Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Wanna One Reuni Lewat “Back to Base”, Air Mata dan Tawa Pecah di Depan Penggemar

Di sebuah studio kecil di Seoul, sebelas kursi kosong berjejer rapi. Lalu satu per satu mereka datang—tidak lagi sebagai trainee gugup, melainkan sebagai p

Jul 08, 2026 - 16:36
0 1
Wanna One Reuni Lewat “Back to Base”, Air Mata dan Tawa Pecah di Depan Penggemar
Di sebuah studio kecil di Seoul, sebelas kursi kosong berjejer rapi. Lalu satu per satu mereka datang—tidak lagi sebagai trainee gugup, melainkan sebagai pria dewasa yang telah melewati badai industri hiburan. Momen itu tertangkap dalam tayangan WANNA ONE GO: Back to Base, sebuah proyek spesial yang dirilis lima tahun setelah kontrak grup berakhir, dan langsung menjadi trending nomor satu di Twitter Korea hanya dalam waktu 15 menit. “Rasanya seperti pulang ke rumah yang sudah lama ditinggalkan,” ujar seorang penggemar asal Jakarta, Sari (28), yang rela begadang hingga pukul dua pagi demi menyaksikan siaran langsung. “Saya menangis sejak intro pertama.”

Kronologi: Dari Isyarat Hingga Siaran Penuh Haru

  1. Minggu, 15 Februari 2026 (pukul 10.00 KST): Akun resmi Mnet Plus mengunggah gambar 11 siluet dengan latar biru langit. Teaser itu hanya bertuliskan “Coming Back to Base” tanpa keterangan lebih. Spekulasi langsung merebak: apakah ini reuni Wanna One?
  2. Selasa, 17 Februari: Mnet mengonfirmasi tayangan spesial WANNA ONE GO: Back to Base akan mengudara pada 22 Februari. Dalam lamaran resmi, mereka menyebut formatnya sebagai “dokumenter perjalanan kembali ke titik nol”—tempat para member menelusuri kembali asrama lama, ruang latihan Produce 101, dan panggung debut mereka di Gocheok Sky Dome.
  3. Minggu, 22 Februari (pukul 20.00 KST): Episod perdana berdurasi 90 menit tayang eksklusif di Mnet dan platform streaming global. Dalam hitungan menit, tagar #BackToBase_WannaOne mencatat 2,3 juta cuitan, menjadikannya topik global nomor satu.
Di dalam tayangan, kamera menangkap momen ketika Kang Daniel memasuki bekas kamar tidurnya. Ia berdiri diam selama hampir satu menit, lalu berkata lirih, “Di sini aku belajar bahwa menjadi pemimpin bukan tentang berdiri di depan, tapi tentang menahan beban agar yang di belakang tetap bisa berjalan.” Kalimat itu sontak membuat member lain terisak.

Momen yang Membekas

Salah satu segmen paling emosional terjadi saat seluruh anggota duduk melingkar di ruang tengah asrama. Mereka saling membacakan surat yang ditulis untuk satu sama lain pada tahun 2018—surat yang tidak pernah terkirim. Park Ji-hoon membacakan pesan untuk Ha Sung-woon: “Hyung, kalau nanti kita sudah tidak bersama, jangan lupa makan. Kamu selalu lupa waktu latihan.” Sung-woon, yang kini sukses sebagai solois, hanya bisa menunduk sambil menyeka sudut matanya. Di luar ruangan, puluhan penggemar yang berkumpul secara spontan di depan gedung Mnet tak mampu menyembunyikan emosi. “Ini bukan sekadar nostalgia. Ini bukti bahwa ikatan yang dibentuk lewat musik bisa bertahan lebih lama dari kontrak,” kata Diah (33), admin sebuah fanbase besar Indonesia, melalui sambungan telepon.

Dampak Sosial: Bukan Hanya Hiburan

Sosiolog media Dr. Rina Pratiwi menilai fenomena Back to Base menunjukkan pergeseran di mana penggemar K-pop tak lagi sekadar konsumen, melainkan bagian dari memori kolektif. “Mereka tumbuh bersama grup itu. Ketika reuni terjadi, yang tersentuh bukan saja rasa rindu, tetapi juga refleksi atas perjalanan hidup masing-masing,” jelasnya. Data sementara dari platform streaming mencatat lebih dari 800 ribu penonton bersamaan di menit-menit awal tayangan, menjadikannya salah satu debut konten spesial terbesar di Mnet tahun ini. Di sisi lain, situs jual beli daring ramai dengan barang kenangan era Wanna One—mulai dari lighstick hingga photocard edisi lama—yang harganya melonjak hingga tiga kali lipat. Ketika kredit akhir bergulir, kamera menyorot sebelas pasang tangan yang saling bertautan membentuk lingkaran, persis seperti pose penutup konser perdana mereka dulu. Layar perlahan menjadi gelap, menyisakan pesan singkat: “We’ll always be your spring.” Musim semi mungkin berlalu, tetapi bagi Wannable—sebutan penggemar Wanna One—rasa itu tak pernah benar-benar pergi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User