Argentina Comeback Dramatis 3-2, Singkirkan Mesir dan Lolos Perempat Final Piala Dunia 2026
Stadion Mercedes-Benz di Atlanta, Georgia, berubah menjadi lautan tangis dan tawa dalam satu malam. Para pendukung Argentina yang semula terdiam lemas, akh
Stadion Mercedes-Benz di Atlanta, Georgia, berubah menjadi lautan tangis dan tawa dalam satu malam. Para pendukung Argentina yang semula terdiam lemas, akhirnya meledak dalam sukacita saat tim kesayangan mereka membalikkan keadaan secara dramatis. “Saya seperti menonton film yang berakhir bahagia. Saya bahkan sempat menutup mata saat kedudukan 1-2, tak sanggup melihat mimpi kami runtuh,” ujar Carolina Domínguez, warga Buenos Aires yang khusus terbang ke Amerika Serikat.
Menit Awal: Gol Cepat Mesir Mengejutkan
Argentina menguasai bola sejak peluit dibunyikan, tetapi justru Mesir yang membuka skor lewat serangan balik mematikan pada menit ke-11. Keheningan sejenak menyelimuti tribun yang didominasi biru-putih sebelum sorakan kecil dari sudut pendukung Mesir mulai terdengar. Para pemain Argentina tampak terpukul, tetapi kapten Lionel Messi terus memberi semangat kepada rekan-rekannya.
- Menit 11: Mohamed Salah memperdaya kiper Emiliano Martínez dengan penyelesaian dingin ke tiang dekat setelah memanfaatkan umpan terobosan Omar Marmoush. Skor 1-0 untuk Mesir.
- Menit 23: Argentina merespons dengan tekanan bertubi-tubi. Messi nyaris menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas yang membentur mistar gawang.
- Menit 34: Gol balasan datang. Julian Álvarez menerima umpan silang dari Rodrigo De Paul dan menyundul bola dengan sempurna ke pojok kiri gawang. Skor imbang 1-1.
Skor Kembali Berbalik, Asa Argentina Terusik
Belum genap sepuluh menit babak kedua berjalan, Mesir kembali memimpin. Skema serupa dari sisi kiri kembali menembus pertahanan Argentina yang tampak kurang koordinasi. Wajah-wajah cemas mulai bermunculan di tribune. “Saya memeluk anak saya dan berbisik bahwa perjalanan kami belum berakhir,” kenang Carlos Méndez, suporter yang hadir bersama keluarganya.
- Menit 53: Marmoush melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti yang bersarang di pojok atas gawang Martínez. Mesir unggul 2-1.
- Menit 58–70: Argentina terus mengurung pertahanan Mesir, tetapi pertahanan rapat yang digalang Ahmed Hegazi berkali-kali menggagalkan peluang.
Ledakan Emosi di Lima Menit Terakhir
Ketika waktu normal menyisakan sedikit ruang, drama sesungguhnya baru dimulai. Messi yang sepanjang laga dijaga ketat mulai menemukan celah. Gol penyeimbang lahir dari kaki pemain muda sensasional, sementara gol kemenangan tercipta di masa tambahan yang menyulut histeria seluruh stadion. “Sungguh tak bisa dipercaya. Saya menangis tanpa bisa menahannya,” kata seorang pendukung yang tak ingin disebut namanya, matanya masih berkaca-kaca seusai pertandingan.
- Menit 85: Alejandro Garnacho menyambar bola liar di kotak penalti dan melepaskan tendangan keras yang menghujam gawang. Skor menjadi 2-2.
- Menit 90+3: Messi mencatatkan assist krusial untuk gol penentu. Umpan terobosannya diterima Enzo Fernández yang dengan tenang menaklukkan kiper. Argentina berbalik unggul 3-2.
- Peluit panjang berbunyi: Argentina memastikan tempat di perempat final dengan comeback yang akan dikenang abadi.
Usai pertandingan, Messi singgah sejenak di zona wawancara. Dengan keringat masih membasahi seragamnya, ia berkata lirih, “Kami tahu ini tak mudah. Tapi selama peluit belum berakhir, Argentina tak akan mati. Untuk pendukung kami, terima kasih sudah tak pernah berhenti percaya.” Perempat final kini menanti, dan malam di Atlanta telah mengajar bahwa keberanian tak pernah benar-benar padam.
Comments (0)