Aug 26, 2026
Hukum

Dua Beluga dan Empat Lumba-Lumba Marineland Pindah ke Akuarium Spanyol

NIAGARA FALLS, ONTARIO — Dua beluga dan empat lumba-lumba dari Marineland, taman hiburan keluarga di dekat Air Terjun Niagara yang telah berhenti beroperas

Dua Beluga dan Empat Lumba-Lumba Marineland Pindah ke Akuarium Spanyol

NIAGARA FALLS, ONTARIO — Dua beluga dan empat lumba-lumba dari Marineland, taman hiburan keluarga di dekat Air Terjun Niagara yang telah berhenti beroperasi, akhirnya menempuh jalan baru: sebuah akuarium di Spanyol. Keputusan ini lahir setelah rencana awal penjualan seluruh koleksi satwa laut milik taman itu ke sebuah akuarium di Tiongkok diblokir oleh pemerintah federal Kanada.

Sebagaimana dilaporkan sejumlah media lokal, Ottawa menilai transaksi ke Tiongkok tersebut bertentangan dengan semangat undang-undang tahun 2019 yang melarang perdagangan dan penangkapan paus serta lumba-lumba untuk kepentingan komersial. Setelah proses negosiasi yang panjang, dua beluga dan keempat lumba-lumba kini disepakati akan dipindahkan ke fasilitas di Spanyol, menandai babak baru dalam saga panjang kesejahteraan satwa di salah satu taman tema paling kontroversial di Kanada.

Dari Kontrak Tiongkok Menuju Pantai Mediterania

Marineland semula menjual seluruh 30 beluga dan empat lumba-lumba-nya kepada sebuah akuarium di Tiongkok dalam satu kesepakatan besar. Namun rencana itu kandas ketika pemerintah Kanada menolak menerbitkan izin ekspor. Ottawa menyebut langkah tersebut melanggar semangat Undang-Undang Penghentian Penangkapan Paus dan Lumba-lumba (Ending the Captivity of Whales and Dolphins Act) yang disahkan Parlemen pada 2019. Undang-undang itu melarang kepemilikan baru, penangkaran, dan perdagangan mamalia laut, meskipun satwa yang sudah berada dalam penangkaran sebelum aturan berlaku—termasuk koleksi Marineland—diberi status pengecualian sementara.

Artinya, jalur hukum satu-satunya bagi Marineland yang kini gulung tikar adalah menyalurkan satwanya ke fasilitas luar negeri yang mampu melewati uji izin pemerintah. Persetujuan atas destinasi Spanyol menunjukkan bahwa otoritas menilai bukan sekadar tujuan geografis, melainkan rekam jejak dan standar kesejahteraan fasilitas penerimanya.

Kronologi: Bagaimana Kasus Ini Bergulir

  1. 2019: Parlemen Kanada mengesahkan undang-undang larangan penangkapan, penangkaran, dan perdagangan paus serta lumba-lumba untuk pertunjukan komersial.
  2. 2021–2023: Marineland berulang kali tersandung masalah hukum terkait tuduhan kelalaian kesejahteraan hewan, menambah tekanan publik terhadap pengelola.
  3. Akhir 2024: Taman resmi menghentikan operasionalnya secara permanen, menyisakan puluhan satwa laut tanpa tempat tinggal pasti.
  4. 2025: Pengelola mengumumkan penjualan seluruh 30 beluga dan empat lumba-lumba ke sebuah akuarium di Tiongkok.
  5. Blokiran Ottawa: Izin ekspor tak kunjung terbit; pemerintah menyebut transaksi itu bertentangan dengan semangat UU 2019.
  6. Kini: Kesepakatan baru tercapai—dua beluga dan empat lumba-lumba siap diterbangkan ke Spanyol.

Perbandingan Dua Rencana Relokasi

AspekRencana TiongkokRencana Spanyol
Jumlah satwa30 beluga + 4 lumba-lumba2 beluga + 4 lumba-lumba
Status izin eksporDiblokir pemerintah KanadaDiproses menuju persetujuan
Penilaian pemerintahMelanggar semangat UU 2019Dianggap memenuhi syarat
CakupanSeluruh koleksi sekaligusTahap awal relokasi

Analisis: Regulasi Mengubah Peta Industri Satwa Laut

Kasus Marineland memperlihatkan betapa besar daya ubah sebuah regulasi terhadap praktik industri hiburan. UU 2019 tidak serta-merta membebaskan satwa yang sudah dimiliki, sehingga nasib mereka bergantung pada kemauan pengelola dan keketatan proses perizinan. Penolakan terhadap rencana Tiongkon, diikuti persetujuan destinasi Eropa, menjadi sinyal bahwa Kanada serius menegakkan norma yang ia ciptakan sendiri—dan bahwa standar fasilitas penerima kini menjadi faktor penentu.

"Yang kita saksikan adalah akibat logis dari era pasca-penangkaran. Pertanyaannya sudah bergeser: bukan lagi apakah paus boleh tampil, tetapi bagaimana mereka bisa hidup layak setelah puluhan tahun di kolam beton," ujar seorang pengamat kesejahteraan satwa laut.

Organisasi kesejahteraan hewan di Kanada menyambut gugurnya rencana penjualan ke Tiongkok, namun mengingatkan bahwa pemindahan ke akuarium mana pun tetap berarti kehidupan di penangkaran. Mereka mendesak agar proses transportasi—yang diketahui sangat menekan secara fisiologis bagi cetacea—diawasi ketat oleh dokter hewan independen dan dilaporkan secara transparan kepada publik.

Masa Depan Beluga Tersisa di Marineland

Dengan hanya dua beluga yang saat ini diketahui akan berangkat ke Spanyol, masih ada sekitar 28 beluga lain yang nasibnya menggantung. Pengelola hingga kini belum merilis rencana rinci untuk sisanya. Opsi yang beredar mencakup relokasi bertahap ke fasilitas internasional lain, penitipan ke lembaga riset, atau sanctuary laut terbuka—model pensiun yang tengah dikembangkan sejumlah negara untuk mantan satwa penangkaran.

Keberangkatan enam satwa ke Spanyol bukan sekadar berita logistik. Ia adalah simbol transisi sebuah industri sekaligus ujian nyata bagi komitmen Kanada menjunjung undang-undang perlindungan cetacea yang menjadi rujukan dunia.

[SOCIAL_TWEET]: Setelah diblokir Ottawa, 2 beluga dan 4 lumba-lumba Marineland akhirnya menemukan rumah baru di akuarium Spanyol. Nasib 28 beluga lain masih menggantung. #Marineland #Beluga #SatwaLiar[SOCIAL_TG]: 🐋 BERITA SATWA — Dua beluga dan empat lumba-lumba dari Marineland, Kanada, akan dipindahkan ke akuarium di Spanyol setelah rencana penjualan seluruh koleksi ke Tiongkok diblokir Ottawa. Pemerintah menyebut transaksi lama melanggar semangat UU 2019 tentang larangan penangkapan paus dan lumba-lumba. Sementara itu, ±28 beluga lain masih menanti nasib. Detail lengkap di artikel.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User