RI & Belarus Perluas Kerja Sama, Bidik Industri Alat Berat-Pupuk
Jakarta, Beritaseputar.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan nilai perdagangan antara Indonesia dan Belarus bisa melonjak hingga US$ 500 juta, naik signifikan
Jakarta, Beritaseputar.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan nilai perdagangan antara Indonesia dan Belarus bisa melonjak hingga US$ 500 juta, naik signifikan dari capaian sebelumnya sebesar US$ 220 juta. Target ambisius ini mengemuka dalam pertemuan bilateral dengan Wakil Perdana Menteri Republik Belarus, Viktor Karankevich, yang berlangsung di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari persiapan jelang kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Alexander Lukashenko ke Indonesia yang dijadwalkan pada 1 Juli 2026. Dalam forum bisnis yang digelar di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, kedua belah pihak menyaksikan langsung penandatanganan 17 nota kesepahaman (MoU) antar pelaku usaha. Airlangga menekankan bahwa penandatanganan ini menandai babak baru hubungan ekonomi kedua negara, terutama setelah Indonesia bergabung dalam kerangka perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Ekonomi Eurasia (I-EAEU).
Fokus pada Industri Alat Berat dan Pupuk
MoU yang diteken mencakup beragam sektor strategis, mulai dari manufaktur alat berat, produksi pupuk, teknologi pertanian, hingga kerja sama pertahanan. Belarus selama ini dikenal sebagai produsen alat berat unggulan seperti traktor dan truk tambang yang banyak dibutuhkan oleh proyek infrastruktur dan sektor pertambangan di Indonesia. Sementara itu, kerja sama di bidang pupuk diharapkan dapat memperkuat rantai pasok bahan baku untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. Airlangga optimistis, sinergi ini akan membuka peluang investasi yang lebih luas antara para pengusaha kedua negara.
“Ini bukan hanya soal dagang, tapi kita ingin melangkah ke arah investasi bersama dan transfer teknologi. Belarus punya keahlian di sektor manufaktur, sementara Indonesia punya pasar yang besar,” ujar Airlangga di sela-sela acara Kadin Business Matching Indonesia-Belarus.
“Nah, pada kesempatan ini tadi disaksikan 17 MoU Business to Business dan kita melihat bahwa perdagangan Indonesia dengan Belarus yang nilainya sekitar US$ 220 juta ini sudah meningkat sejak kita menandatangani I-EAEU,” ungkap Airlangga di hadapan para pelaku usaha yang hadir.
Forum bisnis ini turut dihadiri oleh Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, perwakilan kementerian, serta puluhan pengusaha dari kedua negara. Delegasi Belarus membawa serta perusahaan-perusahaan terkemuka di bidang mesin, pertanian, dan teknologi informasi. Kedua pihak meyakini, dengan adanya peningkatan status hubungan diplomatik melalui kunjungan presiden, target perdagangan US$ 500 juta dapat tercapai dalam beberapa tahun ke depan.
Berdasarkan catatan Beritaseputar.com, sejak Indonesia meratifikasi perjanjian dengan I-EAEU pada 2024, akses produk unggulan nasional seperti minyak sawit, tekstil, dan elektronik ke kawasan Eurasia semakin terbuka lebar. Belarus pun dipandang sebagai mitra strategis yang menjadi pintu masuk bagi produk-produk Indonesia untuk menembus pasar Eropa Timur dan Rusia. Dengan 17 MoU yang baru diteken, kedua negara berharap momentum ini dapat segera dikonversi menjadi proyek konkret yang saling menguntungkan.
Comments (0)