Vicky Prasetyo Klarifikasi Tudingan Telantarkan Istri Hamil

Di balik jendela kaca yang diguyur rintik hujan sore itu, Vicky Prasetyo duduk termenung. Tangannya sesekali menyentuh layar ponsel yang menampilkan foto hasil USG samar—sebuah kehidupan kecil yang ...

Jul 12, 2026 - 09:16
0 0
Vicky Prasetyo Klarifikasi Tudingan Telantarkan Istri Hamil

Di balik jendela kaca yang diguyur rintik hujan sore itu, Vicky Prasetyo duduk termenung. Tangannya sesekali menyentuh layar ponsel yang menampilkan foto hasil USG samar—sebuah kehidupan kecil yang tengah tumbuh dalam rahim istri sirinya. Wajahnya tak menunjukkan amarah, justru raut getir bercampur haru. Setelah hari-hari sunyi dibanjiri tudingan publik, akhirnya ia memilih untuk bersuara.

“Saya tidak pernah berniat menelantarkan, apalagi menyakiti. Dia ibu dari darah daging saya,” ucapnya lirih, mengawali pertemuan dengan sejumlah awak media di kediamannya. Tudingan bahwa ia meninggalkan sang istri yang tengah hamil tua tanpa perhatian, menurut Vicky, adalah luka yang paling dalam karena menyentuh harga dirinya sebagai ayah dan suami.

Gugatan Publik dan Suara dari Balik Tirai

Isu penelantaran itu menyeruak di media sosial, dipicu oleh unggahan beberapa pihak yang mengaku sebagai kerabat dekat sang istri. Mereka menyebut Vicky jarang mengunjungi, bahkan tidak memenuhi kebutuhan menjelang persalinan. Dalam hitungan jam, nama Vicky kembali terseret di pusaran hujatan. Netizen ramai-ramai menyudutkan, seolah semua sisi gelap rumah tangga mereka menjadi konsumsi publik tanpa ada yang bertanya langsung pada pelaku.

Namun di ruang berukuran 4x5 meter itu, Vicky menampik dengan tenang. “Mungkin mereka melihat dari luar dan langsung menyimpulkan. Tapi siapa yang tahu apa yang saya rasakan setiap malam? Siapa yang tahu berapa kali saya menangis di sini, sendirian, karena tidak bisa mendampingi dia setiap saat,” katanya, nada suaranya bergetar. Ia tak menampik bahwa pernikahan siri mereka penuh kerumitan—terutama karena statusnya sebagai figur publik yang masih terikat pernikahan sebelumnya.

Di Balik Layar: Upaya yang Tak Terlihat

Vicky kemudian mengisahkan perjuangan diamnya. Meski tak bisa terang-terangan menunjukkan kemesraan di depan kamera, ia mengaku tetap berusaha hadir lewat cara yang mungkin tak kasatmata. Transfer bulanan, panggilan video menjelang tidur, hingga menyewa tenaga kesehatan pendamping untuk sang istri adalah sebagian dari cerita yang ia tuturkan dengan mata berkaca-kaca.

“Setiap dia USG, saya yang mencarikan dokter. Setiap ada vitamin, saya yang mengirim. Bahkan ketika dia mengeluh sakit punggung, saya sampai belajar pijat lewat YouTube untuk membantunya saat video call. Tapi semua itu tidak bisa saya pamerkan ke publik,” ujarnya, sembari menunjukkan bukti percakapan di ponselnya. Dalam pesan-pesan itu, tampak kata-kata penyemangat dan tanda cinta yang justru kontras dengan narasi penelantaran yang beredar.

Ia sadar, sebagai selebritas yang kerap dikelilingi kontroversi, setiap gerak-geriknya memang rawan dihakimi. Namun, ia berharap masyarakat bisa lebih jernih melihat realita. “Saya tidak butuh validasi, saya hanya ingin anak saya tahu bahwa ayahnya berjuang dengan caranya sendiri,” tambahnya.

Ikatan yang Dijaga, Meski Tak Tampak

Lebih dari sekadar materi, Vicky menekankan bahwa ikatan batin dengan sang istri tetap ia jaga. Mereka menyepakati untuk merahasiakan pernikahan ini demi kebaikan semua pihak—terutama anak-anak dari pernikahan sebelumnya. “Saya tidak ingin ada yang terluka. Tapi saya juga tidak bisa mengabaikan hati saya sendiri. Mencintai dia bukan sebuah kesalahan, dan saya bertanggung jawab dengan pilihan itu,” tegasnya.

Di sudut ruangan, terlihat sebuah bingkisan kecil berisi selimut bayi dan sepasang sepatu mungil yang sudah ia siapkan. Benda-benda itu menjadi saksi bisu atas kesungguhan yang mungkin tidak pernah disorot kamera. “Ini sudah saya siapkan sejak kehamilan masuk trimester ketiga. Kalau saya tidak peduli, buat apa saya repot-repot?” katanya dengan senyum tipis.

Harapan untuk Sang Buah Hati

Menjelang akhir perbincangan, Vicky tak kuasa membendung air mata saat menyinggung calon bayinya. “Saya hanya ingin dia lahir selamat, sehat, dan tahu bahwa dunia ini menyambutnya dengan cinta—bukan dengan berita tentang ayahnya yang katanya jahat,” ucapnya terbata. Ia berjanji akan terus membersamai sang istri hingga persalinan tiba, meskipun dari kejauhan.

Kontroversi mungkin tak akan sepenuhnya mereda. Namun sore yang basah itu, Vicky Prasetyo mencoba merajut kembali kepercayaan satu per satu, dimulai dari kejujuran yang ia bagi kepada segelintir orang di ruangan tersebut. Sebuah langkah kecil dari seorang ayah yang tengah memperjuangkan cinta dan tanggung jawabnya—di tengah riuh rendah suara-suara yang siap menghakimi.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User