Aug 26, 2026
Hukum

Perundingan Dagang AS-Kanada Kolaps, Tarif 50% Hantam Produk Kanada

Jalur Amerika Serikat menuju inflasi yang lebih rendah kini semakin bergantung pada meredanya gejolak ekonomi global. Namun dalam beberapa hari terakhir, a

Perundingan Dagang AS-Kanada Kolaps, Tarif 50% Hantam Produk Kanada

Jalur Amerika Serikat menuju inflasi yang lebih rendah kini semakin bergantung pada meredanya gejolak ekonomi global. Namun dalam beberapa hari terakhir, arah itu justru berbalik: perundingan dagang dengan Kanada berakhir kolaps, sanksi terhadap Iran diperluas, dan tarif baru mengintai bagi produk Tiongkok. Ketiga front ini sekaligus memunculkan risiko ekonomi segar, mulai dari rak toko di Amerika hingga rantai pasok dunia.

Jumat Malam: Perundingan AS-Kanada Resmi Gagal

Puncak ketegangan terjadi Jumat malam waktu setempat, ketika perundingan dagang Washington–Ottawa resmi berakhir tanpa kesepakatan. Kegagalan itu langsung memicu pemberlakuan tarif 50 persen atas barang-barang Kanada senilai sekitar US$20 miliar, mencakup anggur, semen, dan produk susu.

Berbeda dengan gelombang tarif Donald Trump sebelumnya, bea masuk kali ini tidak memberikan pengecualian bagi barang yang sudah memenuhi aturan kesepakatan perdagangan lama. Pengamat menilai langkah ini sebagai eskalasi serius menuju perang dagang penuh di perbatasan utara, dengan dampak ekonomi sekaligus politis di kedua sisi.

Sabtu: Ottawa Menolak Mundur, Siapkan Pembalasan

Pemerintahan Perdana Menteri Mark Carney tidak menunjukkan tanda menyerah. Ottawa dilaporkan tengah menyusun daftar tarif balasan yang menyasar sektor-sektor Amerika yang politis sensitif, dengan pelaksanaan ditargetkan mendekati pemilihan paruh waktu (midterms) di AS. Strategi tersebut dimaksudkan menekan politisi Washington dari negara-negara yang paling terdampak tarif balasan.

Senin: Sanksi Iran Bertajuk "Economic D-Day"

Tekanan tidak berhenti di Kanada. Menteri Keuangan Scott Bessent dijadwalkan mengumumkan gelombang sanksi baru Senin ini, seperti dilaporkan Reuters. Fokusnya bukan hanya Iran sendiri, melainkan juga negara dan entitas lain yang melakukan bisnis dengan Tehran.

Presiden Trump menyebut paket sanksi ini sebagai "economic D-Day", atau hari-H ekonomi, yang menandakan skala operasi finansial jauh lebih luas dari paket-paket sebelumnya.
  • Sanksi sekunder akan menjangkau mitra dagang asing yang tetap bertransaksi dengan Iran.
  • Perusahaan dan lembaga keuangan yang berbisnis dengan Tehran berisiko terputus dari sistem dolar AS.

Pekan Depan: Tarif Tambahan 7,5 Persen untuk China

Sebagaimana dilaporkan Bloomberg, administrasi Trump berencana mengenakan tarif tambahan 7,5 persen atas barang-barang Tiongkok dalam beberapa pekan mendatang. Alasannya adalah tuduhan bahwa ekonomi nomor dua dunia itu membanjiri pasar global dengan produknya. Langkah ini diambil menjelang pertemuan tingkat tinggi antara Trump dan Xi Jinping sehingga diprediksi memperkeruh diplomasi kedua negara.

Kronologi Eskalasi Ekonomi Global

  1. Jumat malam — Perundingan dagang AS-Kanada kolaps; tarif 50 persen diberlakukan atas barang Kanada senilai US$20 miliar.
  2. Akhir pekan — Ottawa menyiapkan pembalasan ke sektor politis sensitif Amerika menjelang midterms.
  3. Senin — Bessent mengumumkan sanksi Iran "economic D-Day", termasuk sanksi sekunder bagi pihak yang berbisnis dengan Tehran.
  4. Pekan-pekan mendatang — Tarif tambahan 7,5 persen untuk produk China direncanakan, jelang pertemuan Xi-Trump.

Dampak ke Inflasi dan Rumah Tangga

Ketenangan relatif pada front dagang dan geopolitik yang sempat membantu meredam tekanan harga kini usai. Bagi konsumen Amerika, tarif atas anggur, produk susu, dan semen Kanada berpotensi menaikkan harga kebutuhan sehari-hari serta biaya konstruksi. Sementara itu, perluasan sanksi sekunder terhadap Iran dapat menambah volatilitas pasar energi, dan tarif baru ke Tiongkok berisiko mengganggu rantai pasok elektronik serta barang manufaktur.

Analis menilai kombinasi tiga front ini menghadirkan risiko ganda: inflasi domestik yang sulit turun dan ketidakpastian global yang menekan investasi. Dengan midterms semakin dekat, suhu politik di Washington pun ikut memanas, sebab tarif balasan Kanada sengaja dirancang agar terasa secara politis. Bagi pasar dunia, pekan-pekan mendatang menjadi ujian nyata apakah eskalasi ini berhenti di ancaman atau berubah menjadi perang dagang total.

[SOCIAL_TWEET]: Perundingan dagang AS-Kanada kolaps! Tarif 50% hantam barang Kanada senilai US$20 miliar. Sanksi Iran "economic D-Day" dan tarif China 7,5% menyusul. Selengkapnya di Beritaseputar.com #PerdaganganAS #TarifTrump[SOCIAL_TG]: 📰 PERANG DAGANG MEMANAS: Perundingan AS-Kanada kolaps, tarif 50% menghantam barang Kanada senilai US$20 miliar. Sanksi Iran bertajuk "economic D-Day" diumumkan Senin, tarif tambahan 7,5% untuk China menyusul pekan depan. Simak kronologi lengkapnya di Beritaseputar.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kartika-dewi

Reporter Cybersecurity. Fokus pada keamanan siber, privasi data, dan regulasi digital.

Comments (0)

User