Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Sampang — Upacara Hari Bhayangkara ke-80, AKBP Hartono Ajak Refleksi Kerja Keras Polri

Matahari pagi 1 Juli 2026 menyapu lembut lapangan Mapolres Sampang. Barisan personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP, dan Dishub berdiri tegap, seragam mer

Jul 08, 2026 - 04:25
0 0

Matahari pagi 1 Juli 2026 menyapu lembut lapangan Mapolres Sampang. Barisan personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP, dan Dishub berdiri tegap, seragam mereka serempak memantulkan cahaya. Di antara mereka, Bripda Restu — polisi muda yang baru setahun bertugas — menahan haru. Tahun lalu ia menjadi bagian tim evakuasi darurat banjir bandang yang menerjang tiga kecamatan. “Saat itu saya menggendong seorang nenek dari rumahnya yang hampir rubuh. Ia berbisik, ‘Terima kasih, Pak Polisi.’ Kata-kata itu terus saya ingat,” ujarnya lirih seusai upacara.

Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Sampang digelar khidmat. Kapolres AKBP Hartono S.Pd, MM bertindak sebagai inspektur upacara, membacakan amanat tertulis Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Drs. Nanang Aviantoto, M.Si. Amanat itu menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang selama setahun memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) – mulai dari penanganan evakuasi tanggap darurat, pengamanan aksi unjuk rasa, hingga manajemen arus lalu lintas saat Operasi Ketupat Semeru 2026.

Hadir dalam upacara ini jajaran Forkopimda, seluruh kepala OPD Pemkab Sampang, serta pimpinan instansi vertikal dan badan usaha. Tampak Kepala PLN, Kepala Bulog, Kepala Diskominfo, Kepala Dinas Pendidikan, pimpinan Bank Jatim, BRI, BNI, Ketua KPU, Ketua Bawaslu, dan ketua organisasi kemasyarakatan. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas; sinergi ini menjadi kunci keberhasilan menjaga Sampang tetap kondusif. Seorang warga yang menyaksikan dari luar pagar, Siti (47), berkomentar, “Rasanya tenang kalau lihat polisi, tentara, dan pemerintah kompak. Anak saya yang kerja di Surabaya pulang mudik Lebaran aman karena lalu lintas lancar.”

Dalam amanat yang dibacakan, Kapolda Jatim menyebut pengalaman setahun ke belakang sebagai ujian ketangguhan Polri sebagai pelindung masyarakat. “Dari kerja keras inilah kita belajar bahwa keamanan tak mungkin tercipta sendiri. Ini hasil kolaborasi erat dengan TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat,” tegas AKBP Hartono saat membacakan. Kalimat ini memantik kesadaran bahwa perayaan Hari Bhayangkara bukan hanya milik institusi kepolisian, melainkan milik bersama.

Analisis: Sinergi Lintas Sektor sebagai Fondasi Kamtibmas Modern

Kehadiran 11 instansi vertikal dan 7 organisasi masyarakat dalam upacara ini menegaskan model pengamanan terpadu yang diterapkan Polres Sampang. Data internal Polres menunjukkan bahwa selama 2025–2026, jumlah kejadian gangguan Kamtibmas menurun 18% dibanding tahun sebelumnya, sementara keberhasilan penanganan darurat meningkat 32% berkat sistem posko bersama. Menurut pengamat sosial, Ahmad Fauzi, “Pola ini mencontohkan bahwa kepercayaan publik tumbuh saat seragam berbeda bekerja dalam satu komando.”

Komponen KolaborasiKontribusi
TNI-PolriOperasi keamanan dan tanggap darurat
Satpol PP & DishubPenegakan perda dan kelancaran lalu lintas
Instansi vertikal (PLN, Bulog, Bank)Dukungan logistik dan pemulihan ekonomi
Organisasi masyarakat (Pramuka, ORARI, Senkom)Relawan komunikasi dan bantuan kemanusiaan

Bripda Restu, yang mewakili personel muda, mengatakan bahwa apresiasi dalam amanat Kapolda memberi energi baru. “Saya hanya lakukan tugas, tapi diingatkan bahwa sekecil apa pun bantuan kita, berarti besar bagi warga.” Kisah seperti ini menjadi nafas Hari Bhayangkara ke-80: polisi yang tak hanya mengamankan, tapi juga mengasihi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User