Spanyol Lolos Semifinal Berkat Merino, Ronaldo Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
INGLEWOOD, CALIFORNIA — Tim nasional Spanyol memastikan langkah mulus ke babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Belgia dengan skor meyakinkan
INGLEWOOD, CALIFORNIA — Tim nasional Spanyol memastikan langkah mulus ke babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Belgia dengan skor meyakinkan 2–0 di SoFi Stadium, Jumat (10/7) malam waktu setempat. Dua gol kemenangan La Roja seluruhnya dicetak oleh gelandang serba bisa Mikel Merino, yang tampil sebagai pahlawan sejati di hadapan 70.240 penonton. Di sisi lain turnamen, sorotan tajam juga terus mengarah kepada megabintang Portugal, Cristiano Ronaldo, yang sejak fase grup telah mencuri perhatian berkat rekor dan emosi membara yang ia tunjukkan.
Merino Menggila, Belgia Tak Berdaya
Pertandingan yang digelar di Inglewood, dekat Los Angeles, sejak menit awal sudah berjalan dalam tempo tinggi. Belgia mencoba mendominasi lewat duet Kevin De Bruyne dan Jeremy Doku, namun lini tengah Spanyol yang dikomandoi Pedri dan Merino justru tampil lebih solid. Merino membuka keunggulan pada menit ke‑31. Menerima umpan terobosan Dani Olmo, ia melepaskan tendangan first‑time dari luar kotak penalti yang bersarang deras di pojok kanan gawang Thibaut Courtois. Gol tersebut sontak memicu sorak sorai suporter Spanyol yang memadati tribun.
“Saya hanya fokus menyambut bola sebersih mungkin. Insting saya langsung mengatakan ‘tembak’, dan syukurlah bola masuk. Kredit untuk seluruh tim yang sudah bekerja tanpa lelah,” ujar Merino seusai laga.
Memasuki babak kedua, tekanan Belgia meningkat. Romelu Lukaku beberapa kali mengancam lewat sundulan, tetapi kiper Unai Simón tampil gemilang. Keasyikan menyerang justru menjadi petaka bagi Belgia. Di menit ke‑67, serangan balik cepat yang dibangun Nico Williams dari sayap kiri berakhir dengan umpan tarik ke kotak penalti. Merino yang berlari dari lini kedua dengan dingin menyontek bola ke gawang yang sudah kosong. Skor 2–0 bertahan hingga peluit panjang, sekaligus menegaskan dominasi Spanyol sepanjang 90 menit.
Statistik mencatat Spanyol menguasai 58 persen penguasaan bola dan melepaskan 14 tembakan, tujuh di antaranya tepat sasaran. Merino sendiri menyelesaikan laga dengan tiga dribel sukses, dua tekel, dan akurasi oper 92 persen—menobatkannya sebagai Man of the Match. Pelatih Luis de la Fuente tak ragu menyebut penampilan anak asuhnya sebagai “simfoni sepak bola yang sempurna.” Kemenangan ini membawa Spanyol menantang pemenang laga Argentina versus Belanda di semifinal yang dijadwalkan pada 15 Juli di AT&T Stadium, Arlington.
Ronaldo: Emosi, Rekor, dan Warisan di Houston
Ribuan kilometer dari Inglewood, gemuruh Piala Dunia 2026 juga terasa di NRG Stadium, Houston, saat Portugal menghadapi Kongo dalam laga Grup K, 18 Juni lalu. Pertandingan yang dimenangkan Portugal 3–1 itu menjadi panggung emosi Cristiano Ronaldo. Sang kapten bereaksi penuh semangat—meraungkan instruksi, merayakan gol dengan selebrasi khas ‘SIUUU’, bahkan sempat menitikkan air mata ketika menerima tepuk tangan meriah dari 62.000 penonton usai digantikan pada menit ke‑80.
Ronaldo mencetak gol pembuka lewat titik penalti pada menit ke‑23, sekaligus menorehkan sejarah sebagai pemain tertua yang mencetak gol di putaran final Piala Dunia era modern, pada usia 41 tahun 5 bulan. Rekor tersebut melampaui legenda Roger Milla dari Kamerun yang mencetak gol di usia 42 tahun pada 1994, namun Milla terlibat di era dengan rentang partisipasi lebih lebar. Gol itu sekaligus memperpanjang koleksinya menjadi sembilan gol sepanjang sejarah Piala Dunia, menyamai Eusébio sebagai pencetak gol terbanyak Portugal di turnamen.
“Usia hanya angka. Saya masih punya api yang sama seperti 20 tahun lalu. Yang terpenting adalah membantu tim melangkah sejauh mungkin,” kata Ronaldo dalam konferensi pers usai laga.
Meskipun demikian, performa Portugal sejak fase grup hingga babak 16 besar masih menyisakan pertanyaan. Ronaldo tampil tajam, namun ketergantungan terhadap sang mega bintang membuat permainan Seleção das Quinas kerap terbaca lawan. Mereka lolos sebagai runner‑up grup setelah kalah selisih gol dari Brasil, dan harus berjuang keras menyingkirkan Uruguay lewat adu penalti di babak 16 besar.
Dua Kutub Emosi di Panggung Global
Kontras antara euforia Spanyol yang mengandalkan kolektivitas muda dan perjalanan emosional Portugal yang digerakkan oleh ikon veteran menjadi cerita menarik di Piala Dunia 2026. Spanyol dengan skuad bertabur talenta seperti Gavi, Pedri, dan Lamine Yamal menunjukkan sepak bola modern yang atraktif, sementara Portugal masih bertumpu pada daya magis Ronaldo. Namun, kedua narasi itu bertemu dalam satu benang merah: sepak bola selalu menjadi panggung bagi kejutan, sejarah, dan air mata—baik bahagia maupun haru.
Pantauan AP di Houston menangkap momen tatkala Ronaldo berlutut di tengah lapangan setelah peluit akhir laga melawan Kongo, menggenggam rumput seolah enggan meninggalkan panggung yang telah menjadi rumahnya selama dua dekade. Foto ikonik tersebut kini beredar luas di media sosial, mengingatkan publik bahwa Piala Dunia 2026 boleh jadi adalah edisi terakhir sang legenda hidup.
Sementara itu, di Los Angeles, Mikel Merino merayakan malam kariernya dengan sujud syukur di pojok lapangan, dikelilingi rekan setim yang merayakan tiket semifinal. Dua gambar, dua generasi: Spanyol menatap masa depan, Portugal merayakan warisan masa kini. Piala Dunia 2026 terus menghadirkan cerita yang layak dikenang.
[SOCIAL_TWEET]: Spanyol melaju ke semifinal berkat dua gol Mikel Merino, sementara Cristiano Ronaldo cetak sejarah gol tertua di Piala Dunia 2026. Dua kisah, satu panggung megah. #FIFAWorldCup #VamosEspaña #CR7[SOCIAL_TG]: ⚽️🔥 Spanyol ke semifinal! Merino 🅱️race, Belgia 0-2. Di Houston, CR7 😭 cetak sejarah gol tertua Piala Dunia. Dua generasi, satu cinta: sepak bola! 🇪🇸🇵![TEX]
Comments (0)