Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Prosesi Adat Jokowi Injak Kepala Kerbau: PDIP Tertawa, PSI Membela

Jakarta, Beritaseputar.com – Jagat maya dihebohkan dengan rekaman prosesi adat yang dijalani Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di Lampung. Momen ketika Jokowi menginjak kepala seekor kerbau dal

Jul 06, 2026 - 13:26
0 0
Prosesi Adat Jokowi Injak Kepala Kerbau: PDIP Tertawa, PSI Membela

Jakarta, Beritaseputar.com – Jagat maya dihebohkan dengan rekaman prosesi adat yang dijalani Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di Lampung. Momen ketika Jokowi menginjak kepala seekor kerbau dalam rangkaian upacara adat Begawi Cakak Pepadun atau Munggah Bumi menuai beragam tafsir di tengah masyarakat. Sorotan publik semakin tajam lantaran simbol yang digunakan—kerbau—diidentikkan dengan partai berlambang banteng moncong putih.

Berdasarkan pantauan media kami pada Senin (29/6), video tersebut dengan cepat menyebar luas dan memantik diskusi hangat di media sosial. Dalam rekaman itu, Jokowi yang mengenakan baju dan topi berlogo PSI, terlihat mantap menginjak kepala kerbau yang telah disiapkan di atas karpet merah. Kehadiran mantan presiden tersebut ke Lampung memang dalam rangkaian safari politik perdananya pasca lengser dari jabatan.

“Rekaman tersebut ditangkap saat Jokowi mengikuti prosesi pemberian gelar adat Lampung. Bukan sekadar seremonial biasa, ini adalah tradisi sakral yang sudah berlangsung turun-temurun,” tulis laporan awak media kami di lapangan.

PDIP Anggap Tafsiran Negatif Sebagai Lelucon

Kalangan elit Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menanggapi viralnya ritual ini dengan santai, bahkan disertai tawa. Menurut sejumlah sumber internal partai, mengaitkan prosesi adat ini sebagai bentuk penghinaan terhadap partai berlambang banteng adalah interpretasi yang berlebihan dan menggelikan.

Banteng sebagai simbol partai dianggap terlalu jauh untuk disamakan dengan kerbau yang digunakan dalam ritual adat Lampung. Pihak partai menilai reaksi publik yang mengarah pada dugaan provokasi politis lebih tepat disebut sebagai lelucon. “Masa begitu saja dikiaskan sebagai simbol partai. Itu terlalu dipaksakan dan justru lucu,” ujar salah satu elite DPP sebagaimana dikutip dari laporan ruang redaksi kami. PDIP menekankan bahwa tradisi Munggah Bumi adalah murni kearifan lokal yang mengandung nilai pelestarian budaya, bukan panggung sandiwara politik untuk memanaskan situasi.

“Kita ini negara besar, jangan semua serba dipolitisasi. Kalau prosesi adat saja dibawa-bawa ke ranah politik, itu namanya kampungan. Kita malah tertawa melihat respons yang mengada-ada seperti itu,” imbuh sumber tersebut.

PSI Pasang Badan Membela Jokowi

Di sisi lain, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bereaksi keras terhadap tafsir miring yang beredar. Sebagai partai yang seragamnya dikenakan Jokowi saat acara tersebut, PSI pasang badan memberikan pembelaan penuh. Pihak PSI menegaskan bahwa menghubungkan ritual injak kepala kerbau dengan simbol partai politik adalah bentuk kegagalan memahami kekayaan budaya Nusantara.

Menurut pernyataan resmi DPP PSI yang diterima Beritaseputar.com, prosesi Begawi Cakak Pepadun merupakan tradisi agung masyarakat adat Pepadun di Lampung. Ritual ini merupakan puncak dari upacara pengangkatan status sosial seseorang dalam tatanan adat. “Kami sangat menyayangkan ada pihak yang memelintir momen sakral ini menjadi olok-olok politik. Itu jelas menunjukkan ketidaktahuan akan akar budaya bangsa sendiri,” tegas elite PSI dalam keterangannya.

PSI juga menambahkan bahwa keikutsertaan Jokowi dalam upacara ini justru menunjukkan penghormatan mendalam terhadap keberagaman budaya yang menjadi fondasi bangsa. Alih-alih menebar polemik, PSI mengajak publik untuk belajar dan menghormati kearifan lokal yang dijunjung tinggi oleh warga Lampung.

Prosesi Munggah Bumi atau pengambilan gelar adat itu sendiri diyakini sebagai wujud syukur dan pengakuan atas kepemimpinan yang dianggap sudah menyatu dengan bumi Lampung. Meski demikian, di tengah panasnya suhu politik, peristiwa budaya ini tak urung menjadi bara spekulasi dan bahan perbincangan yang memisahkan kubu pro dan kontra.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
eko-saputra

Editor Nasional. Editor isu nasional dekat kehidupan sehari-hari.

Comments (0)

User