghubungi keluarga dan terus berada dalam ancaman. Polisi kini telah mengamankan pelaku dan terus mendalami motif serta kronologi lengkap penyekapan yang baru terungkap pada akhir Juni 2026 ini. Hingga berita ini diturunkan, TH masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolrestabes Bandung.
Atalia yang juga dikenal sebagai pegiat isu perempuan dan anak, menekankan pentingnya pendampingan psikologis dan hukum bagi korban. Ia berjanji akan memastikan negara hadir melalui Komisi VIII untuk mengawal pemulihan YTR hingga tuntas. Kasus ini sekaligus menjadi tamparan bagi semua pihak agar lebih peka terhadap tanda-tanda kekerasan dalam rumah tangga dan penyekapan yang kerap tersembunyi di tengah lingkungan sekitar.
Pemerintah daerah setempat juga dilaporkan telah berkoordinasi dengan dinas sosial untuk memberikan perlindungan sementara dan layanan kesehatan. Tim dokter spesialis masih berupaya memperbaiki struktur wajah YTR melalui serangkaian operasi rekonstruksi yang memakan waktu panjang. Media kami akan terus memantau perkembangan pemulihan korban dan proses hukum yang menjerat TH.
Comments (0)