WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat Donald Trump tampil membela perluasan pembangunan pusat data (data center) di tengah gelombang penolakan publik yang kian menguat, baik di negara bagian yang dikuasai Partai Republik maupun Demokrat. Pernyataan itu disampaikannya dalam sebuah wawancara panjang bersama Michael Cohen, mantan "fixer"-nya sendiri yang kini menjadi pewawancara, yang ditayangkan penuh pada Minggu waktu setempat.
Dalam wawancara yang direkam pekan lalu itu, Trump tidak hanya mempertahankan visi besarnya soal teknologi. Ia juga melancarkan kritik tajam terhadap komunitas-komunitas yang menolak kehadiran pusat data di wilayahnya, menyebut langkah tersebut sebagai keputusan yang merugikan masa depan ekonomi mereka sendiri.
Klaim Kepemimpinan AI atas Tiongkok
Sepanjang percakapan tersebut, Presiden AS menegaskan bahwa Amerika Serikat saat ini memimpin lomba kecerdasan buatan (AI) melawan Tiongkok "dengan selisih yang jauh". Menurutnya, pusat data adalah fondasi utama dari dominasi itu, sekaligus mesin ekonomi baru yang tak boleh diganggu gugat.
"Mereka membangun pembangkit listrik mereka sendiri. Mereka mendirikan pembangkit paling indah yang pernah ada — kalian belum pernah melihat pembangkit seperti ini," ujar Trump dalam wawancara tersebut.
Ia menambahkan bahwa klaim seolah-olah pusat data menyedot daya dari jaringan listrik umum adalah kesalahpahaman. Lebih jauh, Trump mengingatkan dampak politik bagi pejabat lokal yang menutup pintu bagi investasi jenis ini:
"Komunitas yang tidak mau menerima pusat data, mereka sedang membuat kesalahan," tandasnya, dengan alasan industri ini menciptakan sejumlah besar lapangan kerja dan pendapatan.
Cek Fakta: Benarkah Pusat Data Tak Menyentuh Jaringan Umum?
Pernyataan Trump mengenai kemandirian energi pusat data perlu dibaca secara hati-hati. Sejumlah fasilitas memang tengah mengembangkan pembangkit listrik behind-the-meter — instalasi energi yang langsung memasok fasilitas mereka tanpa lewat jaringan umum — sejalan dengan dorongan regulator federal untuk mempercepat integrasi beban besar. Namun, banyak pusat data lain tetap bergantung pada jaringan listrik publik untuk beroperasi.
| Klaim | Fakta di Lapangan |
|---|---|
| Semua pusat data punya pembangkit sendiri | Hanya sebagian membangun energi behind-the-meter |
| Tidak mengambil listrik dari jaringan umum | Banyak fasilitas tetap menarik daya dari grid publik |
| Dampak ekonomi selalu positif | Memicu gesekan soal biaya infrastruktur dan lingkungan |
Perbedaan antara narasi resmi dan realitas teknis inilah yang menjadi titik rawan dalam debat publik. Di sejumlah daerah, warga mengeluhkan beban tersembunyi berupa kenaikan tarif listrik, tekanan terhadap pasokan air, serta transformasi lanskap pedesaan yang cepat dan tak terkendali.
Gubernur Abbott: Perusahaan Menggali Kuburnya Sendiri
Komentar Trump hadir di momen sensitif. Gubernur Texas Greg Abbott baru-baru ini menyatakan bahwa perusahaan pusat data telah "menggali kubur mereka sendiri" dan layak menerima kemunduran yang mereka hadapi karena gagal membangun dukungan komunitas sejak awal.
Abbott bahkan telah menginstruksikan regulator negara bagian untuk memastikan perusahaan pusat data membayar penuh biaya infrastruktur kelistrikan yang mereka butuhkan — sebuah kebijakan yang secara langsung berlawanan dengan arus perlindungan yang ditawarkan Gedung Putih. Sentimen serupa mulai bergema di negara bagian lain, termasuk Pennsylvania, yang kini menimbang langkah regulatif serupa terhadap raksasa-raksasa digital.
Analisis: Taruhan Besar di Balik Debat Listrik dan AI
Secara politis, posisi Trump mencerminkan taruhan besar Washington pada AI sebagai arena kompetisi geopolitik abad ini. Bagi Gedung Putih, mundur dalam pembangunan infrastruktur komputasi berarti memberi celah bagi Beijing. Namun bagi gubernur-gubernur yang lebih dekat dengan isu dapur rumah tangga pemilih, matematikanya berbeda: siapa yang membayar tagihan listrik tambahan, dan siapa yang menanggung risiko lingkungan.
Ketegangan ini memperlihatkan jurang dalam tubuh Partai Republik sendiri — antara visi ekonomi berbasis ekspansi agresif dan populisme lokal yang protektif. Keputusan komunitas-komunitas kecil di depan tawaran pusat data, pada akhirnya, akan menjadi ujian nyata bagi janji kemakmuran era AI: apakah benar-benar menjadi tremendous amounts of jobs and money, atau sekadar beban baru bagi warga biasa.
[SOCIAL_TWEET]: Trump: komunitas yang menolak pusat data sedang buat kesalahan besar. Tapi Gubernur Abbott bilang perusahaan yang menggali kubur sendiri. Siapa yang benar? #AI #DataCenter[SOCIAL_TG]: 🔌 Trump bela pusat data, sebut penolakan komunitas = kesalahan. Klaim kemandirian listrik dicek fakta: hanya sebagian punya pembangkit sendiri. Gubernur Texas malah minta perusahaan bayar penuh infrastruktur. Selengkapnya di Beritaseputar.com.
Comments (0)