Oct 10, 2026
Hukum

WikiLeaks Genap 20 Tahun, McGovern Sebut Assange Pencipta "Estate Kelima"

Dua dekade telah berlalu sejak WikiLeaks pertama kali muncul di panggung dunia maya. Platform pembocoran dokumen rahasia yang didirikan oleh Julian Assange

WikiLeaks Genap 20 Tahun, McGovern Sebut Assange Pencipta "Estate Kelima"

Dua dekade telah berlalu sejak WikiLeaks pertama kali muncul di panggung dunia maya. Platform pembocoran dokumen rahasia yang didirikan oleh Julian Assange pada 2006 itu kini menapaki usia ke-20, dan gaungnya masih terasa kuat di lanskap jurnalisme global. Di tengah momentum peringatan tersebut, mantan analis CIA Ray McGovern angkat bicara, menyebut Assange sebagai tokoh sentral di balik lahirnya apa yang ia sebut sebagai "estate kelima" — sebuah kekuatan alternatif di luar media arus utama yang selama puluhan tahun dikendalikan oleh dinas intelijen.

Dalam wawancaranya bersama RT, McGovern tidak menyembunyikan kekagumannya terhadap sosok Assange. Ia menilai pendiri WikiLeaks itu telah membuka jalan bagi publik untuk mengakses informasi yang selama ini tersembunyi rapat di balik dokumen bertanda "rahasia". Menurutnya, keberanian Assange mempublikasikan kebenaran menjadikannya salah satu penerbit paling berpengaruh di era modern, meski harus dibayar dengan konflik panjang melawan sejumlah pemerintah.

Kebocoran yang Mengguncang Dunia

Sepanjang dua dekade beroperasinya, WikiLeaks telah merilis sejumlah dokumen paling sensitif dalam sejarah kontemporer. Mulai dari catatan perang Amerika Serikat yang membuka tabir kekerasan di medan konflik, alat peretasan milik CIA, hingga skandal pengawasan massal ilegal yang melibatkan warga sipil di berbagai negara. Setiap publikasi nyaris selalu memicu gelombang kontroversi, protes diplomatik, hingga upaya hukum terhadap Assange dan rekan-rekannya.

  • 2006: WikiLeaks resmi berdiri sebagai platform pembocoran dokumen anonim.
  • 2010: Publikasi catatan perang Irak dan Afghanistan menghebohkan dunia internasional.
  • 2017: Rilis alat peretasan CIA memicu perdebatan besar soal keamanan siber.
  • 2024: Assange mencapai kesepakatan pembebasan dengan otoritas Amerika Serikat.

Perjalanan WikiLeaks tidak pernah lepas dari tekanan. Assange menghabiskan bertahun-tahun dalam persembunyian, kemudian mendekam di balik jeruji besi di Inggris sebelum akhirnya mencapai kesepakatan yang membebaskannya dari tahanan. Kini, dua tahun setelah kebebasannya, ia memberikan sinyal kuat bahwa dirinya siap kembali ke kehidupan publik dan melanjutkan pekerjaan yang sempat terhenti.

"Assange adalah sosok kunci dalam penciptaan media alternatif. Dia berperan besar membangun estate kelima yang selama ini diabaikan oleh media arus utama."

— Ray McGovern, mantan analis CIA

McGovern berharap kembalinya Assange ke gelanggang publik bukan sekadar simbolis. Ia ingin melihat pendiri WikiLeaks itu kembali aktif mengawal isu-isu transparansi, terutama di tengah meningkatnya kontrol atas arus informasi di banyak negara. Menurutnya, perjuangan Assange belum selesai, dan dunia masih membutuhkan sosok yang berani membuka kotak pandora kekuasaan.

Tantangan Media Independen di Era Digital

Dua puluh tahun setelah WikiLeaks lahir, lanskap media justru menghadapi tantangan yang tak kalah berat. Sensor, disinformasi, dan dominasi platform digital besar menjadi medan pertempuran baru. Namun bagi McGovern, semangat yang ditanamkan Assange tetap relevan: bahwa informasi adalah hak publik, bukan properti segelintir elite.

Peringatan dua dekade WikiLeaks ini pun menjadi refleksi bersama. Apakah dunia benar-benar belajar dari kebocoran-kebocoran besar yang pernah mengguncang tatanan global? Atau justru semakin nyaman dengan tabir yang menutupi kebenaran? Pertanyaan itu masih menggantung, menunggu dijawab oleh generasi jurnalis dan pembocor berikutnya.

Ray McGovern: Assange adalah tokoh kunci penciptaan "estate kelima", media alternatif penyeimbang arus utama yang selama ini dikendalikan dinas intelijen. Assange dikabarkan siap kembali ke kehidupan publik. #WikiLeaks #Assange #Jurnalisme

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User