Aug 26, 2026
Hukum

Trump Umumkan Angkatan Laut AS Bersihkan Semua Ranjau di Selat Hormuz

DUBAI/ WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Selasa (19/8), mengumumkan bahwa Angkatan Laut AS telah berhasil membersihkan seluruh ranjau lau

Trump Umumkan Angkatan Laut AS Bersihkan Semua Ranjau di Selat Hormuz

DUBAI/ WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Selasa (19/8), mengumumkan bahwa Angkatan Laut AS telah berhasil membersihkan seluruh ranjau laut dari jalur pelayaran utama di Selat Hormuz, gerbang strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan perairan internasional dan menjadi lintasan utama perdagangan minyak dunia.

Pengumuman tersebut disampaikan Trump melalui platform Truth Social dan langsung mengonfirmasi oleh dua pejabat AS yang memiliki pengetahuan langsung mengenai operasi tersebut. Pembersihan ranjau merupakan bagian dari operasi senyap yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir pasca-perang antara AS dan Iran.

"Saya baru saja diberi tahu oleh Angkatan Laut Amerika Serikat bahwa semua ranjau telah dibersihkan dan/atau dileledakkan dari dalam Perairan Internasional Selat Hormuz," tulis Trump di Truth Social.

Kronologi Pembersihan Ranjau di Selat Hormuz

Berdasarkan keterangan para pejabat dan rangkaian peristiwa yang terdokumentasi, urutan kejadian pembersihan ranjau dapat dirangkum sebagai berikut:

  1. Selama perang berlangsung, Iran mengerahkan puluhan ranjau laut di jalur lalu lintas tengah (Traffic Separation Scheme/TSS) Selat Hormuz, menciptakan bahaya besar bagi kapal tanker yang melintas.
  2. Iran berkomitmen untuk memindahkan ranjau tersebut sebagai bagian dari memorandum of understanding (MoU) yang dicapai pada musim panas dengan AS.
  3. Namun, MoU tersebut akhirnya bubar dan ranjau tidak pernah ditarik oleh Iran.
  4. Selama beberapa bulan terakhir, Angkatan Laut AS menjalankan operasi senyap menggunakan drone bawah air yang memindai area secara sistematis dan menemukan lebih dari 100 ranjau.
  5. Selasa (19/8), Trump resmi mengumumkan bahwa seluruh ranjau telah dibersihkan atau dileledakkan dari perairan internasional selat.

Kebijakan Zero Tolerance dan Pengawasan Space Force

Dalam unggahannya, Trump juga menegaskan bahwa Iran telah diberi tahu bahwa setiap kapal atau perahu yang memasang ranjau baru akan "segera dan sistematis dihancurkan." Peringatan keras ini menandai pergeseran sikap Washington yang tidak lagi bersikap akomodatif terhadap provokasi militer Teheran di perairan strategis tersebut.

Selain itu, Trump menyebut bahwa Angkatan Antariksa AS (U.S. Space Force) kini memantau selat secara ketat. "Ada kebijakan Zero Tolerance terhadap pemasangan ranjau yang sepenuhnya berlaku dan efektif," tulis Trump, menegaskan keseriusan Washington dalam menjaga keamanan jalur pelayaran internasional.

Dampak Besar bagi Pasar Energi Global

Pembersihan ranjau ini memiliki implikasi luas. Pertama, jalur pelayaran yang aman memungkinkan jauh lebih banyak tanker minyak melintasi Selat Hormuz. Setiap hari, sekitar seperlima konsumsi minyak dunia melewati selat sempit sepanjang 39 kilometer ini, sehingga keamanannya sangat vital bagi stabilitas harga energi global.

Kedua, hilangnya ancaman ranjau secara signifikan mengurangi daya ungkit Iran atas pasar energi dunia, sekaligus melemahkan posisi tawarnya dalam negosiasi apa pun dengan administrasi Trump di masa depan. Selama berbulan-bulan, keberadaan ranjau menjadi kartu tekanan yang dapat dikibarkan Teheran untuk menahan laju ekspor minyak dan menekan harga global.

Ketiga, langkah ini membuat draf perjanjian yang telah dinegosiasikan Iran dan Oman selama berbulan-bulan menjadi jauh kurang relevan. Perjanjian dimaksud awalnya dirancang untuk mengatur keamanan selat, namun dengan hadirnya pengawalan langsung dan pembersihan total oleh AL AS, fungsi perjanjian tersebut praktis tergantikan oleh kekuatan militer Washington.

Latar Belakang Ketegangan di Selat Hormuz

Selat Hormuz telah lama menjadi titik rawan konflik antara Barat dan Iran. Selama periode permusuhan baru-baru ini, pengerahan ranjau di jalur pelayaran median — yang terletak tepat di antara wilayah Oman dan Iran — sempat membuat aktivitas pelayaran komersial tersendat dan menaikkan premi risiko asuransi pelayaran di kawasan.

Kehadiran lebih dari seratus ranjau di jalur TSS bukan hanya ancaman bagi tanker minyak, tetapi juga bagi kapal kargo umum dan pelayaran sipil lainnya. Operasi pemindaian dengan drone bawah air dipilih AL AS untuk meminimalkan risiko terhadap personel serta memastikan setiap titik lokasi ranjau terpetakan dengan presisi sebelum dilakukan penetralisasan.

Hingga kini, pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi atas pengumuman Trump. Namun, pesan yang disampaikan Washington tampak tegas: keamanan Selat Hormuz berada di bawah pengawasan penuh AS, dan upaya apa pun untuk kembali meminerjal perairan internasional akan mendapat balasan militer langsung.

Langkah ini diperkirakan akan menstabilkan arus ekspor minyak dari Teluk Persia dalam jangka pendek, sekaligus membuka babak baru dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah menjelang kemungkinan perundingan ulang antara Washington dan Teheran.

[SOCIAL_TWEET]: 🚢 BREAKING: Trump umumkan AL AS berhasil bersihkan SEMUA ranjau di Selat Hormuz! Lebih dari 100 ranjau ditemukan & ditetralkan via drone bawah air. Kebijakan Zero Tolerance kini berlaku—ranjau baru = hancur total. Apa dampaknya bagi harga minyak dunia? #SelatHormuz #Trump #Iran[SOCIAL_TG]: ⚡️⚡️ SELESAI! Selat Hormuz Resmi Bebas Ranjau — Trump: "Zero Tolerance!" — AL AS bersihkan 100+ ranjau dari jalur TSS antara Iran & Oman lewat operasi drone bawah air berbulan-bulan. Iran diperingati: pasang ranjau baru = hancur seketika. Daya ungkit Teheran atas pasar energi dunia runtuh. Detail lengkap di Beritaseputar.com 🔗

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User