Sebuah insiden mengejutkan terjadi di kediaman gitaris grup band ternama Sheila on 7, Eross Candra, di kawasan Nganglik,
Kronologi Kejadian dan Respons Cepat Damkar Berdasarkan informasi yang dihimpun media kami, peristiwa ini berawal pada pukul 00.05 WIB. Eross Candra yang mendapati reptil berbisa tersebut di proper
Kronologi Kejadian dan Respons Cepat Damkar
Berdasarkan informasi yang dihimpun media kami, peristiwa ini berawal pada pukul 00.05 WIB. Eross Candra yang mendapati reptil berbisa tersebut di propertinya segera melaporkan situasi darurat itu kepada Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sleman. Tanpa menunda waktu, petugas yang sedang bersiaga langsung merespons laporan tersebut hanya dalam hitungan menit.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Satuan Polisi Pamong Praja Sleman, Gunardi, dalam keterangannya kepada media kami menjelaskan detail kronologi respons timnya. Pihaknya memastikan bahwa begitu laporan diterima, regu penyelamat langsung dikerahkan dari lokasi tugas sebelumnya di Tlogoadi.
"Jadi Sabtu (27/6) itu jam 00.05 ada laporan dari Mas Eross, kemudian jam 00.06 kita berangkat dari lokasi evakuasi yang Tlogoadi tadi, sampai ke lokasi jam 00.21,"
Dari penuturan tersebut, terlihat jelas kecepatan dan profesionalisme tim Damkar Sleman. Hanya terpaut satu menit setelah laporan masuk, pasukan sudah bergerak. Perjalanan menuju kediaman Eross di Nganglik ditempuh dalam waktu sekitar 15 menit, sehingga total respons time dari laporan hingga tiba di lokasi hanya 16 menit. Ini menunjukkan kesiapsiagaan tinggi yang patut diapresiasi, terutama mengingat penanganan dilakukan pada jam-jam rawan di mana kebanyakan orang sedang beristirahat.
Evakuasi Ular dan Keamanan Lingkungan
Ular kobra Jawa (Naja sputatrix) dikenal sebagai salah satu spesies ular berbisa yang cukup sering dijumpai di wilayah pemukiman di Pulau Jawa, terutama di area yang berdekatan dengan lahan terbuka atau persawahan. Kemunculannya di rumah seorang figur publik seperti Eross Candra menjadi pengingat bagi warga untuk selalu waspada, terutama pada malam hari atau saat musim penghujan di mana ular cenderung mencari tempat berlindung yang hangat dan kering.
Proses evakuasi dilaporkan berjalan tanpa hambatan berarti. Tim Damkar yang terlatih berhasil mengamankan ular kobra tersebut dengan peralatan khusus untuk penanganan reptil. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai kondisi fisik ular atau ke mana reptil tersebut akan direlokasi, namun prosedur standar biasanya mencakup pelepasliaran kembali ke habitat alami yang jauh dari pemukiman penduduk.
Kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, baik bagi penghuni rumah maupun petugas. Media kami akan terus memantau perkembangan informasi terkait situasi keamanan lingkungan di kawasan Sleman dan sekitarnya, khususnya menyangkut interaksi antara satwa liar dengan pemukiman urban.
Comments (0)