Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Alasan Bib Lepas Usai Viral Ajudan Ngawal Danrem di Jogja Marathon

Insiden yang melibatkan seorang ajudan Komandan Resor Militer (Danrem) 072/Pamungkas saat mengawal atasannya dalam ajang Jogja Marathon menjadi perbincangan hangat setelah videonya viral di berbagai

Jul 06, 2026 - 14:07
0 0
Alasan Bib Lepas Usai Viral Ajudan Ngawal Danrem di Jogja Marathon

Insiden yang melibatkan seorang ajudan Komandan Resor Militer (Danrem) 072/Pamungkas saat mengawal atasannya dalam ajang Jogja Marathon menjadi perbincangan hangat setelah videonya viral di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman yang diunggah oleh sejumlah akun Instagram, seperti @eventlari.id, terlihat Brigadir Jenderal TNI Yuniar Dwi Hantono terpaksa menghentikan ajudannya yang berlari di sampingnya karena diduga terjadi masalah dengan nomor peserta (bib) yang digunakan. Kejadian ini berlangsung pada Minggu (21/6/2026) dan langsung memicu beragam spekulasi dari warganet, mulai dari dugaan pelanggaran aturan lomba hingga dugaan arogansi panitia terhadap peserta berseragam militer.

Penjelasan Resmi dari TNI AD

Berdasarkan informasi yang dihimpun media kami, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigadir Jenderal TNI Donny Pramono memberikan klarifikasi bahwa peristiwa tersebut murni akibat kesalahpahaman antara ajudan Danrem dan panitia penyelenggara. "Ini hanyalah miskomunikasi di lapangan. Ajudan kami tidak bermaksud melanggar aturan, begitupun panitia tidak bermaksud menghalangi tugas pendampingan," ujar Donny dalam keterangan resminya. Ia menegaskan bahwa ajudan Danrem bertugas memberikan pengawalan dan pendampingan sesuai prosedur, namun tanpa disadari bib yang dipakainya terlepas di tengah lintasan, sehingga menimbulkan kerancuan identifikasi oleh petugas lomba.

Kronologi Insiden dan Tindakan Danrem

Dalam laporan yang diterima Beritaseputar.com, insiden bermula ketika Danrem 072/Pamungkas tengah menjalani rute maraton bersama ajudannya. Saat itulah, sejumlah panitia di tepi lintasan menghentikan ajudan karena nomor pesertanya tidak terlihat atau terpasang dengan sempurna. Brigjen Yuniar yang menyadari ajudannya diadang langsung turun tangan menarik sang ajudan untuk melanjutkan lari, sembari menjelaskan kepada panitia bahwa bib tersebut terlepas tanpa sengaja. Tindakan tegas Sang Danrem itu terekam kamera dan menyebar cepat, memunculkan dua opini publik: pihak yang mendukung profesionalisme pengawalan dan pihak yang mempertanyakan transparansi aturan perlombaan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan panitia dan semua masalah sudah diselesaikan dengan baik. Ini hanya persoalan teknis kecil yang tidak perlu dibesar-besarkan,” ungkap perwira menengah yang enggan disebutkan namanya saat dikonfirmasi tim liputan kami.

Klarifikasi dari Panitia dan Dampaknya

Pihak panitia Jogja Marathon dalam pernyataan resminya juga membenarkan adanya komunikasi yang kurang lancar di titik tersebut. Mereka menegaskan bahwa aturan penggunaan bib bersifat ketat demi keamanan dan ketertiban peserta, karena nomor itu berfungsi sebagai identitas resmi dan alat untuk pencatatan waktu serta pemantauan medis. "Kami tidak membeda-bedakan peserta. Ketika ada nomor yang tidak terpasang, kami wajib menghentikan demi keselamatan bersama," tulis panitia dalam unggahan klarifikasinya. Pernyataan ini sekaligus meredakan tudingan bahwa ajudan Danrem sengaja dihalangi atau diperlakukan tidak adil.

Dari sisi TNI, kejadian ini menjadi pelajaran untuk lebih meningkatkan koordinasi dengan penyelenggara kegiatan sipil, terutama dalam hal pendampingan pejabat militer yang turut berpartisipasi. Brigjen Yuniar sendiri, menurut informasi yang dihimpun media kami, tidak mempermasalahkan panitia dan justru mengapresiasi ketegasan mereka dalam menjaga regulasi lomba. "Perlombaan resmi harus dijalankan sesuai aturan, dan kami dari TNI selalu mendukung sportivitas," tegasnya melalui saluran komunikasi internal yang dikutip Beritaseputar.com.

Viralnya video tersebut akhirnya mendorong diskursus yang lebih sehat tentang hubungan antara aparatur militer dan kegiatan masyarakat. Netizen kini banyak yang memahami duduk perkara setelah klarifikasi menyeluruh disampaikan, dan berharap insiden serupa tidak lagi memicu mispersepsi. Dengan semakin banyaknya pejabat publik yang ikut serta dalam even olahraga sipil, sinergi dan transparansi menjadi kunci utama untuk menghindari kesalahpahaman di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
eko-saputra

Editor Nasional. Editor isu nasional dekat kehidupan sehari-hari.

Comments (0)

User