Oct 10, 2026
Hukum

Pakistan Serang Afghanistan, Sembilan Warga Sipil Tewas

KABUL — Ketegangan di kawasan Asia Selatan kembali memanas. Pakistan melancarkan serangan udara ketiga dalam dua pekan terakhir ke wilayah Afghanistan, dan

Pakistan Serang Afghanistan, Sembilan Warga Sipil Tewas

KABUL — Ketegangan di kawasan Asia Selatan kembali memanas. Pakistan melancarkan serangan udara ketiga dalam dua pekan terakhir ke wilayah Afghanistan, dan kali ini menimbulkan korban dari kalangan warga sipil. Pemerintah Afghanistan melalui juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, menyatakan bahwa sembilan warga sipil tewas, termasuk perempuan dan anak-anak, sementara 11 orang lainnya mengalami luka-luka.

Serangan tersebut menghantam dua wilayah berbeda, yakni Provinsi Kunar di bagian timur Afghanistan dan Provinsi Helmand di bagian selatan. Menurut Mujahid, serangan ini merupakan "tindakan agresi dan kejahatan yang melanggar seluruh prinsip yang diakui". Pernyataan itu disampaikan melalui akun resmi media sosialnya, yang langsung memicu kecaman dari berbagai pihak di Kabul.

Sementara itu, Islamabad memberikan versi yang sangat berbeda. Kementerian Informasi Pakistan mengklaim bahwa operasi tersebut berhasil menewaskan 22 militan yang bersembunyi di dua lokasi berbeda. Mereka menegaskan bahwa serangan dilakukan berdasarkan "intelijen yang kredibel" dan menyasar secara selektif kamp serta persembunyian militan, bukan permukiman warga.

Kronologi Serangan dalam Dua Pekan Terakhir

Serangan ini bukan insiden pertama. Dalam kurun dua pekan, Pakistan sudah tiga kali melancarkan operasi udara ke wilayah Afghanistan. Berikut urutan kejadian yang berhasil dihimpun:

  1. Serangan pertama — Diluncurkan sekitar dua pekan lalu, menargetkan lokasi yang disebut sebagai basis militan di perbatasan.
  2. Serangan kedua — Terjadi pekan lalu, masih dalam rangkaian operasi serupa dengan dalih memberantas kelompok bersenjata.
  3. Serangan ketiga — Menghantam Kunar dan Helmand, menewaskan sembilan warga sipil menurut Kabul, dan 22 militan menurut Islamabad.

Perbedaan angka korban ini menunjukkan adanya jurang informasi yang lebar antara kedua negara. Islamabad bersikeras bahwa "ancaman terhadap Pakistan berasal dari Afghanistan", sehingga operasi mereka dianggap sebagai langkah tepat untuk menghancurkan pusat-pusat terorisme. Namun, Kabul menolak keras narasi tersebut dan menyebut serangan itu sebagai pelanggaran kedaulatan.

Perbandingan Klaim Korban Kedua Pihak

Pihak Jumlah Korban Keterangan
Afghanistan (Kabul) 9 tewas, 11 luka Warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak
Pakistan (Islamabad) 22 tewas Militan di kamp dan persembunyian

Data di atas memperlihatkan bahwa kedua belah pihak memiliki klaim yang saling bertentangan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak ketiga independen yang memverifikasi jumlah korban sebenarnya di lapangan.

Dampak bagi Stabilitas Kawasan

Para pengamat hubungan internasional menilai eskalasi ini berpotensi memperburuk situasi keamanan di perbatasan Durand Line, yang memang sejak lama menjadi titik panas. Menurut seorang analis keamanan regional, "serangan berulang dalam waktu singkat menunjukkan bahwa jalur diplomasi antara kedua negara sedang macet total".

Islamabad berulang kali menuduh kelompok-kelompok berbasis di Afghanistan melancarkan serangan ke dalam wilayah Pakistan. Tuduhan ini menjadi dasar utama bagi operasi militer mereka. Namun, Kabul menegaskan bahwa pihaknya tidak mengizinkan wilayahnya digunakan untuk menyerang negara lain, dan menuntut Pakistan menghentikan pelanggaran kedaulatan.

Situasi ini menempatkan kawasan dalam posisi rentan. Jika tidak ada upaya mediasi dari pihak ketiga, bukan tidak mungkin serangan-serangan serupa akan kembali terjadi dalam waktu dekat, dengan risiko korban sipil yang terus bertambah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User