Aksi Damai Warga Papua di Jakarta
Jakarta — Puluhan warga asal Papua menggelar aksi damai di depan gedung Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Kamis (25/5/2023). Aksi yang berlangsung sejak pagi itu menyuarakan tiga tuntuta
Jakarta — Puluhan warga asal Papua menggelar aksi damai di depan gedung Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Kamis (25/5/2023). Aksi yang berlangsung sejak pagi itu menyuarakan tiga tuntutan utama, yakni penyelesaian berbagai kasus dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), perlindungan terhadap lingkungan hidup di Tanah Papua, serta pembukaan dialog yang inklusif antara pemerintah dan masyarakat Papua. Berdasarkan pantauan media kami di lokasi, peserta aksi datang dengan tertib dan mengenakan beragam atribut adat sambil membawa sejumlah spanduk bertuliskan aspirasi mereka. "Kami ingin pemerintah mendengar langsung penderitaan rakyat Papua, bukan melalui laporan pejabat di ruang ber-AC. Isu HAM dan lingkungan ini nyata dan harus segera diselesaikan," kata salah seorang koordinator aksi saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Tiga Isu Utama yang Didesak
Aksi ini menitikberatkan tiga isu krusial yang selama ini membayangi kehidupan warga Papua. Pertama, terkait penuntasan kasus pelanggaran HAM yang terjadi dalam sejumlah peristiwa di masa lalu maupun konteks terkini. Para pendemo menilai bahwa proses hukum terhadap sejumlah kasus terkesan lambat dan tidak memberikan keadilan bagi korban. Kedua, masalah perlindungan lingkungan yang kian terancam akibat maraknya aktivitas pertambangan, perkebunan skala besar, dan pembalakan hutan yang dinilai merusak ekosistem serta mengusik ruang hidup masyarakat adat. Ketiga, dan tak kalah penting, tuntutan agar pemerintah membuka ruang dialog yang sungguh-sungguh dengan melibatkan semua elemen masyarakat Papua, mulai dari tokoh adat, pemuda, perempuan, hingga akademisi dan aktivis.
"Kami tidak ingin dialog yang hanya menjadi ajang seremonial. Kami butuh komitmen nyata untuk menyelesaikan akar masalah," tegas salah satu orator di atas panggung mobil komando yang disediakan panitia.
Suasana Aksi yang Tertib
Meski menyuarakan isu yang menyentuh langsung penderitaan ratusan ribu warga, aksi ini berlangsung dengan damai dan penuh suasana persaudaraan. Aparat keamanan dari Kepolisian dan TNI tampak berjaga di sekitar lokasi, memastikan tidak ada gangguan terhadap ketertiban umum. Peserta aksi secara bergantian menyampaikan orasi, diiringi nyanyian dan tarian adat yang membuat suasana kian hidup namun tetap terkendali. Beberapa di antara mereka juga membacakan puisi bertema keadaban dan harapan akan terwujudnya perdamaian di Papua. Tidak ada gesekan atau insiden berarti yang terjadi; massa membubarkan diri setelah perwakilan aksi diterima oleh pejabat di lingkungan Kemendagri untuk menyampaikan tuntutan secara lengkap.
Aksi serupa sebenarnya bukan kali ini saja digelar. Sejak beberapa tahun terakhir, warga Papua di berbagai daerah kerap menggelar unjuk rasa untuk menyuarakan hal yang sama. Namun, momentum kali ini menjadi sorotan karena menambah daftar panjang belum tuntasnya akar persoalan di tanah kelahirannya. Para pengamat menilai bahwa pemerintah perlu memberikan perhatian khusus, terutama menjelang berbagai agenda nasional yang membutuhkan kestabilan di seluruh wilayah Indonesia. Aspirasi yang disampaikan secara damai ini pun diharapkan mampu menjadi katalis bagi perubahan kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat Papua.
Comments (0)