Senangnya Warga Liburan Gratis di Ragunan: Seru, Banyak Wahana dan Hewan
Taman Margasatwa Ragunan menjadi magnet utama bagi warga Jakarta dan sekitarnya dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta. Kebijakan tiket masuk gratis pada hari istimewa ini langsung disam
Taman Margasatwa Ragunan menjadi magnet utama bagi warga Jakarta dan sekitarnya dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta. Kebijakan tiket masuk gratis pada hari istimewa ini langsung disambut antusiasme luar biasa, mengubah kawasan konservasi seluas 147 hektare itu menjadi lautan manusia yang ceria. Suara tawa anak-anak, celoteh keluarga, hingga kicau burung berpadu menciptakan suasana liburan yang ramai namun tetap tertata.
"Karena gratis, (TM Ragunan) ramai juga. Ini baru pertama kali kami sekeluarga datang bareng semua, biasanya cuma berdua saja karena biaya tiket, parkir, dan jajan lumayan kalau bertiga. Sekarang jadi lebih hemat dan bisa ajak anak lihat langsung jerapah dan gajah yang biasanya hanya dilihat di buku sekolah," ujar Shela, warga Jakarta Timur, saat ditemui di kawasan pintu masuk utara Ragunan, Jakarta Selatan, Minggu (28/6/2026).
Shela menceritakan bahwa keluarganya sudah merencanakan kunjungan ini jauh-jauh hari sejak mendengar kabar gratis tiket dari pengeras suara kelurahan. Mereka sengaja datang pagi pukul 06.30 WIB untuk menghindari antrean, namun ternyata parkiran sudah setengah penuh. “Tadi lihat bus-bus pariwisata juga banyak, mungkin rombongan dari luar kota juga memanfaatkan momen ini,” tambahnya.
Situasi serupa terlihat di seluruh sudut taman margasatwa. Area primata seperti Pusat Primata Schmutzer tetap menjadi favorit, dengan pengunjung rela mengantre hingga satu jam untuk menyaksikan gorila dan orang utan dari jembatan gantung. Sementara itu, wahana interaktif seperti Children’s Zoo dan area sentuh satwa juga penuh sesak oleh anak-anak yang ingin memberi makan rusa tutul atau berfoto bersama ular sanca batik di bawah pengawasan petugas.
Ratusan satwa dari lebih 2.000 spesies menjadi bintang hari itu. Harimau sumatra yang tengah bermalas-malasan di bawah rindangnya pohon, komodo yang sesekali menjulurkan lidahnya, hingga aneka unggas air di danau buatan yang dikelilingi pohon angsana tua. Seorang petugas kebersihan yang enggan disebutkan namanya mengaku senang meski harus bekerja ekstra. “Sampah memang jadi lebih banyak dari hari biasa, tapi melihat wajah-wajah gembira pengunjung, terutama anak-anak, saya ikut senang. Semoga setahun sekali ada program seperti ini,” katanya.
Selain kekayaan fauna, wahana rekreasi lain seperti sepeda air, kereta keliling, dan taman bermain anak juga menjadi pelengkap keseruan. Warung-warung sederhana yang menjual es kelapa muda, sate, hingga mainan anak-anak pun kebanjiran rezeki. Menurut laporan pantauan media kami, pada puncak hari gratis kemarin, jumlah pengunjung tercatat mencapai angka fantastis, yakni sekitar 135 ribu orang, atau naik dua kali lipat jika dibandingkan dengan akhir pekan biasa di luar musim libur sekolah.
Meski ramai, petugas keamanan dan relawan tampak sigap mengatur arus pengunjung, terutama di titik-titik rawan kemacetan seperti pintu masuk barat dan selatan. Pos kesehatan juga disiagakan untuk mengantisipasi kelelahan atau dehidrasi di tengah terik matahari. Hiruk-pikuk yang tertib ini menunjukkan bahwa kebijakan gratis masuk tidak hanya menjadi hadiah ulang tahun kota, tetapi juga momentum memperkuat kecintaan masyarakat pada satwa dan ruang terbuka hijau di tengah gemerlap ibu kota. Informasi ini dihimpun dari laporan langsung di lapangan oleh tim Beritaseputar.com.
Comments (0)