Zohran Mamdani Resmi Dilantik Sebagai Wali Kota New York di Stasiun Kereta Bawah Tanah Bersejarah
NEW YORK — Dalam sebuah upacara yang tidak biasa dan sarat makna simbolis, Zohran Mamdani resmi mengucapkan sumpah jabatan sebagai Wali Kota New York City
NEW YORK — Dalam sebuah upacara yang tidak biasa dan sarat makna simbolis, Zohran Mamdani resmi mengucapkan sumpah jabatan sebagai Wali Kota New York City di Stasiun Kereta Bawah Tanah Old City Hall yang bersejarah, Kamis (1/12/2026). Pemilihan lokasi yang jauh dari kemewahan balai kota ini menjadi pernyataan tegas tentang arah kepemimpinan baru di kota yang tidak pernah tidur tersebut.
Berdasarkan laporan yang dihimpun redaksi, upacara pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh keluarga, pejabat terpilih, serta sejumlah tokoh masyarakat. Stasiun Old City Hall, yang telah lama ditutup untuk umum dan hanya dapat diakses melalui tur khusus, menjadi saksi bisu dimulainya babak baru pemerintahan Kota New York. Mamdani terlihat khusyuk saat mengucapkan sumpah jabatan, dengan latar belakang arsitektur klasik stasiun yang memukau dengan lampu-lampu kristal dan ubin Guastavino yang ikonik.
"Hari ini, kita memulai perjalanan baru. Bukan dari menara gading kekuasaan, tetapi dari jantung kota yang sesungguhnya—dari tempat di mana warga New York memulai hari mereka setiap pagi," ujar Mamdani dalam pidato perdananya yang singkat namun penuh semangat.
Pemilihan Stasiun Old City Hall sebagai lokasi pelantikan bukanlah tanpa alasan. Stasiun yang dibuka pada tahun 1904 ini merupakan salah satu stasiun kereta bawah tanah pertama di New York dan dikenal sebagai salah satu yang terindah di dunia sebelum akhirnya ditutup pada tahun 1945. Dengan memilih lokasi ini, Mamdani tampaknya ingin menegaskan komitmennya untuk menghidupkan kembali kejayaan infrastruktur publik kota, khususnya sistem transportasi massal yang menjadi urat nadi kehidupan warga New York.
Mamdani, yang sebelumnya menjabat sebagai anggota Majelis Negara Bagian New York, dikenal sebagai figur progresif yang vokal dalam isu-isu transportasi publik, perumahan terjangkau, dan keadilan iklim. Kemenangannya dalam pemilihan wali kota tahun 2026 menandai pergeseran signifikan dalam lanskap politik kota, dengan janji-janji kampanye yang berfokus pada "Green New Deal" lokal dan reformasi sistem transportasi.
Stasiun Old City Hall sendiri memiliki nilai historis yang mendalam bagi warga New York. Dibangun sebagai bagian dari jalur kereta bawah tanah pertama di kota ini, stasiun tersebut merupakan mahakarya arsitektur dengan langit-langit melengkung, jendela kaca patri, dan lampu gantung yang elegan. Meskipun tidak lagi melayani penumpang reguler, stasiun ini tetap menjadi simbol ambisi dan inovasi New York di awal abad ke-20.
Penggunaan ruang publik bersejarah untuk upacara kenegaraan ini mendapat beragam tanggapan dari warga. Seorang pengamat politik lokal yang ditemui di sekitar lokasi menyatakan bahwa langkah ini menunjukkan keberanian dan orisinalitas. "Ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah manifesto visual tentang prioritas pemerintahannya," ujarnya.
Sementara itu, pengamanan di sekitar area pelantikan berlangsung ketat. Dinas Kepolisian New York (NYPD) dan otoritas transit menerapkan protokol keamanan berlapis untuk memastikan kelancaran acara. Akses menuju stasiun bawah tanah tersebut dibatasi hanya untuk undangan khusus dan media yang telah terverifikasi.
Pelantikan ini juga menjadi sorotan karena kehadiran beragam komunitas yang selama ini menjadi basis pendukung Mamdani. Para aktivis transportasi, serikat pekerja, dan kelompok advokasi perumahan terlihat hadir, menandakan koalisi luas yang membawanya ke tampuk kekuasaan.
Dengan resminya Mamdani menjabat, warga New York kini menantikan realisasi janji-janji kampanyenya, terutama janji untuk membekukan tarif transportasi publik, memperluas jalur sepeda, dan merevitalisasi stasiun-stasiun kereta bawah tanah yang terbengkalai. Sementara itu, kalangan bisnis dan pengembang properti mengamati dengan cermat arah kebijakan wali kota baru, terutama menyangkut regulasi perumahan dan insentif pembangunan.
Malam ini, Mamdani dijadwalkan menghadiri resepsi publik di pusat kota, menandai hari pertama masa jabatannya yang akan berlangsung selama empat tahun ke depan. Kota New York kini memasuki era baru—era yang dimulai bukan dari panggung megah, melainkan dari peron kereta yang sunyi, penuh kenangan, dan penuh harapan. (Laporan Redaksi)
Comments (0)