Ratusan ARMY Cile Protes Pembatalan Konser BTS di Istana
Suasana di depan Istana Kepresidenan La Moneda, Santiago, berubah menjadi lautan ungu pada Jumat sore, 4 Juli 2026. Ratusan penggemar BTS, yang dikenal den
Suasana di depan Istana Kepresidenan La Moneda, Santiago, berubah menjadi lautan ungu pada Jumat sore, 4 Juli 2026. Ratusan penggemar BTS, yang dikenal dengan sebutan ARMY, menggelar aksi protes damai menyusul pembatalan tiga konser “ARIRANG: The Journey” yang direncanakan menjadi bagian dari tur perpisahan grup K-Pop terbesar dunia itu. Pemerintah Cile dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pencabutan izin konser, yang memicu kekecewaan meluas di antara penggemar.
Kronologi Pembatalan
Konser yang dijadwalkan berlangsung di Estadio Nacional pada 11, 13, dan 15 Juli 2026 tersebut merupakan bagian dari rangkaian BTS Final Chapter World Tour. Promotor lokal, NOIX Entertainment, mengumumkan pada 28 Juni 2026 bahwa izin keramaian dicabut oleh Intendencia Metropolitana de Santiago dengan alasan kekhawatiran keamanan publik dan ketidakmampuan promotor memenuhi standar logistik yang dipersyaratkan. Keputusan mendadak ini terjadi hanya dua minggu sebelum konser, padahal tiket untuk tiga hari pertunjukan telah terjual habis dalam waktu kurang dari 20 menit sejak dirilis pada April lalu.
- 28 Juni 2026: NOIX Entertainment menerima surat resmi pencabutan izin dari pemerintah metropolitan Santiago.
- 29 Juni 2026: Pengumuman pembatalan melalui media sosial memicu gelombang kemarahan ARMY.
- 2 Juli 2026: Tagar #BTSChileCancelado dan #LaMonedaEscucha menjadi trending topic global di Twitter/X dengan lebih dari 2,3 juta cuitan.
- 4 Juli 2026: Aksi demonstrasi di depan La Moneda dimulai pukul 14.00 waktu setempat, dihadiri setidaknya 800 penggemar yang membawa light stick, spanduk, dan atribut BTS.
Tuntutan Penggemar dan Suara di Lapangan
Para demonstran menyanyikan lagu-lagu BTS secara kolektif dan membentangkan poster bertuliskan “Chile merece BTS” (Cile pantas dapatkan BTS) serta “#LaMonedaEscucha”. Aksi berlangsung tertib dengan pengawasan polisi terlatih dan tanpa insiden kekerasan. Para perwakilan ARMY di Cile menuntut tiga hal pokok:
- Penjelasan transparan dari pemerintah mengenai standar logistik yang tidak terpenuhi.
- Mediasi pemerintah untuk memungkinkan konser dijadwal ulang dengan promotor yang kompeten.
- Pengembalian penuh tiket plus kompensasi atas biaya transportasi dan akomodasi yang telah dikeluarkan penggemar dari berbagai kota di Cile dan negara tetangga.
“Kami dari seluruh penjuru Cile, bahkan ada yang datang dari Peru dan Argentina. Ini bukan cuma tentang uang, tapi tentang pengalaman sekali seumur hidup bertemu BTS,” ujar Valentina Rojas, koordinator lapangan aksi, saat diwawancarai di sela-sela demo.
Perkiraan kerugian ekonomi yang ditanggung penggemar mencapai CLP 4,8 miliar (sekitar USD 5,3 juta) hanya dari tiket, belum termasuk biaya perjalanan dan penginapan. Hotel-hotel di sekitar Estadio Nacional melaporkan penurunan reservasi drastis menyusul pembatalan ini.
Respons Pemerintah dan Industri Musik
Juru bicara Kepresidenan Cile, Camila Vallejo, menyampaikan bahwa pemerintah tidak bermaksud mendiskriminasi penggemar K-Pop. Menurutnya, keputusan diambil murni karena promotor gagal menunjukkan sertifikat keselamatan kebakaran yang mutakhir dan rencana evakuasi yang memadai untuk kapasitas 65.000 penonton per hari. “Kami memahami kekecewaan, namun keselamatan publik adalah prioritas yang tidak bisa ditawar,” kata Vallejo dalam konferensi pers.
Di sisi lain, NOIX Entertainment menyalahkan birokrasi berbelit dan perubahan regulasi mendadak yang tidak memungkinkan mereka memenuhi persyaratan tepat waktu. Sementara pihak HYBE, agensi BTS, lewat anak perusahaan HYBE LATAM menyatakan sedang berusaha mencari alternatif agar konser tetap bisa digelar di Cile pada kesempatan lain, dan berkomitmen mengawal pengembalian dana tiket.
Pentingnya bagi Komunitas dan Soft Power Korsel
Pembatalan konser ini juga menjadi sorotan karena menyentuh dimensi soft power Korea Selatan di Amerika Latin. Cile merupakan salah satu basis penggemar K-Pop terbesar di kawasan berbahasa Spanyol. Duta Besar Korea Selatan untuk Cile, Kim Hak-jae, menyampaikan penyesalan atas situasi ini dan menjanjikan dukungan bagi terselenggaranya event budaya Korea yang aman dan tertib di masa depan.
Sementara itu, aksi damai ARMY Cile berakhir pada pukul 20.00 waktu setempat dengan kesepakatan bahwa perwakilan demonstran akan diterima oleh pejabat Kementerian Kebudayaan pada awal minggu depan untuk audiensi. Penggemar bertekad melanjutkan advokasi hingga ada titik terang, dengan ancaman akan memobilisasi aksi serupa secara berkala.
Konser BTS di Cile adalah salah satu yang paling dinanti setelah vakum panjang akibat pandemi dan kewajiban militer para anggota. Kekecewaan ini diperkirakan akan menjadi ujian bagi industri konser Cile yang berusaha pulih pascapandemi.
[SOCIAL_TWEET]: Ratusan ARMY demo di depan Istana La Moneda, Cile, protes pembatalan tiga konser BTS. Tiket sold out, kerugian penggemar capai Rp98 miliar. Pemerintah sebut alasan keamanan. #BTS #ARMYChile #LaMonedaEscucha[SOCIAL_TG]: 💜🇨🇱 Histeris ARMY Cile! Tiga konser BTS batal digelar di Santiago, izin dicabut sekejap. 800+ penggemar demo di La Moneda, tagih janji. Total rugi ~Rp98 miliar! Klik untuk kronologi dan tuntutannya.
Comments (0)