Tim SAR Berjuang Cari Remaja yang Hilang Terseret Ombak di Pantai Pererenan

Sore itu, Pantai Pererenan di Kabupaten Badung, Bali, tidak sedang bersahabat. Debur ombak yang biasanya memikat para peselancar justru menunjukkan sisi ganasnya. Di tengah panorama senja yang mulai m...

Jul 12, 2026 - 20:40
0 0

Sore itu, Pantai Pererenan di Kabupaten Badung, Bali, tidak sedang bersahabat. Debur ombak yang biasanya memikat para peselancar justru menunjukkan sisi ganasnya. Di tengah panorama senja yang mulai merona, dua remaja asyik bermain air di tepian. Namun, kegembiraan mereka mendadak berubah menjadi kepanikan saat sebuah gulungan ombak besar datang tanpa aba-aba. Satu dari mereka berhasil meloloskan diri, sementara satu lainnya lenyap ditelan buih dan arus yang mengamuk.

Kronologi Kejadian

Insiden nahas itu terjadi pada Kamis petang, saat sebagian pengunjung pantai mulai bersiap meninggalkan lokasi. Saksi mata yang berada tidak jauh dari titik kejadian menuturkan, kedua remaja tersebut tampak sedang bercengkerama di area yang sebenarnya cukup berbahaya. Gelombang tinggi yang tiba-tiba datang langsung menghantam mereka hingga terempas dan kehilangan keseimbangan. Satu orang, yang belakangan diketahui bernama Ari (17), sempat berpegangan pada bebatuan di pinggir pantai dan akhirnya ditolong oleh pengunjung lain. Namun, rekannya, Dimas (16), tidak seberuntung itu. Tubuhnya terseret arus balik yang kuat dan dalam hitungan detik menghilang dari pandangan.

Menurut keterangan Ari, ia dan Dimas memang sering datang ke pantai itu selepas pulang sekolah. Hari itu mereka memutuskan untuk menceburkan diri tanpa menyadari peringatan alam yang terlihat dari gelombang yang lebih besar dari biasanya. "Kami pikir masih aman karena ada orang lain yang juga bermain air. Tapi tiba-tiba ombak besar datang, saya bisa meraih batu, tapi dia sudah jauh," ujar Ari dengan suara bergetar saat ditemui di posko darurat.

Upaya Pencarian yang Menantang

Begitu laporan diterima, tim SAR gabungan dari Basarnas Bali, Polair, dan relawan setempat segera dikerahkan. Operasi pencarian dimulai dengan penyisiran di sepanjang garis pantai serta menggunakan perahu karet. Namun, kondisi alam menjadi musuh utama. Gelombang yang berkisar antara 2 hingga 3 meter dan arus bawah yang kuat menyulitkan para penyelam untuk menyisir area bawah air. Hingga malam tiba, Dimas belum juga ditemukan. Pencarian dihentikan sementara karena jarak pandang yang minim dan risiko bagi tim penyelamat, dan akan dilanjutkan keesokan harinya.

Kepala Basarnas Bali dalam keterangannya menyampaikan bahwa operasi SAR akan diperluas hingga radius 3 kilometer dari titik awal hilangnya korban, dengan memperhitungkan arah arus dan angin. "Kami mengerahkan 30 personel dan alat selam untuk memaksimalkan pencarian, namun kami mohon doa dan dukungan agar cuaca segera membaik," katanya. Selain itu, tim juga menggunakan drone untuk memonitor permukaan air dari ketinggian, berharap dapat menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Kecemasan dan Harapan di Posko Darurat

Di tenda darurat yang didirikan tidak jauh dari lokasi, keluarga Dimas menunggu dengan harapan yang digantungkan pada setiap hembusan kabar. Ibunda Dimas, yang tak kuasa membendung air mata, hanya bisa memeluk erat foto putranya. "Dia baru saja bilang ingin jadi peselancar. Saya selalu pesan jangan bermain air kalau ombak sedang besar," katanya lirih. Pihak keluarga terus berkoordinasi dengan tim SAR dan aparat setempat, berharap keajaiban akan mempertemukan mereka kembali.

Kecelakaan ini menjadi pengingat yang menyayat hati tentang bahaya alam yang kerap dipandang sebelah mata. Sejumlah papan peringatan sebenarnya telah terpasang di beberapa titik Pantai Pererenan, namun sering kali diabaikan oleh pengunjung yang datang untuk menikmati keindahan pantai. Para pemangku kepentingan diharapkan meningkatkan sosialisasi keselamatan pantai, terutama saat musim gelombang tinggi, agar peristiwa serupa tidak kembali memakan korban jiwa.

Sementara itu, doa-doa terus mengalir dari keluarga, teman, dan para relawan yang dengan tulus berjibaku di garis depan. Mata mereka masih menyiratkan asa, meski senja di Pantai Pererenan kali ini terasa begitu kelam.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
galih-pratama

Editor Teknologi. Mantan software engineer. Meliput AI, cloud, dan transformasi digital.

Comments (0)

User