The Rose Hadirkan Mimpi di Jakarta Lewat Tur ROSETOPIA

Di tengah riuhnya Jakarta yang mulai bersolek menyambut musim hujan, secercah kabar gembira datang bagai pelangi setelah gerimis. Para Black Rose—sebutan akrab bagi penggemar grup band asal Korea Se...

Jul 12, 2026 - 19:42
0 0
The Rose Hadirkan Mimpi di Jakarta Lewat Tur ROSETOPIA

Di tengah riuhnya Jakarta yang mulai bersolek menyambut musim hujan, secercah kabar gembira datang bagai pelangi setelah gerimis. Para Black Rose—sebutan akrab bagi penggemar grup band asal Korea Selatan, The Rose—kembali memiliki alasan untuk menghitung hari. Setelah sukses mencuri perhatian di salah satu festival musik terbesar di tanah air, Prambanan Jazz 2026, band beraliran rock alternatif itu dipastikan akan kembali menyapa penggemarnya dalam sebuah konser tunggal bertajuk ROSETOPIA ASIA TOUR.

Bukan sekadar konser biasa, penampilan ini menjadi rangkaian perjalanan emosional yang mempertemukan kembali band beranggotakan empat personel—Woosung, Dojoon, Hajoon, dan Jaehyeong—dengan energi yang tak pernah pudar dari para pendukung setianya di Indonesia. Jakarta menjadi kota terpilih untuk menjadi tuan rumah pada Oktober mendatang, menandai kali pertama mereka membawa tur solonya ke ibu kota setelah sekian lama dinanti.

Euforia dari Candi Prambanan ke Pusat Ibu Kota

Masih segar dalam ingatan, ketika senja mulai turun di kompleks Candi Prambanan dan suara khas Woosung merobek heningnya langit Yogyakarta. Ribuan pasang mata yang hadir di Prambanan Jazz 2026 tak kuasa menahan getaran. Penampilan The Rose kala itu bukan hanya menjadi sesi musik, melainkan perayaan kebersamaan yang sempat tertunda. Kini, euforia itu akan kembali dirajut di Jakarta.

Bagi sebagian penggemar, penampilan di festival tersebut terasa begitu singkat. Mereka haus akan setlist yang lebih panjang, momen intim yang hanya bisa diberikan oleh konser tunggal. Keinginan inilah yang kini dijawab oleh manajemen The Rose melalui tur Asia mereka yang bertajuk ROSETOPIA—nama yang diambil dari dunia utopis yang kerap dibangun band ini dalam lirik dan imaji musikalnya. Dari Candi Prambanan, panggung eksotis itu berpindah ke gedung konser atau arena terbuka di Jakarta, membawa mimpi yang lebih besar.

Perjalanan Panjang Menuju ROSETOPIA

Mengisahkan The Rose tak lengkap tanpa menyebut masa vakum yang nyaris merenggut eksistensi mereka. Sempat berseteru dengan agensi, hingga para personel menjalani wajib militer yang tak bisa dihindari, band yang dibentuk pada 2017 ini sempat berada di titik nadir. Namun, layaknya lirik-lirik mereka yang bicara tentang bangkit dan bertahan, The Rose kembali pada 2022 dengan formasi utuh dan semangat yang justru kian membara.

Album penuh kedua mereka, "DUAL", yang dirilis pada 2023, menjadi tonggak kebangkitan. Membawa tema dualitas kehidupan, karya ini diterima luas secara global dan menegaskan posisi mereka di kancah musik independen. Tak heran, tur dunia yang menyusul setelahnya selalu disambut antusiasme tinggi, termasuk di Asia Tenggara. ROSETOPIA ASIA TOUR menjadi perpanjangan dari narasi tersebut: sebuah perayaan bahwa setelah gelap, selalu ada cahaya.

Seorang penggemar, Andini (26), yang telah mengikuti perjalanan The Rose sejak debut mereka, berbagi haru di media sosial. "Dari dulu aku percaya mereka bakal kembali dengan lebih kuat. Waktu dengar mereka tampil di Prambanan, rasanya seperti mimpi. Sekarang mereka mau bikin konser sendiri di Jakarta, aku nggak sabar buat nangis sepanjang konser," tulisnya.

Lagu-lagu yang Jadi Pelukan

Salah satu kekuatan The Rose adalah kemampuannya merangkai kata dan melodi yang menyentuh relung hati paling dalam. Lagu seperti "She's In The Rain", "Sorry", hingga "Back to Me" bukan sekadar dentingan nada, melainkan teman di saat sendiri, peneguh saat gamang. Di panggung Jakarta nanti, ribuan suara dipastikan akan bersatu dalam paduan suara spontan yang sering kali membuat personelnya terkejut sendiri.

Para Black Rose di Indonesia dikenal sebagai salah satu basis penggemar paling vokal dan hangat di dunia. Saat konser virtual di masa pandemi, Indonesia selalu mendominasi daftar penonton. Ketika akhirnya The Rose menginjakkan kaki di panggung langsung, sambutan yang mereka terima selalu begitu gegap gempita dan penuh air mata. Momen seperti inilah yang diyakini membuat The Rose selalu ingin kembali, seolah pulang ke rumah kedua.

Antisipasi Tiket dan Persiapan

Meski detail venue dan harga tiket belum diumumkan secara resmi, geliat di kalangan penggemar sudah begitu terasa. Di linimasa media sosial, tagar terkait tur ini langsung mencuat. Komunitas-komunitas penggemar mulai menggalang dana dan mengatur strategi war tiket. Mereka belajar dari pengalaman sebelumnya di mana tiket The Rose, meski tidak selalu habis dalam hitungan menit, tetap laris manis dan dinanti.

Jakarta di bulan Oktober kelak akan menjadi saksi bisu dari ribuan kisah yang bertemu di bawah satu atap. Ada yang menabung sejak gaji pertama, ada yang merencanakan perjalanan jauh dari luar pulau, bahkan ada yang rela mengambil cuti kerja demi memastikan bisa berdiri di barisan terdepan. Bagi mereka, ini bukan sekadar hiburan, melainkan investasi kebahagiaan dan pemenuhan janji pada diri sendiri.

Sambil menanti informasi resmi selanjutnya, para penggemar bisa sedikit bernapas lega dan memasang alarm di kalender. Setelah berbagi panggung megah di bawah bulan di Prambanan, The Rose siap membawa dunia utopia mereka ke Jakarta, melengkapi cerita panjang antara band dan para pendengarnya yang tak pernah lelah menanti. Satu pesan yang selalu digaungkan oleh Woosung di setiap akhir konser mungkin bisa menjadi pegangan: "This is not the end, this is just the beginning."

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User