Waka Komisi III DPR Minta 'Rayap Besi' Diberantas: Bahayakan Nyawa Orang
Jakarta, Beritaseputar.com – Aksi pencurian komponen besi pada berbagai fasilitas umum di wilayah ibu kota kembali menjadi sorotan tajam. Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, secara tegas
Jakarta, Beritaseputar.com – Aksi pencurian komponen besi pada berbagai fasilitas umum di wilayah ibu kota kembali menjadi sorotan tajam. Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, secara tegas meminta jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya untuk menindak tegas para pelaku yang dijuluki 'rayap besi' tersebut. Menurutnya, ulah kriminal ini bukan sekadar merugikan negara secara materiil, melainkan sudah sangat membahayakan keselamatan jiwa masyarakat luas.
Keprihatinan mendalam ini disampaikan Sahroni menyusul maraknya laporan kehilangan besi di sejumlah titik vital. Tidak hanya pagar pembatas, para pelaku kini berani menargetkan tutup gorong-gorong dan struktur penyangga jembatan penyeberangan orang (JPO). "Aksi orang-orang ini sudah kelewatan. Mereka mencuri besi yang sejatinya berfungsi sebagai pengaman. Ini jelas bisa membahayakan nyawa banyak orang. Maka saya minta Polda Metro Jaya serius memberantas pencurian berujung perusakan fasilitas umum yang sedang marak ini," tegas Sahroni dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/7/2026).
Fasilitas Vital Jadi Sasaran Empuk
Berdasarkan penelusuran di lapangan, sindikat 'rayap besi' ini kerap beroperasi pada dini hari dengan menyasar infrastruktur yang minim pengawasan. Mereka tidak segan merusak pembatas waduk atau kanal yang berfungsi menahan debit air, hingga menggasak jeruji besi pada JPO. Politikus Partai NasDem itu menambahkan, fenomena ini tidak boleh dipandang sebelah mata karena ancamannya nyata. Hilangnya tutup gorong-gorong, misalnya, bisa memicu kecelakaan fatal bagi pengendara motor dan pejalan kaki, terutama saat kondisi jalan gelap atau tergenang air.
Jika dibiarkan, 'rayap besi' ini akan semakin merajalela. Kerusakan yang mereka timbulkan tidak sebanding dengan uang hasil menjual besi bekas. Nyawa manusia taruhannya.
Tim media kami di lapangan menerima informasi bahwa modus operandi para pelaku semakin canggih dengan menggunakan alat pemotong untuk mempermudah aksi mereka. Sahroni menekankan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara komprehensif. Tidak hanya menangkap para pencuri di lapangan, aparat kepolisian juga wajib menyisir dan menindak para penadah besi hasil curian tersebut. Rantai pasar gelap inilah yang menjadi pemicu utama terus berulangnya aksi vandalisme yang meresahkan warga ini.
Lebih lanjut, ia mendesak agar patroli keamanan diperkuat di titik-titik rawan. Masyarakat juga diimbau untuk aktif melaporkan jika menemukan indikasi pencurian atau melihat fasilitas umum yang telah rusak akibat penjarahan. Ketiadaan jeruji besi atau pijakan pada JPO tidak hanya mengurangi estetika kota, tetapi lebih dari itu, menciptakan lubang menganga yang siap menerkam warga yang lengah. Polda Metro Jaya diharapkan segera membentuk tim khusus untuk memberantas sindikat ini sebelum jatuh korban jiwa yang lebih banyak.
Comments (0)