Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Titiek Soeharto Sebut Ketahanan Pangan di Nusakambangan Adalah 'Cambuk'

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan program ketahanan pangan yang terjadi di Pulau Nusakambangan. M

Jul 06, 2026 - 14:15
0 1
Titiek Soeharto Sebut Ketahanan Pangan di Nusakambangan Adalah 'Cambuk'

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan program ketahanan pangan yang terjadi di Pulau Nusakambangan. Menurutnya, keberhasilan yang ditunjukkan di pulau tersebut merupakan sebuah 'cambuk' bagi kementerian dan lembaga lain, terutama yang memiliki tugas pokok dan fungsi di sektor pangan. Istilah 'cambuk' yang dimaksudkannya adalah sebagai motivasi agar semua pihak ikut berupaya mewujudkan ketahanan pangan secara nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Titiek usai melakukan kunjungan dan berkeliling di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, pada Sabtu (20/6/2026). Ia mengaku kagum dengan pencapaian yang ada di sana dan menjadikannya sebagai contoh nyata bahwa dengan kemauan yang kuat, produksi pangan bisa dioptimalkan meskipun di lokasi yang memiliki keterbatasan akses dan stigma tersendiri.

Motivasi untuk Seluruh Pemangku Kepentingan

Dalam keterangannya, Titiek menekankan bahwa apa yang terjadi di Nusakambangan seharusnya menjadi pelecut semangat bagi daerah-daerah lain. Ia menilai bahwa kunci utama keberhasilan program ini sebenarnya terletak pada kemauan dan komitmen bersama. "Bayangin, Nusakambangan aja bisa kayak begini. Gimana tempat lain? Sebenarnya semua ini kemauan kita. Kita mau nggak sih untuk memproduksi bahan-bahan pangan ini?" ujarnya dengan penuh antusias.

"Bayangin, Nusakambangan aja bisa kayak begini. Gimana tempat lain? Sebenarnya semua ini kemauan kita. Kita mau nggak sih untuk memproduksi bahan-bahan pangan ini?"

Lebih lanjut, Titiek menjelaskan bahwa program ketahanan pangan yang dijalankan di Nusakambangan merupakan bukti nyata bahwa dengan pengelolaan yang serius dan dukungan dari berbagai pihak, lahan yang terbatas sekalipun bisa menghasilkan produk-produk pertanian yang berkualitas. Hal ini sekaligus membantah anggapan bahwa sektor pangan hanya bisa dikembangkan di lahan-lahan luas di luar pulau Jawa.

Kunjungan Titiek ke Nusakambangan tidak hanya sekadar melihat langsung lahan pertanian yang dikelola, tetapi juga untuk mendengarkan masukan dari petugas dan petani setempat. Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, lingkungan hidup, dan kehutanan ini berencana untuk terus mendorong agar model ketahanan pangan ala Nusakambangan bisa diadopsi oleh berbagai wilayah lain di Indonesia. Titiek berharap, kementerian teknis seperti Kementerian Pertanian dan lembaga terkait bisa lebih agresif dalam mengimplementasikan program sejenis di daerah-daerah yang memiliki potensi, namun belum tergarap maksimal.

Selain itu, Titiek juga menyempatkan diri untuk memuji kinerja Menteri Imipas (Imigrasi dan Pemasyarakatan) yang dinilai sangat mendukung terwujudnya program ini. Ia mengatakan bahwa jika seluruh anggota kabinet memiliki semangat kerja yang sama seperti Menteri Imipas, Presiden tidak perlu khawatir dengan kelancaran berbagai program strategis nasional. "Kalau kabinet diisi seperti Pak Agus, Presiden tenang," ungkap Titiek, merujuk pada Agus Andrianto yang sekarang menjabat sebagai Menteri Imipas.

Kementerian Imipas sendiri, melalui unit pelaksana teknis di lapas-lapas yang berada di Nusakambangan, memang gencar menggerakkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui sektor pertanian dan peternakan. Program ini bukan hanya berdampak pada peningkatan ketahanan pangan, tetapi juga memberikan bekal keterampilan bagi warga binaan setelah mereka selesai menjalani masa pidana.

Sinergi Demi Kedaulatan Pangan Nasional

Pernyataan Titiek Soeharto ini menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan tidak selalu bergantung pada besarnya anggaran atau luasnya lahan, melainkan pada konsistensi dan inovasi pelaksana di lapangan. Nusakambangan yang semula identik dengan sistem pemasyarakatan ketat, kini menjelma menjadi contoh bagaimana pertanian terpadu bisa dijalankan dengan sukses.

Dengan adanya pernyataan yang menggugah ini, diharapkan akan muncul langkah-langkah konkret dari berbagai pihak untuk menjadikan 'cambuk' Nusakambangan sebagai inspirasi menuju kedaulatan pangan yang lebih kuat dan merata di seluruh pelosok negeri. Liputan dari media kami ini akan terus memantau perkembangan dan tindak lanjut dari dukungan parlemen terhadap program ketahanan pangan di tanah air.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
kartika-dewi

Fact Checker. Memverifikasi klaim gaya hidup dan tren.

Comments (0)

User