Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Santai Tanggapi Ambisi PSI, Bambang Pacul: Jateng Bukan Sekadar Kandang, Semua Pihak Boleh Punya Mimpi

Ketua DPP PDIP Bambang Wuryanto yang akrab disapa Bambang Pacul memberikan respons tenang dan terukur terhadap manuver Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang belakangan gencar menyuarakan keinginan

Jul 07, 2026 - 22:45
0 0
Santai Tanggapi Ambisi PSI, Bambang Pacul: Jateng Bukan Sekadar Kandang, Semua Pihak Boleh Punya Mimpi

Ketua DPP PDIP Bambang Wuryanto yang akrab disapa Bambang Pacul memberikan respons tenang dan terukur terhadap manuver Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang belakangan gencar menyuarakan keinginan mengubah Jawa Tengah menjadi apa yang mereka sebut sebagai "kandang gajah". Dalam dunia perpolitikan, istilah "kandang gajah" kerap diasosiasikan dengan basis kekuatan partai berlambang banteng, yang secara historis memang mengakar kuat di provinsi ini.

Pacul menegaskan bahwa setiap entitas politik memiliki hak fundamental untuk menyuarakan aspirasi dan ambisinya, termasuk dalam konteks perluasan pengaruh di suatu wilayah. Namun, ia mengingatkan bahwa antara keinginan dan realisasi terdapat jarak yang sangat lebar. "Setiap orang berhak memiliki keinginan. Semua orang berhak mengucapkan keinginannya. Persoalannya, apakah keinginan itu kemudian diurai menjadi langkah-langkah nyata untuk diwujudkan? Itu nanti yang akan diuji di lapangan," ujar Pacul saat ditemui media kami di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Sinyal Persaingan Makin Terbuka di Jateng

Pernyataan Pacul ini merespons langsung klaim PSI yang belakangan mulai agresif membangun narasi tandingan di kandang tradisional PDIP. Dalam beberapa kesempatan, elite PSI menyebut target mereka merebut "kandang gajah" sebagai simbol perlawanan terhadap dominasi politik yang sudah berlangsung puluhan tahun. Provinsi dengan jumlah pemilih terbesar kedua di Pulau Jawa ini memang menjadi magnet bagi banyak partai untuk menancapkan pengaruh, terutama menjelang perhelatan elektoral berikutnya.

PDIP sendiri, melalui kader-kadernya, secara konsisten memenangi kontestasi di Jateng dalam beberapa siklus pemilu. Baik di tingkat gubernur maupun legislatif, dominasi partai ini sulit ditandingi. Hal itulah yang membuat deklarasi PSI dianggap sebagian kalangan sebagai strategi "pansos" atau panjat sosial politik daripada langkah yang realistis.

"Jadi kita lihat saja nanti di lapangan. Jangan baru keinginan saja sudah riuh. Politik itu soal bukti, bukan cuma retorika," tegas legislator senior asal daerah pemilihan Jawa Tengah itu.

Antara Harapan dan Realitas Politik

Sikap rendah hati namun tajam yang ditunjukkan Pacul mencerminkan kepercayaan diri PDIP menghadapi tantangan dari partai-partai lain yang mencoba menggerus basis suara mereka. Bukan tanpa alasan, Jateng kerap dianggap sebagai benteng ideologis yang sulit ditembus. Infrastruktur partai yang terbangun dari tingkat ranting hingga akar rumput, serta kedekatan emosional antara kader dan konstituen, menjadi modal utama yang tidak mudah direplikasi pendatang baru.

Di sisi lain, langkah PSI menunjukkan bahwa peta politik daerah tidak boleh dianggap statis. Setiap partai berhak menguji mesin politiknya di medan yang dianggap paling menantang. Apakah "kandang gajah" akan tetap kokoh atau justru terbuka bagi pemain baru? Jawabannya, seperti kata Pacul, akan diuji di lapangan.

Pengamat politik dari berbagai lembaga sering mengingatkan bahwa deklarasi semacam ini sejatinya bagian dari komunikasi politik untuk meningkatkan daya tawar dan membangun persepsi publik. Apakah target tersebut serius atau sekadar gimik menjelang pemilu, waktu yang akan membuktikan. Untuk saat ini, mesin politik PDIP tampaknya masih berjalan dengan keyakinan penuh di jalur yang telah teruji.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
galih-pratama

Editor Gaya Hidup. Editor tren, komunitas, dan gaya hidup.

Comments (0)

User